Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Keadilan Gender dalam Poligami Menurut M. Quraish Shihab dan Relavansinya Terhadap Keluarga Sakinah Mawaddah Wa Rahmah Suci Oktaria; Mohammad Yasir Fauzi; Ahmad Fauzan
Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik Vol. 5 No. 4 (2025): (JIHHP) Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik
Publisher : Dinasti Review Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jihhp.v5i4.4575

Abstract

Poligami dalam Islam sering menjadi topik perdebatan, terutama dalam konteks keadilan gender dan keharmonisan rumah tangga. M. Quraish Shihab memandang poligami sebagai rukhshah (keringanan) yang diperbolehkan dalam kondisi tertentu, dengan syarat utama adalah keadilan. Namun, dalam praktiknya, aspek keadilan ini sering kali sulit diwujudkan, terutama dalam aspek emosional dan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pandangan M. Quraish Shihab mengenai poligami serta relevansinya terhadap konsep keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relevansi keadilan poligami menurut M Qurais Shihab dengan mewujudkan keluarga yang sakinah mawadah warahmah adalah adalah apabila seorang laki-laki dapat memperlakukan istri-istrinya dengan adil sesuai kemampuannya, seperti berlaku adil dalam rasa suka yang berlandaskan akal, memperlakukan istri dengan baik, serta berlaku adil dalam hal material. Selain itu, keduanya harus menyadari peran masing-masing dalam keluarga, di mana laki-laki bertanggung jawab dalam kepemimpinan, sedangkan perempuan berperan dalam menciptakan ketenangan serta mendidik anak-anaknya. Dengan usaha ini, keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah diharapkan dapat terwujud, sebagaimana hasil penelitian yang dilakukan oleh Khoirul Abror (2016), yang menyatakan bahwa keharmonisan dapat tercipta salah satunya melalui faktor internal dalam keluarga itu sendiri.
Vasektomi dan Dampaknya Terhadap keluarga Perspektif Maslahah Anisa Lutfiana Safitri AR; Eko Hidayat; Ahmad Fauzan
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Agustus - September 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i3.1197

Abstract

Vasektomi sebagai metode kontrasepsi permanen pria masih menimbulkan kontroversi, baik secara medis maupun dalam pandangan hukum Islam. Di tengah ketidakkonsistenan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait hukum vasektomi, dibutuhkan pendekatan yang lebih kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak vasektomi dalam kehidupan keluarga menggunakan perspektif maslahah, yaitu prinsip kemanfaatan dalam hukum Islam. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif-analitis dengan pendekatan studi kepustakaan serta wawancara lapangan terhadap salah satu pengguna vasektomi (Bapak S) di Lampung Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa vasektomi tidak menimbulkan efek negatif terhadap kesehatan maupun keharmonisan keluarga. Justru , dari sisi kesehatan dan psikologis, subjek penelitian merasa lebih sehat dan ringan pasca tindakan vasektomi. Keharmonisan rumah tangga juga tetap terjaga, bahkan meningkat. Dalam perspektif maslahah, tindakan vasektomi dinilai membawa kemaslahatan, khususnya ketika dilakukan untuk melindungi kesehatan pasangan dan menjaga keseimbangan keluarga. Kesimpulannya, praktik vasektomi dapat diterima secara syar’i apabila dilakukan dengan kesadaran, persetujuan bersama, dan dalam kondisi yang menunjukkan adanya kebutuhan nyata serta kemaslahatan yang kuat. Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan maslahah memberi ruang fleksibilitas dalam hukum Islam untuk merespons kebutuhan kontemporer yang relevan dengan keberlangsungan keluarga sakinah.