Kimberley Maharani Maulibulung Hutapea
Universitas Prima Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Healthy Roots of Community: Social Empowerment in Inclusive Health Service Practices Kimberley Maharani Maulibulung Hutapea; Dwight Mahaputera Marulitua Hutapea
Journal of Public Health Indonesian Vol. 2 No. 2 (2025): JULY-JHH
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/nshzf341

Abstract

This study examines the dynamics of social empowerment in inclusive health service practices in Medan City using a descriptive qualitative approach. The background of this study stems from structural inequalities in access to and quality of health services, which place marginalized communities as passive recipients of health programs. Although the rhetoric of participation and inclusivity is often emphasized in policy documents, field practice demonstrates the dominance of a top-down approach that fails to adequately consider local values, power relations, and the socio-cultural context of the community. Through in-depth observations and interviews in several sub-districts such as Medan Marelan, Belawan, and Tembung, this study uncovers the importance of transforming the role of cadres and communities as active subjects who independently manage the health agenda. Thematic analysis results indicate that the success of equitable and inclusive service delivery depends heavily on genuine community involvement throughout the program cycle and the recognition of local knowledge as social capital. Approaches such as Community-Based Participatory Research (CBPR) and Asset-Based Community Development (ABCD) have proven relevant in building democratic and equitable health practices. This research emphasizes that health service must be a dialectical space that encourages social transformation, not simply an administrative instrument that reproduces inequality.
Hambatan yang Dirasakan dalam Kepatuhan Pengobatan pada Orang Dewasa dengan Diabetes Melitus Tipe 2 Dwight Marulitua Mahaputera Hutapea; Kimberley Maharani Maulibulung Hutapea
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.51115

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 (DM tipe 2) merupakan penyakit kronisdengan prevalensi yang terus meningkat di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Kepatuhan pengobatan menjadi kunciutama dalam keberhasilan manajemen DM tipe 2, namunmasih banyak hambatan yang memengaruhinya. Penelitian inibertujuan mengeksplorasi kepatuhan pengobatan sertahambatan yang dirasakan oleh orang dewasa dengan DM tipe2. Penelitian menggunakan desain mixed method sequential explanatory dengan tahap kuantitatif melibatkan 164 partisipanmelalui kuesioner untuk mengukur tingkat kepatuhan dan hambatan, dilanjutkan dengan tahap kualitatif melaluiwawancara mendalam mengenai pengalaman subjektif.Sebanyak 90 responden (54,9%) patuh terhadap pengobatan, sedangkan 74 responden (45,1%) tidak patuh. tujuh temautama hambatan yang ditemukan meliputi: lupa karenarutinitas yang sibuk, persepsi negatif terhadap efek sampingobat, biaya dan akses layanan kesehatan, kurangnya dukungankeluarga, kompleksitas regimen obat, sikap terhadap obat, serta informasi dari tenaga kesehatan. Hambatan-hambatantersebut menunjukkan perlunya pendekatan holistik dan dukungan interprofesional untuk meningkatkan kepatuhanpengobatan pada pasien DM tipe 2.
Dinamika Manajemen Keperawatan Bangsal Rawat Inap: Suatu Ulasan Literatur Kimberley Maharani Maulibulung Hutapea
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55506

Abstract

Latar Belakang manajemen keperawatan di bangsal rawat inap merupakan aspek penting dalam menjamin kualitas pelayanan keperawatan dan keselamatan pasien. Dinamika yang terjadi dalam praktik manajerial, termasuk perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian, memengaruhi efektivitas tim keperawatan dan mutu asuhan pasien. Tujuan artikel untuk mengulas literatur terkait dinamika manajemen keperawatan di bangsal rawat inap, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi praktik manajerial, serta menyoroti tantangan dan strategi pengelolaan yang efektif. Metode kajian ini dilakukan melalui 30 ulasan literatur dari jurnal ilmiah, tahun 2020-2025 yang membahas manajemen keperawatan bangsal rawat inap. Proses seleksi literatur mengikuti prinsip PRISMA untuk memastikan relevansi dan kualitas data yang dikaji. Fokus utama penelitian meliputi 4 tema: (1) Implementasi fungsi manajerial kepala ruangan dibangsal rawat inap, (2) Kepemimpinan kepala ruagan dan dinamika tim keprawatan(3) Dampak manajemen keperawatan terhadap kinerja keperawatan, (4) Manajemen keperawatan dan mutu serta keselamatan pasien, kinerja perawat, dan keselamatan pasien. Ulasan menunjukkan bahwa manajemen keperawatan bangsal rawat inap dipengaruhi oleh kepemimpinan kepala bangsal, kompetensi perawat, budaya organisasi, dan ketersediaan sumber daya. Praktik manajerial yang efektif meningkatkan koordinasi tim, kepuasan kerja perawat, serta keselamatan dan kualitas pelayanan pasien. Tantangan yang sering ditemui termasuk beban kerja tinggi, keterbatasan staf, dan resistensi terhadap perubahan manajerial. Dinamika manajemen keperawatan di bangsal rawat inap bersifat kompleks dan multidimensional. Strategi manajemen yang adaptif, kepemimpinan yang kolaboratif, dan peningkatan kompetensi perawat menjadi kunci dalam meningkatkan efektivitas pelayanan.
Kesiapan Perawat dalam Menghadapi Transformasi Manajemen Keperawatan di Rumah Sakit: Narrative Review Kimberley Maharani Maulibulung Hutapea
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57883

Abstract

Perubahan manajemen keperawatan di rumah sakit merupakan fenomena yang tidak terelakkan akibat perkembangan teknologi, tuntutan mutu pelayanan, dan dinamika sistem kesehatan global. Kesiapan perawat (readiness for change) menjadi faktor kunci dalam keberhasilan implementasi perubahan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapan perawat dalam menghadapi transformasi manajemen keperawatan melalui pendekatan narrative review. Metode yang digunakan adalah penelusuran deskripsi literatur dari database Scopus, PubMed, dan Google Scholar dengan rentang tahun 2020–2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa kesiapan perawat dipengaruhi oleh tiga dimensi utama: faktor individu (pengetahuan, sikap, self-efficacy), faktor organisasi (budaya organisasi, komunikasi, dukungan sumber daya), dan faktor kepemimpinan (gaya kepemimpinan transformasional, komunikasi, dan empowerment). Faktor kepemimpinan terbukti memiliki peran paling dominan dalam memediasi hubungan antara faktor individu dan organisasi terhadap kesiapan perubahan. Kesiapan perawat merupakan konstruksi multidimensional yang membutuhkan pendekatan sistemik berbasis individu, organisasi, dan kepemimpinan untuk memastikan keberhasilan transformasi manajemen keperawatan.