Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

OTORITAS HAKIM PEREMPUAN DALAM DIALEKTIKA FIKIH: PERSPEKTIF KRITIS KOMPARATIF Pratiwi Aurina Herman Sumantri
SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Syariah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/sangaji.v8i2.3460

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dialektika pemikiran hukum Islam terkait otoritas hakim perempuan melalui studi komparatif antara pemikiran Imam Abu Hanifah dan Imam Syafi'i. Dengan menggunakan metode content analysis dan pendekatan kritis komparatif, penelitian mengeksplorasi perspektif kedua imam dalam memposisikan peran perempuan dalam ranah peradilan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan dalam pandangan kedua imam. Imam Abu Hanifah menampilkan pendekatan rasionalis yang lebih terbuka, menempatkan kompetensi intelektual dan integritas moral di atas konstruksi normatif berbasis gender. Sebaliknya, Imam Syafi'i mengambil sikap lebih konservatif dengan pembacaan tekstual yang ketat terhadap sumber-sumber keagamaan. Studi ini mengungkap bahwa konstruksi hukum Islam tidak bersifat monolitik, melainkan multi-interpretatif. Perspektif kritis komparatif berhasil membongkar konstruksi hegemonik dalam wacana hukum Islam yang cenderung androsentris. Penelitian menyimpulkan bahwa pemikiran kedua imam memberikan fondasi intelektual untuk transformasi pemahaman tentang peran perempuan dalam struktur hukum Islam, sekaligus menunjukkan fleksibilitas inherent dalam tradisi fikih.Temuan penelitian berkontribusi pada wacana kontemporer tentang kesetaraan gender, hak asasi, dan dinamika sosial dalam sistem hukum Islam
Dinamika Uang Panai’ dalam Perkawinan Suku Bugis Makassar di Sentani, Papua: antara Tradisi dan Realitas Sosial: Dynamics of Uang Panai in Bugis Makassar Marriages in Sentani, Papua: Between Tradition and Social Reality karim karim; Faisal Faisal; Hendra Yulia Rahman; Pratiwi Aurina Herman Sumantri; Nur Atika
ISTIDLAL Vol 5 No 01 (2026): AL-AQWAL : Jurnal Kajian Hukum Islam
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Fattahul Muluk Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53491/alaqwal.v5i01.2053

Abstract

This study examines the dynamics of Uang Panai’ in the marriages of the Bugis Makassar ethnic group in Sentani, Papua: between tradition and social reality, focusing on how the tradition of Uang Panai’ evolves, how it is practiced, and the social and economic impacts arising from its implementation.The research employs a qualitative method, with data collected through observation, interviews, and documentation involving customary actors, families of prospective brides and grooms, and community leaders of the Bugis-Makassar.The findings show that Uang Panai’ remains an important tradition that determines social status and family dignity, with the amount determined based on factors such as lineage, education, occupation, and the economic condition of the bride. The practice of Uang Panai’ has significant social impacts, serving as a symbol of prestige as well as a source of family pride, but it can also cause delays or even prevent marriage if its demands are not met. Economically, Uang Panai’ often becomes a heavy burden for prospective grooms, encouraging them to migrate or increase their income before marriage.These findings reveal a negotiation between efforts to preserve tradition and adapt to the socio-economic realities of the local community, showing that the practice of Uang Panai’ has undergone changes in value and meaning in the context of migration and cultural acculturation in Papua.