This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Marina Marina
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil Dengan Kepatuhan Mengkomsumsi Tablet Tambah Darah di RSUD Balaraja Tahun 2025 Marina Marina; Omsah Omsah; Sri Ayu Wulandari; Yulie Novadianty Santoso; Lia Setiawati
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.48977

Abstract

Anemia in pregnant women is still a significant health problem in Indonesia with a prevalence reaching 48.9% in 2022. The Indonesian government has provided 90 Iron and Folic Acid Tablets (IFAT) during pregnancy to prevent anemia. Adherence of pregnant women to consuming IFAT is influenced by several factors, one of which is knowledge and attitude. The general objective of this study is to determine the relationship between the knowledge and attitudes of pregnant women and their adherence to consuming IFAT at Balaraja Hospital in 2025. This study uses a cross-sectional design with a quantitative approach. The research was conducted at Balaraja Hospital in May 2025. The study population was all pregnant women in the first, second, and third trimesters. Sampling was done by non-probability sampling with the accidental sampling method. Data was collected through a questionnaire. The results show that there is a significant relationship between knowledge and adherence to IFAT consumption with a p-value of 0.000 < α 0.005. In addition, there is also a significant relationship between the attitude of pregnant women and their adherence to consuming IFAT with a ρ Value of 0.000 < α 0.005. There is a relationship between the knowledge and attitudes of pregnant women and their adherence to consuming iron and folic acid tablets at Balaraja Hospital in 2025
Pengaruh Buah Kurma Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil di Pmb Okta Saprina Kecamatan Bunga Mayang Kabupaten Lampung Utara Vika Mika Dona; Marina Marina
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56208

Abstract

Latar Belakang: Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan yang cukup tinggi dan berisiko menimbulkan komplikasi bagi ibu maupun janin. Upaya peningkatan kadar hemoglobin tidak hanya dilakukan melalui suplementasi tablet Fe, tetapi juga dapat didukung dengan intervensi nonfarmakologis berupa konsumsi buah kurma yang mengandung zat besi dan mineral pendukung pembentukan sel darah merah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi buah kurma terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil di PMB Okta Saprina Kecamatan Bunga Mayang Kabupaten Lampung Utara. Metode: Penelitian ini menerapkan desain kuantitatif dengan metode pra-eksperimental melalui pendekatan one group pretest–posttest design. Sampel studi berjumlah 30 ibu hamil trimester II dan III dengan kadar hemoglobin <11 g/dL yang dipilih memakai teknik purposive sampling. Intervensi diberikan berupa konsumsi buah kurma sebanyak ±7 butir (±100 gram) per hari selama 14 hari. Pengukuran kadar hemoglobin dilaksanakan sebelum dan sesudah intervensi memakai Hb meter. Analisis data meliputi uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji Paired Sample T-Test. Hasil: Hasil penelitian memperlihatkan rata-rata kadar hemoglobin sebelum intervensi sebesar 10,8 g/dL dan sesudah intervensi sebesar 12,1 g/dL, dengan selisih peningkatan rata-rata 1,3 g/dL. Hasil uji Paired Sample T-Test diperoleh p-value = 0,000 (<0,05), yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan konsumsi buah kurma terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil. Kesimpulan dan Saran: Konsumsi buah kurma efektif meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil dan dapat dijadikan sebagai alternatif atau pendamping terapi nonfarmakologis untuk upaya pencegahan serta penanganan anemia selama kehamilan.
Pengaruh Sari Kacang Hijau dengan Kualitas Asi Pada Ibu Menyusui di PMB Mariana Raeni, S. St, Bdn, Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan Alsya Putri; Marina Marina
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56410

Abstract

Kualitas Air Susu Ibu (ASI) merupakan faktor penting dalam menjamin kecukupan nutrisi dan daya tahan tubuh bayi pada enam bulan pertama kehidupan. Status gizi ibu menyusui sangat memengaruhi komposisi dan mutu ASI. Kekurangan asupan protein, zat besi, dan vitamin B kompleks dapat mengganggu proses laktasi secara hormonal maupun metabolik. Pemanfaatan sari kacang hijau sebagai pangan lokal bernilai gizi tinggi berpotensi menjadi intervensi nonfarmakologis untuk meningkatkan kualitas ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian sari kacang hijau terhadap kualitas ASI pada ibu menyusui di PMB Mariana Raeni, S.ST., Bdn Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest design. Sampel penelitian berjumlah 35 ibu menyusui yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Intervensi berupa pemberian sari kacang hijau secara rutin selama periode penelitian. Pengukuran kualitas ASI dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan lembar observasi penilaian kualitas ASI. Analisis data meliputi uji normalitas Shapiro–Wilk dan uji Paired Sample T-Test dengan tingkat signifikansi p-value <0,05. Rata-rata skor kualitas ASI sebelum intervensi sebesar 62,4 dan setelah intervensi meningkat menjadi 74,8 dengan selisih peningkatan 12,4 poin. Hasil uji Paired Sample T-Test menunjukkan p-value = 0,000 (<0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan pemberian sari kacang hijau terhadap peningkatan kualitas ASI pada ibu menyusui. Pemberian sari kacang hijau efektif meningkatkan kualitas ASI dan dapat dijadikan sebagai alternatif intervensi gizi nonfarmakologis berbasis pangan lokal untuk mendukung keberhasilan ASI eksklusif. Disarankan ibu menyusui memperhatikan kecukupan asupan gizi, serta tenaga kesehatan dapat mengintegrasikan edukasi konsumsi pangan lokal bergizi dalam pelayanan kebidanan.