Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Correlation of Family Support with Anxiety Level in Chronic Kidney Disease (CKD) Patient Undergoing Hemodialysis During the Covid-19 Pandemic Ferly Yacoline Pailungan; Maria Kurnyata Rante Kada
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 1 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i1.5569

Abstract

During the COVID-19 pandemic, major changes occurred in all aspects of life, requiring every individual to adapt to new situations and this led to various psychological problems, one of which was increased anxiety. This also has an impact on patients with chronic renal failure or chronic kidney disease (CKD) who have to undergo hemodialysis in the hospital, so to overcome anxiety, the role or support of the family is needed. This study was to determine the correlation between family support and anxiety in CKD patients undergoing hemodialysis during the COVID-19 pandemic. Design was correlation research with cross sectional design. The population is CKD patients undergoing hemodialysis at Bhayangkara Hospital and Labuang Baji Hospital Makassar, totaling 51 people. Sampling was done by consecutive sampling. The number of samples is 45 respondents. Data collection was carried out using a questionnaire which was an adaptation of the Zung Self-Rating Anxiety Scale instrument and a family support questionnaire developed by Nursalam. Validity and reliability tests were carried out on 30 respondents and obtained the results of the questionnaire r value on all statement items ranging from 0.397 - 0.924, (r count> r table) and Cronbach alpha value of 0.903, it was concluded that all statement items on the anxiety level questionnaire were valid and reliable to use. For the family support questionnaire, the r value on 20 statement items ranged from 0.619 - 0.927 with a Cronbach alpha of 0.961 so it was concluded that the questionnaire was valid and reliable to use. The data in this study were analysed using SPSS Version 22 software. Statistical tests using the Gamma correlation test showed a p value = 0.001 and an α = 0.05 (p < α) and a correlation value of 0.752. Based on the results of statistical tests, it can be concluded that there is a significant correlation between family support and anxiety in patients with chronic renal failure undergoing haemodialysis during the COVID-19 pandemic and shows a strong correlation.
Gerakan Cegah Hipoglikemia Pada Keluarga Penderita DM Tipe 2 Di Wilayah Kerja Puskesmas Tamamaung Makassar Maria Kurnyata Rante Kada; Hasniati Hasniati; Makkasau Makkasau; Muhammad Zukri Malik; I Kade Wijaya; Musmulyadi Musmulyadi
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 3 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i3.465

Abstract

Latar belakang: Hipoglikemia merupakan komplikasi akut diabetes melitus tipe 2 (DM tipe 2) yang berpotensi menyebabkan penurunan kesadaran, kejang, hingga kematian apabila tidak dikenali dan ditangani secara tepat. Keluarga memiliki peran penting dalam mengenali tanda dan gejala serta memberikan pertolongan awal sebelum pasien memperoleh penanganan medis. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga pasien DM tipe 2 dalam mengenali dan melakukan penanganan awal hipoglikemia. Metode: Kegiatan melibatkan 45 keluarga pasien DM tipe 2 dan dilaksanakan dalam dua pertemuan. Pertemuan pertama meliputi pre-test, edukasi melalui ceramah dan diskusi interaktif, serta pemberian leaflet. Pertemuan kedua meliputi review materi, demonstrasi dan simulasi penanganan hipoglikemia, post-test, serta evaluasi keterampilan. Hasil: Proporsi peserta dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 11,1% sebelum edukasi menjadi 84,4% setelah edukasi, sedangkan kategori pengetahuan kurang menurun dari 55,6% menjadi 0%. Hasil evaluasi keterampilan menunjukkan bahwa 95,6% peserta mampu mempraktikkan penanganan awal hipoglikemia sesuai langkah yang diajarkan, sedangkan 4,4% masih memerlukan pendampingan. Kesimpulan: Edukasi yang dikombinasikan dengan demonstrasi dan simulasi menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan keluarga dalam penanganan awal hipoglikemia. Pendekatan ini dapat digunakan sebagai strategi edukasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan keluarga dalam memberikan pertolongan awal dan mendukung keselamatan pasien DM tipe 2 di lingkungan rumah.