Ratna Devy Winayanti
Department of Psychology, Universitas Pendidikan Nasional, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Resolving Career Dilemmas: An Individual Assessment Approach to Career Planning Ratna Devy Winayanti; Fendy Suhariadi; Ni Made Ayu Yuli Pratiwi; Ni Nyoman Imas Pradnyanita Wistarini; Putu Riana Artyanti Putri
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 2 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v14i2.19251

Abstract

The management of capitation funds in the National Health Insurance (JKN) system required competent individuals to ensure transparency and financial accountability at primary healthcare facilities (FKTP). The JKN treasurer held a strategic role in planning, fund distribution, and reporting, making it necessary for the selection and assessment processes to be conducted comprehensively. This study aimed to evaluate the competencies of a JKN treasurer candidate based on analytical skills, planning, accuracy, communication, and work responsibility to ensure effective capitation fund management. The subject of this study was one treasured candidate, referred to by the initials AS. The research employed a multi-instrument assessment approach consisting of the Intelligence Structure Test (IST), DISC, Kraepelin, Papikostik, structured interviews, as well as the DAP (Draw-A-Person) test and Holland Self Inventory to understand the individual's personality traits and career interests. The results showed that the subject possessed strong intellectual potential and a personality profile compatible with administrative roles, based on Holland’s theory. However, aspects such as work responsibility and task planning still need improvement. The implications of this study emphasized the importance of an adaptive, competency-based assessment system and the need for continuous development programs. As a follow-up, a monitoring period of at least three months was conducted to observe the implementation of assessment recommendations and to ensure measurable improvements in the subject’s job performance. Pengelolaan dana kapitasi dalam sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) memerlukan individu yang kompeten untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas keuangan di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP). Bendahara JKN memegang peran strategis dalam perencanaan, penyaluran, dan pelaporan dana, sehingga proses seleksi dan asesmen kompetensi harus dilakukan secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kompetensi calon Bendahara JKN berdasarkan aspek kemampuan analitis, perencanaan, ketelitian, komunikasi, dan tanggung jawab kerja guna memastikan efektivitas pengelolaan dana kapitasi. Subjek dalam penelitian ini adalah satu orang calon bendahara dengan inisial AS. Metode penelitian menggunakan pendekatan asesmen multi-instrumen yang terdiri dari Struktur Tes Intelijensi (IST), DISC, Kraepelin, Papikostik, wawancara terstruktur, serta tes DAP (Draw-A-Person) dan Holland Self Inventory yang digunakan untuk memahami aspek kepribadian dan minat kerja individu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek memiliki potensi intelektual yang baik serta kecenderungan kepribadian yang sesuai dengan karakteristik pekerjaan administratif berdasarkan teori Holland. Namun demikian, aspek tanggung jawab kerja dan perencanaan tugas masih perlu ditingkatkan. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan pentingnya asesmen berbasis kompetensi yang adaptif serta perlunya program pengembangan berkelanjutan. Sebagai tindak lanjut, dilakukan pemantauan selama minimal tiga bulan untuk mengamati efektivitas implementasi rekomendasi asesmen dan memastikan peningkatan kinerja subjek secara nyata di lapangan.
Fostering Children's Independence: Behavioral Modification Strategies for Diaper Dependency Putu Riana Artyanti Putri; Putu Ayu Onik Pratidina; Ratna Devy Winayanti; Dita Lestari; Fiqih Amalia
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 2 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v14i2.19252

Abstract

Children who were accustomed to using diapers often experienced difficulties in breaking this habit, requiring effective intervention strategies to enhance independence in using the toilet. This study aimed to evaluate the effectiveness of the modeling method in improving toilet training skills in children through video-based intervention and positive reinforcement. The research method used was an experimental approach with a Single-Subject Experimental Design (SSED) utilizing an A-B-A-B reversal design to observe behavioral changes before and after the intervention. The results indicated that the client was able to understand instructions and imitate toilet training behaviors from the provided video, showing an increase in the frequency and duration of not using diapers at home. However, the client still faced difficulties in defecating in the toilet and continued to use diapers in certain situations, such as at school or during sleep. The implications of this study suggested that the modeling method could be an effective strategy in establishing toilet training habits with consistent environmental support and appropriate reinforcement, making it applicable in broader educational and parenting contexts. Anak yang terbiasa menggunakan pampers sering mengalami kesulitan dalam melepas kebiasaan tersebut sehingga diperlukan strategi intervensi yang efektif untuk meningkatkan kemandirian dalam menggunakan toilet. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas metode modeling dalam meningkatkan keterampilan toilet training pada anak melalui intervensi berbasis video dan reinforcement positif. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain Single-Subject Experimental Design (SSED) menggunakan A-B-A-B reversal design untuk mengamati perubahan perilaku sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klien mampu memahami instruksi dan meniru perilaku toilet training dari video yang diberikan serta mengalami peningkatan dalam frekuensi dan durasi tidak menggunakan pampers di rumah. Namun, klien masih mengalami kesulitan dalam buang air besar di kloset dan tetap menggunakan pampers dalam situasi tertentu seperti saat berada di sekolah atau tidur. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa metode modeling dapat menjadi strategi efektif dalam membentuk kebiasaan toilet training dengan dukungan lingkungan yang konsisten serta reinforcement yang tepat sehingga dapat diterapkan secara lebih luas dalam konteks pendidikan dan pengasuhan anak.