Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Abnormal Cardiac Electrophysiological Activity in the Suku Anak Dalam Living in A Malaria-Endemic Area Ade Suryaman; Ismail Fahmi; Sarbaini Sarbaini; Elly Nurachman; Chairil Anwar; Dwi Handayani
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 4 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i4.6411

Abstract

Malaria is a life-threatening parasitic disease. Although the annual incidence of the parasite has decreased, malaria continues to be a health concern. The incidence of malaria remains high in tropical regions. The Suku Anak Dalam is the indigenous population of Jambi who live in the tropical forest. With limited access to healthcare, low levels of education, poor socio-economic status, and a nomadic lifestyle, the Suku Anak Dalam are vulnerable to malaria infections. Malaria infections trigger immune responses that cause issues with capillary blood vessels and the heart. Changes in the electrocardiogram are considered indicative of cardiac problems. This study aims to understand the electrocardiogram patterns of the Suku Anak Dalam community living in malaria-endemic areas, in order to support preventive measures regarding cardiac issues in populations residing in such regions. This research employed a descriptive cross-sectional design, utilising accidental sampling of nine adult members of the Suku Anak Dalam community who reside in the forest area of Sungai Terap Jelutih village, Batin XXIV Sub-district, Batanghari Regency, Jambi Province, and who consented to undergo electrocardiogram (ECG) recording. The ECG results were subsequently analysed descriptively by a ECG specialist, and the findings were then summarised. The results of electrocardiogram recordings from nine respondents showed Left Bundle Branch Block, along with signs of anaemia and hypertension. The conclusion is that the presence of Left Bundle Branch Block may be due to malaria infection, which triggers immune disturbances resulting in capillary and cardiac complications. Continuous cardiac examinations are necessary in endemic areas as a preventive measure.
Pembentukan bystandar CPR di tempat berisiko tinggi terjadinya henti jantung melaui pelatihan BHD kepada life guard kolam renang Telago Ratu Provinsi Jambi. ade suryaman; Yellyanda Yellyanda; Syarbaini Syarbaini; Solihin Sayuti
BINAKES: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Binakes
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35910/binakes.v6i1.1134

Abstract

Angka henti jantung diluar rumah sakit masih tinggi, kemungkinan selamat dari henti jantung sangat kecil. Golden time untuk melakukan pertolongan hanyalah 4-6 menit, pada waktu yang singkat penolong harus mengerti dalam melakukan pertolongan, BHD yang berkualitas meningkatkan peluang keselamatan, tidak ada bystander CPR memepekecil peluang keselmatan. Berenang dapat menyebabkan cedera dan kematian, mengurangi kemungkinan tenggelam atau cedera air merupakan tanggung jawab bersama khususnya lifeguard, ketidak tahuan akibat tidak adanya pelatihan pada lifeguard dalam pertolongan akan menyumbang angka kematian. Pelatihan BHD berstandar AHA menjadi solusi, metode yang digunakan pada pengabdian masyarakat dimulai dengan mengukur pengetahuan dasar mengenai BHD dengan kuisioner, selanjutnya memberikan modul BHD, pelatihan BHD dan simulasi yang dilakukan 1 per 1 kepada peserta, evaluasi akhir diberikan degan kuisoner, setelah 1 bulan secara acak mitra dipilih untuk mengisi kuisioner, hasil dari pelatihan menunjukan penignkatan pengetahuan dan kemapuan lifeguard dalam simulasi pertolongan korban henti jantung.