Produksi Air Susu Ibu (ASI) yang optimal merupakan faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang bayi serta kualitas hidup ibu dan anak. Namun, tidak sedikit ibu menyusui yang menghadapi kendala dalam produksi ASI sehingga diperlukan intervensi yang tepat, sederhana, dan mudah diaplikasikan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui konsumsi makanan laktogogue serta praktik pijat oksitosin. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu menyusui mengenai makanan laktogogue dan teknik pijat oksitosin sebagai strategi mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Metode kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahap: persiapan, pelaksanaan, dan pelaporan. Kegiatan inti dilakukan di Desa Karang Anyar, Lampung Selatan, dengan peserta sebanyak 30 ibu menyusui. Intervensi yang diberikan berupa edukasi makanan laktogogue menggunakan leaflet serta demonstrasi pijat oksitosin yang dipraktikkan secara langsung. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test serta observasi partisipatif. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan baik pengetahuan maupun keterampilan peserta. Pengetahuan ibu mengenai makanan laktogogue kategori baik meningkat dari 26,7% menjadi 83,3%, sedangkan keterampilan pijat oksitosin kategori baik meningkat dari 16,7% menjadi 80,0%. Rata-rata skor pengetahuan meningkat sebesar 27,4 poin dan keterampilan meningkat 37,5 poin. Peserta juga menunjukkan antusiasme, rasa percaya diri, dan motivasi lebih tinggi untuk menyusui. Kesimpulannya, edukasi berbasis praktik dengan pendekatan partisipatif terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas ibu menyusui, baik dari sisi pengetahuan, keterampilan, maupun psikologis. Program ini dapat menjadi model intervensi sederhana yang berkelanjutan untuk mendukung pencapaian target ASI eksklusif dan mewujudkan Desa Tangguh ASI.
Copyrights © 2026