Abstract: This study aims to analyze the accessibility of public facilities to the planned Medan Light Rail Transit (LRT) network using a Geographic Information System (GIS)-based spatial approach. Spatial data consisting of LRT corridors, station locations, and public facilities were analyzed using QGIS through buffer and overlay methods. Service coverage was evaluated using radius of 250 m, 500 m, and 750 m. The results show that the number of accessible public facilities increases as the service radius expands. At the 250 m radius, 265 public facilities were covered, increasing to 898 facilities at 500 m and 1,782 facilities at 750 m. The 750 m radius provided the highest accessibility, covering most educational, healthcare, governmental, commercial, and supporting public facilities. These findings indicate that the Medan LRT network has strong potential to improve accessibility to public facilities and support sustainable urban mobility. The results can serve as a reference for transportation planning and the optimization of public transit services in Medan City. Keywords: Accessibility, Geographic Information System, Light Rail Transit, Public Facilities, Spatial Analysis. Abstrak: Penelitian Pembangunan transportasi publik yang efektif memerlukan informasi mengenai sejauh mana layanan transportasi mampu menjangkau berbagai fasilitas publik yang menjadi tujuan aktivitas masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan jangkauan layanan LRT Medan terhadap fasilitas publik menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Data yang digunakan meliputi jalur dan stasiun LRT serta berbagai fasilitas publik, seperti fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, pemerintahan, niaga, kantor pos, kantor PLN, kawasan industri, SPBU, dan puskesmas. Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak QGIS melalui metode buffer dan overlay dengan radius 250 m, 500 m, dan 750 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar radius jangkauan layanan, semakin banyak fasilitas publik yang dapat dijangkau oleh LRT. Pada radius 250 m terdapat 265 fasilitas publik yang terjangkau, meningkat menjadi 898 fasilitas pada radius 500 m, dan mencapai 1.782 fasilitas pada radius 750 m. Hasil ini menunjukkan bahwa radius 750 m memberikan cakupan layanan yang paling luas terhadap fasilitas publik di Kota Medan. Dengan demikian, LRT Medan memiliki potensi yang baik dalam meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap berbagai fasilitas publik serta mendukung pengembangan transportasi perkotaan yang lebih efektif dan berkelanjutan. Kata kunci: Aksesibilitas, Analisis Spasial, Fasilitas Publik, Light Rail Transit, Sistem Informasi Geografis