Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Prototipe Detektor Emisi Kendaraan Bermotor Berbahan Bakar Pertalite dan Pertamax Moch Djunaidi; Sabar Setiawidayat
CYCLOTRON Vol 9 No 01 (2026): CYCLOTRON
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ct.v9i01.27891

Abstract

Setiap kendaraan bermotor akan menghasilkan gas buang atau emisi seperti Karbondioksida (CO2) dan Karbonmonooksida (CO). Emisi dikeluarkan melalui knalpot sehingga menghasilkan polusi di udara bebas yang dapat mencemari udara disekitarnya yang dapat mempengaruhi kesehatan bagi manusia dan hewan. Kurang terkontrolnya emisi kendaraan yang beroperasi, disebabkan keterbatasan alat monitoring emisi yang hanya dimiliki oleh dinas perhubungan (Dishub) dan Polisi daerah (Polda). Penelitian ini bertujuan untuk merancang prototipe detektor emisi kendaraan bermotor berbahan bakar Pertalite dan Pertamax. Sensor MQ2 untuk konsentrasi kadar gas CO dan sensor kadar konsentrasi MQ7 untuk CO2 di pasang pada knalpot kendaraan dalam keadaan mesin hidup dan diam. Pengambilan data dilakukan pada beberapa kondisi putaran mesin. Berdasarkan hasil pengukuran terhadap 10 sepeda motor, baik pertalite maupun pertamax, kadar CO pada putaran diatas 1000 rpm menyebabkan emisi diatas Nilai Ambang Batas (NAB) sedangkan kadar CO2 masih dalam batas NAB yang aman. Hasil pengukuran terhadap 3 kendaraan roda empat, kadar CO dan CO2, baik pertalite maupun pertamax masih dalam batas NAB yang aman. Terdapat korelasi yang signifikan antara putaran mesin dan kadar emisi, makin tinggi putaran makin tinggi kadar emisi. Hasil uji komparasi dengan alat rferensi menunjukkan bahwa alat desain layak digunakan sebagai alat pengukuran emisi CO dan CO2.
PEMBANGUNAN TANDON BARU SEBAGAI UPAYA PENGURANGAN BIAYA LISTRIK POMPA DAN PENINGKATAN MUTU AIR DESA NGADIRESO Sabar Setiawidayat; Ririen Prihandarini; Dedi Usman Effendy
Prosidia Widya Saintek Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembayaran listrik PLN untuk operasional pompa air Wislic dalam mendistribusikan air ke warga 11 RT masih menjadi problem utama dalam pengelolaan sumber air di desa Ngadireso kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang. Perubahan tarif dasar listrik yang sering mengalami kenaikan kurang dapat dipahami oleh warga sehingga pengelola keuangan sering mengalami defisit. Problem berikutnya adalah kualitas air yang diterima oleh warga 11 RT yang terdiri dari ± 600 kk sering keruh dan kotor sehingga kurang baik untuk kebutuhan minum dan memasak. Hasil survey lanjutan yang dilakukan oleh tim PKM bersama mitra telah mencapai kesepakatan untuk membangun tandon baru di Gunung Keris dan mengalirkannya ke tandon utama. Tandon baru dengan volume 6 m3 telah selesai dibangun dengan debit perkiraan 1.5l/detik. Pipanisasi sepanjang 320 meter untuk mengalirkan air dari sumber air tandon Jajang ke tandon baru. Air dari tandon baru akan dialirkan secara gravitasi ke tandon filter kedua dengan volume 9m3, yang selanjutnya masuk ke tandon utama dengan volume 90m3. Dari tandon utama, air didistribusikan secara gravitasi ke warga RT 1-11. Dampak dari adanya tandon baru ini adalah 1) kualitas air dapat digunakan untuk kebutuhan memasak dan air minum, 2) biaya pembayaran listrik per bulan dapat terkurangi karena beban kerja pompa listrik berkurang
MANAJEMEN ENERGI LISTRIK SEKOLAH DAN ASRAMA MENGGUNAKAN SKEMA WAKTU PRIORITAS Irawan Wahyudi; Sabar Setiawidayat; Muhammad Uhda Subhan
Prosidia Widya Saintek Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketidakseimbangan antara kapasitas suplai dan kebutuhan beban menjadi akar masalah pengelolaan energi di Sekolah Sinergi Islamic Boarding School. Sumber listrik utama dari Perusahaan Listrik Negara hanya memasok 66 KVA untuk gedung sekolah dan 33 KVA untuk asrama, sementara beban rencana mencapai 143,73 KVA dan 97,8 KVA. Penelitian ini menerapkan pendekatan deskriptif-eksperimental melalui observasi, pengumpulan data teknis panel distribusi dan spesifikasi MCB, Penentuan prioritas beban menerapkan Matriks Eisenhower dengan empat kuadran, yaitu kuadran pertama berisi beban penting dan mendesak, Kuadran kedua mencakup beban penting namun tidak mendesak. Kuadran ketiga berisi beban tidak penting namun mendesak. Kuadran keempat mencakup beban tidak penting dan tidak mendesak. Timer diprogram berdasarkan jadwal operasional sekolah, yaitu pukul 06.00–17.00 untuk gedung sekolah dan 17.00–06.00 untuk asrama. Kapasitas timer dan MCB ditentukan dengan faktor keamanan 25 persen terhadap arus beban maksimum untuk mencegah overload dan hubungan singkat. Prototipe yang mencakup timer, MCB utama, dan lampu indikator dirancang untuk memverifikasi konsep. Hasil yang diharapkan meliputi penghematan energi, penurunan beban puncak, peningkatan stabilitas tegangan, serta keandalan distribusi. Kontribusi riset ini berupa edukasi perawatan sistem distribusi untuk antisipasi dini kerusakan komponen dan optimalisasi biaya pemeliharaan fasilitas secara berkelanjutan.
Sistem Deteksi Alat Pelindung Diri Berbasis YOLOv8n pada Jetson Nano untuk Industri Migas Amien Thohari Yudhistira; Sabar Setiawidayat; Istiadi; Diky Siswanto
JASEE Journal of Application and Science on Electrical Engineering Vol. 7 No. 1 (2026): JASEE-March
Publisher : Program Studi Teknik Elektro - Fakultas Teknik - Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jasee.v7i1.04

Abstract

Occupational safety in the oil and gas industry requires strict compliance with Personal Protective Equipment (PPE); however, manual inspection is prone to human error and lacks effectiveness. This research designs and implements a PPE Smart Station based on the YOLOv8n algorithm on an NVIDIA Jetson Nano A02 embedded system to automatically and in real-time detect the completeness of three main PPE types—helmet, coverall, and gloves—within the industrial environment of PT Husky-CNOOC Madura Limited. The system employs a state machine with PASS/DENIED output, a real-time 2D visualization of missing PPE on the worker’s anatomical regions, and Indonesian-language text alerts with automatic audio warnings. Results are reported at two levels: (i) model evaluation on a limited test batch yielded 99.0% precision and 100% recall under near-ideal capture conditions; and (ii) field system evaluation on 30 samples at a single installation point, assessed with a confusion matrix at the PASS/DENIED decision level, yielded 93.3% accuracy, 96.0% precision, 96.0% recall, 96.0% F1-measure, and a 6.7% error rate. The results indicate the system’s initial feasibility as an AI-based occupational-safety monitoring solution under the evaluated conditions, while larger-scale, multi-site validation remains necessary.