Infeksi saluran pernapasan akut, khususnya pneumonia, merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak di bawah usia lima tahun di seluruh dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pneumonia pada anak balita di Batam, Indonesia. Desain penelitian yaitu cross-sectional pada anak usia 0-59 bulan. Sampel diambil dengan simple random sampling. Data dikumpulkan dengan wawancara terpimpin menggunakan kuesioner meliputi faktor social demografi (tingkat pendidikan orang tua, sosial ekonomi, usia, jenis kelamin) dan faktor lingkungan (ventilasi rumah, perokok keluarga, kepadatan rumah, tempat memasak dan bahan utama lantai). Penelitian dianalisis menggunakan binary logistic regression untuk mengidentifikasi faktor risiko signifikan yang berhubungan dengan pneumonia. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara tingkat pendidikan ibu (p=0.034) sosial ekonomi (p=0.012), usia anak (p=0.002), jenis kelamin (p=0.024), ventilasi rumah (p=0.004), perokok keluarga (p=0.008), kepadatan rumah (p=0.039) dan bahan utama lantai (p=0,006) dengan pneumonia (nilai p< 0,05). Factor risiko dominan pneumonia adalah bahan utama lantai (adjusted odds ratio (aOR): 10,8; IK 95%: 2.291-51.684; p=0.003), usia anak (AOR: 3,81; IK: 0.455-10.017; p=0.006). dan sosial ekonomi (AOR: 3.348; IK: 1.277-8.775; p=0.014). Bahan utama lantai, usia anak dan social demografi merupakan faktor risiko signifikan penyebab pneumonia pada anak balita. Peningkatan kesadaran pengasuh/ibu tentang faktor-faktor yang diprediksi diperlukan untuk mengurangi insiden pneumonia pada anak dan meningkatkan kualitas kesehatan anak.