Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DEMAM REUMATIK DENGAN CHOREA SYDENHAM: LAPORAN KASUS Ida Bagus Eka Utama Wija; Keswari Aji Patriawati2
HelFin Journal Vol. 1 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Vokasi Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/helfin.v1i1.5351

Abstract

Demam reumatik merupakan penyakit peradangan akut yang dapat menyertai faringitis yang disebabkan oleh Streptococcus beta-hemolitikus grup A. Chorea Sydenham terjadi pada 15% kasus demam reumatik dan sangat jarang pada dewasa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penanganan yang tepat untuk kasus demam reumatik. Studi ini menggunakan desai case report dari satu pasien yang mengeluhkan gerakannya tidak terkontrol, Pengumpulan data menggunakan data rekam medis dan wawancara dari ibu pasien. Data yang didapat dari pasien akan dibandingkan dengan kajian literatur. Manifestasi chorea muncul dalam 1-6 bulan setelah infeksi streptokokus. Pada pasien dengan diagnosis demam reumatik disertai chorea perlu di berikan Benzatin Penicillin G IM 1.200.000 U sebagai pencegahan primer dan sekunder terhadap infeksi Streptokokus beta-hemolitikus grup A pada faring yang berulang. Untuk mengobati gejala chorea perlu diberikan obat Haloperidol. Pemberian asam Valproat juga disarankan karena lebih cepat waktu penyembuhannya, lebih minim efek samping dan tidak memberikan resiko rekurensi. Pasien dengan demam reumatik dengan atau tanpa karditis perlu dilakukan tirah baring di rumah sakit untuk memantau perkembangan penyakit apabila penyakit berkembang kearah karditis
Demographic Characteristics, Knowledge, Attitudes, and Actions of Mothers Related to Nutrition among Stunting Toddlers Ida Bagus Eka Utama Wija; Wiradi Suryanegara; Louisa Ariantje Langi; Keswari Aji Patriawati
Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Vol 8, No 1 (2026): CONTAGION
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/contagion.v8i1.26138

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem that affects children’s growth and development. Indonesia still has a high prevalence of stunting, including in urban areas such as Bogor. Maternal characteristics and nutrition-related behaviors are important factors to consider when designing effective interventions. This study aims to describe maternal demographics, nutrition-related knowledge, attitudes, and practices, as well as the incidence of stunting among toddlers in Gunung Batu Village, Bogor City. A quantitative descriptive observational design was applied, involving all mothers of stunted toddlers aged 6-59 months registered at the Gunung Batu Community Health Center in February 2025. A total of 54 respondents were selected using total sampling. Data on maternal knowledge, attitudes, and practices were collected through questionnaires, while stunting data were obtained from health center records. Descriptive analysis was conducted using frequencies and percentages. The average maternal age was 30.7 years. Most mothers had completed senior high school or vocational education (42.59%) and were housewives (72.22%). All toddlers in the study (N = 54) were classified as stunted. Most mothers demonstrated good levels of knowledge and practices related to toddler nutrition (96.3%), and all reported positive attitudes. Despite these favorable maternal characteristics, stunting persisted among all toddlers in this study. These findings suggest that factors beyond maternal nutrition-related behaviors may contribute to stunting and highlight the need for further studies to identify additional determinants and strengthen prevention strategies.  Keywords: Stunting, Knowledge, Attitude, Practice, Mother, Toddler, Demography.