Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Upaya Peningkatan Produksi Asi Melalui Edukasi Makanan Laktogogue dan Pijat Oksitosin Pada Ibu Menyusui Di Desa Karang Anyar Lampung Selatan Ika Fitria Elmeida; Wiwin Winarsih; Risneni Risneni; Nurlaila Nurlaila; Nurchairina Nurchairina
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v5i1.2037

Abstract

Produksi Air Susu Ibu (ASI) yang optimal merupakan faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang bayi serta kualitas hidup ibu dan anak. Namun, tidak sedikit ibu menyusui yang menghadapi kendala dalam produksi ASI sehingga diperlukan intervensi yang tepat, sederhana, dan mudah diaplikasikan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui konsumsi makanan laktogogue serta praktik pijat oksitosin. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu menyusui mengenai makanan laktogogue dan teknik pijat oksitosin sebagai strategi mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Metode kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahap: persiapan, pelaksanaan, dan pelaporan. Kegiatan inti dilakukan di Desa Karang Anyar, Lampung Selatan, dengan peserta sebanyak 30 ibu menyusui. Intervensi yang diberikan berupa edukasi makanan laktogogue menggunakan leaflet serta demonstrasi pijat oksitosin yang dipraktikkan secara langsung. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test serta observasi partisipatif. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan baik pengetahuan maupun keterampilan peserta. Pengetahuan ibu mengenai makanan laktogogue kategori baik meningkat dari 26,7% menjadi 83,3%, sedangkan keterampilan pijat oksitosin kategori baik meningkat dari 16,7% menjadi 80,0%. Rata-rata skor pengetahuan meningkat sebesar 27,4 poin dan keterampilan meningkat 37,5 poin. Peserta juga menunjukkan antusiasme, rasa percaya diri, dan motivasi lebih tinggi untuk menyusui. Kesimpulannya, edukasi berbasis praktik dengan pendekatan partisipatif terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas ibu menyusui, baik dari sisi pengetahuan, keterampilan, maupun psikologis. Program ini dapat menjadi model intervensi sederhana yang berkelanjutan untuk mendukung pencapaian target ASI eksklusif dan mewujudkan Desa Tangguh ASI.
The The effect of the rebozo technique on the duration of the active phase of labor among primigravida women Yeyen Putriana; Dea Adhitya Putri; Risneni Risneni; Eva Berliana; Indah Trianingsih
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 5 No. 5 (2026): August 2026
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v5i5.4236

Abstract

Background: Prolonged labor is one of the complications that can increase maternal and neonatal morbidity and mortality. The active phase of the first stage of labor is a critical period because labor lasting longer than the normal duration may increase the risk of postpartum hemorrhage, infection, fetal distress, and even maternal and neonatal death. Various pharmacological and non-pharmacological interventions have been implemented to accelerate labor progress, one of which is the Rebozo technique. However, the effect of the Rebozo technique on the duration of the active phase of the first stage of labor among primigravida women in Independent Midwifery Practices (PMB) in Bandar Lampung has not been fully established. Purpose: To determine the effect of the Rebozo technique on the duration of the active phase of the first stage of labor among primigravida. Method: This quantitative study employed a quasi-experimental design using a posttest-only control group design. The study population consisted of women in the active phase of the first stage of labor who delivered at PMB Marlina Turnip and PMB Wirahayu between March and May 2026. A total of 32 respondents were recruited, including 16 women in the intervention group who received the Rebozo technique and 16 women in the control group who received standard care without the Rebozo technique. Data were analyzed using the Independent Samples t-test. Results: The mean duration of the active phase of the first stage of labor in the intervention group was 301.88 minutes (approximately 5 hours and 1 minute), whereas the control group had a mean duration of 461.25 minutes (approximately 7 hours and 41 minutes). Bivariate analysis demonstrated a statistically significant effect of the Rebozo technique on the duration of the active phase of the first stage of labor among primigravida women (p = 0.000; p < 0.05). Conclusion: The Rebozo technique significantly reduced the duration of the active phase of the first stage of labor among primigravida women in Independent Midwifery Practices (PMB) in Bandar Lampung City. Midwives are encouraged to incorporate the Rebozo technique into routine intrapartum care to shorten labor duration and minimize unnecessary medical interventions.