Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN BIOSAKA UNTUK MENDUKUNG BUDIDAYA TANAMAN JERUK MANIS (CITRUS SINENSIS) Elik Murni Ningtias Ningsih; Ririen Prihandarini; Toto Suharjanto; Deris Trian Rahmandhias; Yuni Agung Nugroho; Naharina Ayutama
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 4 No. 3 (2026): Juni
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v4i3.3880

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam pembuatan biosaka sebagai alternatif pendukung budidaya tanaman jeruk manis (Citrus sinensis) yang ekonomis dan ramah lingkungan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi yang dilaksanakan pada mitra petani Omah Kebun Bumiaji, Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Kegiatan penyuluhan dilakukan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai peranan dan manfaat biosaka, sedangkan pelatihan difokuskan pada praktik pembuatan biosaka dengan memanfaatkan tanaman liar yang tumbuh di sekitar kebun jeruk. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami materi dan mempraktikkan pembuatan biosaka dengan baik. Larutan biosaka yang dihasilkan memiliki karakteristik berwarna hijau pekat homogen dengan nilai Total Dissolved Solids (TDS) sebesar 650–656 yang memenuhi indikator keberhasilan. Biosaka yang dihasilkan dapat dibuat dengan biaya relatif rendah karena memanfaatkan sumber daya lokal yang tersedia di lingkungan kebun. Aplikasi biosaka pada budidaya jeruk manis menunjukkan kondisi tanaman yang lebih sehat, ditandai dengan daun yang hijau dan segar serta rendahnya gejala serangan penyakit. Selain itu, penerapan biosaka diikuti oleh peningkatan pendapatan hasil panen sekitar 10% dibandingkan periode panen sebelumnya. Simpulan kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa pelatihan pembuatan biosaka efektif dalam meningkatkan kapasitas petani serta berpotensi mendukung budidaya jeruk manis yang lebih efisien, ekonomis, dan berkelanjutan.  
PEMBANGUNAN TANDON BARU SEBAGAI UPAYA PENGURANGAN BIAYA LISTRIK POMPA DAN PENINGKATAN MUTU AIR DESA NGADIRESO Sabar Setiawidayat; Ririen Prihandarini; Dedi Usman Effendy
Prosidia Widya Saintek Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembayaran listrik PLN untuk operasional pompa air Wislic dalam mendistribusikan air ke warga 11 RT masih menjadi problem utama dalam pengelolaan sumber air di desa Ngadireso kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang. Perubahan tarif dasar listrik yang sering mengalami kenaikan kurang dapat dipahami oleh warga sehingga pengelola keuangan sering mengalami defisit. Problem berikutnya adalah kualitas air yang diterima oleh warga 11 RT yang terdiri dari ± 600 kk sering keruh dan kotor sehingga kurang baik untuk kebutuhan minum dan memasak. Hasil survey lanjutan yang dilakukan oleh tim PKM bersama mitra telah mencapai kesepakatan untuk membangun tandon baru di Gunung Keris dan mengalirkannya ke tandon utama. Tandon baru dengan volume 6 m3 telah selesai dibangun dengan debit perkiraan 1.5l/detik. Pipanisasi sepanjang 320 meter untuk mengalirkan air dari sumber air tandon Jajang ke tandon baru. Air dari tandon baru akan dialirkan secara gravitasi ke tandon filter kedua dengan volume 9m3, yang selanjutnya masuk ke tandon utama dengan volume 90m3. Dari tandon utama, air didistribusikan secara gravitasi ke warga RT 1-11. Dampak dari adanya tandon baru ini adalah 1) kualitas air dapat digunakan untuk kebutuhan memasak dan air minum, 2) biaya pembayaran listrik per bulan dapat terkurangi karena beban kerja pompa listrik berkurang