Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi Pengobatan Batuk Pilek pada Siswa-Siswi Sekolah Kami di Kota Bekasi Septiani; Dyah Ayuwati Waluyo; Yassmin Athaya Yoelianto; Vio Eklesia Yulia Rau; Marlen Lisapaly; Hanifa Amalia; Lusi Sulastri; Yuni Ay Yani; M. Ali Akbar; Daffa Mardlotillah; Berlian Setya Maghribi; M. Masum Mundari
Mosaic: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 3 (2024): Desember 2024
Publisher : Academic Bright Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/mosaic.v1i3.518

Abstract

Flu biasa atau batuk pilek adalah jenis Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang sangat umum di masyarakat. Swamedikasi merupakan upaya pengobatan yang dilakukan sendiri, biasanya dilakukan untuk mengatasi keluhan-keluhan dan penyakit ringan yang banyak dialami masyarakat, seperti demam, nyeri, pusing, batuk, influenza, sakit maag, cacingan, diare, penyakit kulit dan lain-lain. Obat-obatan yang umumnya digunakan untuk swamedikasi dikenal sebagai obat tanpa resep atau obat bebas. Obat bebas ini dapat diperoleh di berbagai tempat seperti warung, apotek, dan supermarket. Sementara itu, obat-obatan yang harus diperoleh melalui resep dokter disebut obat resep. Edukasi kepada masyarakat, khususnya siswa di Sekolah Kami, menjadi sangat penting untuk memastikan mereka memiliki pemahaman yang benar tentang penggunaan obat, mampu menyaring informasi yang valid, dan tidak terpengaruh oleh promosi obat yang menyesatkan. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah penyuluhan, yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa- siswi di Sekolah Kami. Peserta kegiatan ini adalah siswa SD kelas 1 sampai SD kelas 6 dan siswa SMP kelas 1 sampai SMP kelas 3 Setelah kegiatan penyuluhan dilakukan, hasil post-test menunjukkan peningkatan yang signifikan, dengan rata-rata 91,4% responden berhasil menjawab soal dengan benar. Hasil kegiatan ini memperlihatkan bahwa edukasi dapat berdampak positif pada pengetahuan siswa-siswi tentang kesehatan, terutama dalam mengenali penyakit umum seperti batuk pilek serta meningkatkan literasi kesehatan siswa dan membantu mereka melakukan swamedikasi yang aman.
PERBANDINGAN HASIL PEMERIKSAAN HEMOGLOBIN MENGGUNAKAN HEMOGLOBIN METER DAN HEMATOLOGY ANALYZER PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS KRAMAT JATI Vio Eklesia Yulia Rau; Enny Khotimah; Dian Rachma Wijayanti
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 13 No 1 (2026)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/wiyata.v13i1.1058

Abstract

Latar belakang: Ibu hamil termasuk dalam salah satu kelompok rentan terhadap masalah gizi, terutama yang disebabkan oleh kekurangan zat besi yang mengakibatkan anemia. Anemia pada kehamilan dapat menimbulkan resiko bagi ibu hamil atau janin, sehingga diperlukannya pemeriksaan hemoglobin selama masa kehamilan. Pemeriksaan hemoglobin umumnya menggunakan alat hematology analyzer, tetapi pada fasilitas kesehatan tingkat primer menggunakan alat hemoglobin meter. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui perbandingan hasil pemeriksaan hemoglobin menggunakan hemoglobin meter dan hematology analyzer. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik menggunakan pendekatan cross-sectional, di mana pengukuran variabel dilakukan pada satu waktu. Data yang digunakan adalah data primer. Pemeriksaan kadar hemoglobin dilakukan menggunakan hemoglobin meter (point-of-care testing/POCT) serta hematology analyzer sebagai metode standar laboratorium. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik Wilcoxon karena data bersifat berpasangan dan tidak berdistribusi normal.. Hasil: penelitian menunjukan hasil rata-rata hemoglobin meter lebih rendah yaitu 11,57 g/dL daripada hematology analyzer 11,96 g/dL. Hasil penelitian berdasarkan uji statistik menggunakan uji Wilcoxon didapatkan nilai Asymp Sig 0,000, nilai ini menunjukan < 0,05. Simpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan terhadap alat hemoglobin meter dan hematology analyzer pada ibu hamil di Puskesmas Kramat Jati. Hal ini disebabkan oleh perbedaan prinsip kerja alat. Hemoglobin meter berbasis POCT lebih praktis, namun memiliki akurasi yang lebih rendah dibandingkan hematology analyzer yang menggunakan metode otomatis dan terstandarisasi. Selain itu, faktor pre-analitik, seperti teknik pengambilan sampel, juga dapat memengaruhi hasil pemeriksaan