Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Socialization of New and Renewable Energy for Community of Sawah Lebar Baru Sub-District, Ratu Agung District, Bengkulu City: Sosialisasi Sumber Energi Baru dan Terbarukan untuk Masyarakat Kelurahan Sawah Lebar Baru, Kecamatan Ratu Agung, Kota Bengkulu Angky Puspawan; Afdhal Kuniawan Mainil; Helmizar; Fepy Supriani; Hardiansyah; Hendri Hestiawan; Khairul Amri; Makmun Reza Razali; Nurul Iman Supardi
Dharmakayana Vol 2 No 1 (2025): Mei : Dharmakayana: Journal of scientists, engineers, educators and scientific ac
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dk.v2i1.41616

Abstract

Pertumbuhan ekonomi dan kemajuan teknologi akan menyebabkan tingginya penggunaan energi. Sebagian besar energi di dunia menggunakan sumber energi berbasis fosil, dimana penggunaannya menghasilkan emisi gas rumah kaca yang berdampak buruk pada lingkungan, seperti pemanasan global dan dampak negatif terhadap kesehatan manusia. Karenanya beberapa negara maju dan berkembang melakukan aksi dalam pembatasan penggunaan energi fosil dan mendorong pemanfaatan energi baru dan terbarukan yang lebih ramah lingkungan dan lebih berkelnajutan (sustainable). Diantara aksi tersebut adalah Paris Agreement pada tahun 2015 yang mendorong setiap negara melakukan kegiatan untuk menurunkan iklim global setidaknya 1,5°C – 2°C. Energi baru dan terbarukan adalah sumber daya energi alami yang dapat digunakan secara bebas, terus diperbaharui, tak terbatas, dan terus berkelanjutan. Hal-hal terpenting adalah terkait jenis, sumber, dan manfaat dari energi baru dan terbarukan. Kebutuhan manusia akan sumber daya energi tidak dapat diabaikan, karena setiap aktivitas memerlukan sumber daya, baik itu terbarukan maupun tidak. Namun, penggunaan sumber daya energi yang tidak dapat diperbaharui berlebihan telah menyebabkan kerusakan lingkungan alam yang serius dan akhirnya menghasilkan polusi yang berbahaya bagi Kesehatan manusia dan lingkungan. Dalam menghadapi keterbatasan sumber daya energi yang tak terbarukan, para ilmuwan dari berbagai negara telah mulai mengembangkan sumber daya energi baru dan terbarukan. Kegiatan pengabdian ini tidak hanya bertujuan untuk memperkenalkan konsep energi baru dan terbarukan, tetapi juga memberikan solusi konkret terhadap masalah sampah yang telah menjadi ancaman serius bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat. Masalah sampah, khususnya limbah anorganik, telah menjadi salah satu isu utama yang dihadapi masyarakat modern. Setiap hari, tumpukan sampah kian menggunung, menciptakan dampak negatif yang signifikan, terutama ketika musim hujan tiba. Krisis ini tidak hanya berdampak pada keindahan lingkungan, tetapi juga berpotensi menyebabkan banjir yang melanda daerah pemukiman. Sampah anorganik, seperti plastik, tidak dapat terurai secara alami, sehingga memerlukan intervensi yang inovatif dan berkelanjutan. Sebagai respons terhadap tantangan tersebut, tim pengabdi mengembangkan teknologi mesin pencacah sampah anorganik yang revolusioner. Teknologi ini mampu mengubah limbah plastik menjadi serbuk atau biji plastik, sehingga memfasilitasi proses daur ulang yang lebih efisien. Dengan inovasi ini, kita tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga memberikan nilai tambah pada limbah yang selama ini dianggap sebagai masalah. Proses distilasi merupakan salah satu cara atau solusi untuk menghasilkan minyak hasil proses distilasi dengan metode pirolisis untuk bahan bakar cair dan ini menjadi salah satu sumber energi alternatif. Energi alternatif ini diperoleh dari sampah berbagai macam atau tipenya. Karena bahan bakunya berlimpah maka selain menjadi bahan bakar alternatif juga mampu menyelesaikan masalah sampah anorganik yang nyata tidak dapat diperbaharui dan dapat merusak tanah dan lingkungan.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Pembuatan Kompos dengan Memanfaatkan Limbah Pelepah Sawit di Pematang Gubernur Nuramal, Agus; Eka Putra, Rama Dani; zuliantoni, Zulian; Supardi, Nurul Iman
Dharmakayana Vol 2 No 2 (2025): November : Dharmakayana: Journal of scientists, engineers, educators and scientif
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dk.v2i2.45790

Abstract

Palm oil frond waste is a type of agricultural waste that is quite abundant in Pematang Gubernur Village, Muara Bangkahulu District, Bengkulu City. To date, this waste has not been optimally utilized and tends to be discarded, thus potentially polluting the environment. This community service activity aims to improve community knowledge and skills in processing palm oil frond waste into compost through hands-on training (learning by doing). The implementation method includes identifying partner needs, counseling, technical training in composting, practical assistance, as well as evaluation and follow-up. The results of the activity show an increase in community knowledge and skills in composting, the formation of compost products resulting from the training, the development of training modules, and the formation of community-based compost processing groups. This activity proves that utilizing palm oil frond waste can be an environmentally friendly solution while supporting community food security.
Pelatihan Budidaya Cabai Polibag untuk Pemberdayaan dan Ketahanan Pangan di Pematang Gubernur Supardi, Nurul Iman; Amri, Khairul; Witanto, Yovan; Zuliantoni, Zuliantoni
Dharmakayana Vol 2 No 2 (2025): November : Dharmakayana: Journal of scientists, engineers, educators and scientif
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dk.v2i2.45791

Abstract

This community service activity aims to improve community food security through the implementation of chili cultivation in polybags in Pematang Gubernur Village, Muara Bangkahulu District, Bengkulu City. The main problems faced by the community at the partner location are limited yard space and high chili prices during certain seasons. Through chili cultivation training in polybags, the community is equipped with knowledge and practical skills ranging from preparing the planting medium, sowing seeds, planting, maintenance, and harvesting. Implementation methods include counseling, live demonstrations, and field assistance. The results of the activity show an increase in community knowledge and motivation in utilizing limited land to grow chili independently. Thus, this activity contributes to supporting household food security and community economic empowerment.
Pelatihan Produksi Arang Menggunakan Kompor Oli Bekas di Desa Pasar Kerkap zuliantoni, Zulian; Supardi, Nurul Iman; Hardiansyah; FA, A Sofwan
Dharmakayana Vol 2 No 2 (2025): November : Dharmakayana: Journal of scientists, engineers, educators and scientif
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dk.v2i2.45792

Abstract

This community service activity aims to improve the understanding and skills of school dropouts in Pasar Kerkap Village by providing training in charcoal production using technology derived from used oil stoves. The program is designed using a participatory training approach based on appropriate technology, emphasizing the active role of participants throughout the process. The activity begins with a preparatory phase that includes coordination with village officials, a survey to find participants, the provision of tools and materials, and the development of training modules. Next, a socialization session is held discussing the concepts of renewable energy, biomass waste processing, and how used oil stoves work through interactive lectures and equipment demonstrations. The main part of this activity is hands-on practice in charcoal production, which includes raw material preparation, the charcoal-making process, cooling, packaging, and a simulation of calculating production costs as a form of entrepreneurship education. The mentoring and evaluation phase is carried out to ensure that participants can apply the technology independently, as well as to assess product quality and the sustainability of the program. The results of this activity include the formation of a skilled youth group, environmentally friendly charcoal products with market value, and training modules and videos as learning tools. This program is expected to encourage economic independence and increase environmental awareness by utilizing waste productively.
THE Community Outreach on Alternative Energy from New and Renewable Energy Sources through Appropriate Technology for the Residents of Sawah Lebar Baru Subdistrict, Ratu Agung District, Bengkulu City Angky Puspawan; Agustin Gunawan; A Sofwan FA; Afdhal Kurniawan Mainil; Alex Surapati; Fepy Supriani; Hardiansyah Hardiansyah; Helmizar Helmizar; Nurul Iman Supardi; Zuliantoni Zuliantoni
Dharmakayana Vol 3 No 1 (2026): Mei : Dharmakayana: Journal of scientists, engineers, educators and scientific ac
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dk.v3i1.49191

Abstract

The increasing demand for energy, driven by population growth and economic activities, necessitates the utilization of sustainable alternative energy sources. New and Renewable Energy (NRE) has become one of the key solutions to reduce dependence on depleting fossil fuels, which also have negative impacts on the environment. This community service activity aims to enhance public knowledge and understanding of alternative energy utilization based on NRE through the application of appropriate technology. The methods employed include community outreach, educational sessions, and simple demonstrations of alternative energy technologies. The activity was conducted in Sawah Lebar Baru Subdistrict, Ratu Agung District, Bengkulu City, which is one of the two assisted areas of the Faculty of Engineering, University of Bengkulu. The results indicate an improvement in community understanding of alternative energy concepts as well as an increased interest in adopting simple technologies such as biogas, biomass, and solar energy. Therefore, this activity is expected to promote community energy independence and resilience, support sustainable development at the local level, and contribute to the government’s national energy security program.