Latar belakang: Hipoglikemia merupakan komplikasi akut diabetes melitus tipe 2 (DM tipe 2) yang berpotensi menyebabkan penurunan kesadaran, kejang, hingga kematian apabila tidak dikenali dan ditangani secara tepat. Keluarga memiliki peran penting dalam mengenali tanda dan gejala serta memberikan pertolongan awal sebelum pasien memperoleh penanganan medis. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga pasien DM tipe 2 dalam mengenali dan melakukan penanganan awal hipoglikemia. Metode: Kegiatan melibatkan 45 keluarga pasien DM tipe 2 dan dilaksanakan dalam dua pertemuan. Pertemuan pertama meliputi pre-test, edukasi melalui ceramah dan diskusi interaktif, serta pemberian leaflet. Pertemuan kedua meliputi review materi, demonstrasi dan simulasi penanganan hipoglikemia, post-test, serta evaluasi keterampilan. Hasil: Proporsi peserta dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 11,1% sebelum edukasi menjadi 84,4% setelah edukasi, sedangkan kategori pengetahuan kurang menurun dari 55,6% menjadi 0%. Hasil evaluasi keterampilan menunjukkan bahwa 95,6% peserta mampu mempraktikkan penanganan awal hipoglikemia sesuai langkah yang diajarkan, sedangkan 4,4% masih memerlukan pendampingan. Kesimpulan: Edukasi yang dikombinasikan dengan demonstrasi dan simulasi menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan keluarga dalam penanganan awal hipoglikemia. Pendekatan ini dapat digunakan sebagai strategi edukasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan keluarga dalam memberikan pertolongan awal dan mendukung keselamatan pasien DM tipe 2 di lingkungan rumah.