Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Determinan Ekspor Nikel Indonesia Pasca Kebijakan Hilirisasi Nikel Tahun 2017 - 2024 Lucky Lukman; Rosmegawati Rosmegawati; Mohammad Jon Tasrif; Sumihar M. L. Tobing
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 6 No. 1 (2025): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v6i1.7078

Abstract

Pasca diberlakukannya kebijakan hilirisasi ekspor nikel di Indonesia, fenomena yang terlihat adalah peningkatan signifikan dalam volume dan nilai ekspor nikel, terutama produk olahan seperti ferro-nikel dan nikel murni. Kebijakan ini mendorong pembangunan smelter dan fasilitas pengolahan di dalam negeri, sehingga Indonesia tidak hanya menjual bijih nikel mentah tetapi juga produk dengan nilai tambah yang lebih tinggi. Hal ini berkontribusi pada pertumbuhan industri nikel lokal dan menciptakan lapangan kerja baru. Selain itu, Indonesia semakin berperan sebagai pemain utama di pasar nikel global, seiring dengan meningkatnya permintaan dari sektor kendaraan listrik dan energi terbarukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh produksi nikel, harga nikel, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika, dan jumlah smelter nikel terhadap ekspor nikel Indonesia setelah diberlakukannya kebijakan hilirisasi ekspor nikel. Kebijakan hilirisasi yang diterapkan oleh pemerintah Indonesia bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah produk nikel dengan memprioritaskan pengolahan dalam negeri. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis regresi berganda untuk mengidentifikasi hubungan antara variabel-variabel tersebut dan volume ekspor nikel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Produksi Nikel, Harga Nikel, Nilai Tukar Rupiah dengan Dolar Amerika dan Jumlah Smelter secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Ekspor Nikel Indonesia, (2) Produksi Nikel secara parsial berpengaruh signifikan dan positif terhadap Ekspor Nikel Indonesia pasca diberlakukan nya kebijakan hilirisasi ekspor nikel Indonesia. (3) Harga Nikel secara parsial berpengaruh signifikan dan positif terhadap Ekspor Nikel Indonesia (4) Nilai Tukar Rupiah dengan Dolar Amerika secara parsial berpengaruh signifikan dan positif terhadap Ekspor Nikel Indonesia (5) Jumlah Smelter secara parsial berpengaruh signifikan dan positif terhadap Ekspor Nikel Indonesia.
Pengaruh Dinamis Fintech Peer-To-Peer Lending Dan Nilai Pasar E-Commerce Terhadap Pertumbuhan Usaha Ritel Di Indonesia 2016-2025 : Pendekatan Error Correction Model Lucky Lukman; Rosmegawati Rosmegawati; Mohammad Jon Tasrif; B. Retno Pratiwi Sakti; Tohap Sinambela
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 6 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i6.11708

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dinamis transaksi FinTech Peer-to-Peer Lending dan Nilai Pasar E-Commerce terhadap pertumbuhan usaha sektor perdagangan ritel di Indonesia periode 2016-2025. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder time series, penelitian ini menerapkan Error Correction Model (ECM) untuk menangkap pengaruh jangka pendek dan jangka panjang secara simultan. Hasil uji stasioneritas menunjukkan bahwa ketiga variabel terintegrasi pada derajat satu (I(1)), dan uji kointegrasi Johansen mengindikasikan adanya dua persamaan kointegrasi, sehingga penggunaan ECM dinyatakan sahih.  Hasil estimasi menunjukkan bahwa dalam jangka panjang, FinTech P2P Lending dan Nilai Pasar E-Commerce berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan usaha ritel, dengan FinTech P2P Lending memberikan kontribusi yang lebih dominan. Dalam jangka pendek, perubahan Nilai Pasar E-Commerce memiliki pengaruh yang lebih cepat dan besar dibandingkan perubahan FinTech P2P Lending. Mekanisme koreksi kesalahan (ECT) berjalan dengan sangat efektif, mengindikasikan bahwa setiap ketidakseimbangan dari keseimbangan jangka panjang akan segera dikoreksi pada periode berikutnya. Model regresi memiliki kemampuan prediksi yang sangat baik, dengan koefisien determinasi di atas 80% untuk kedua model.  Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi digital, baik melalui akses pembiayaan FinTech maupun perluasan pasar e-commerce, memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan sektor ritel di Indonesia. Implikasi kebijakan dari temuan ini adalah perlunya penguatan ekosistem FinTech yang inklusif dan peningkatan akses pemanfaatan e-commerce bagi pelaku usaha ritel, terutama UMKM, secara simultan untuk menciptakan sinergi yang mendukung pertumbuhan sektor ritel yang berkelanjutan.
ANALISIS DAMPAK PRODUKSI KELAPA SAWIT DAN HARGA MINYAK NABATI GLOBAL TERHADAP DEFORESTASI DI INDONESIA DENGAN PENDEKATAN VECTOR AUTOREGRESSION (VAR) TAHUN 2016 - 2025 Lucky Lukman; Rosmegawati Rosmegawati; Rozikin Rozikin; Mohammad Jon Tasrif; Arni Kurniati
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 9 No. 1 (2026): COSTING : Journal of Economic, Bussines and Accounting
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/q082bq92

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dinamis jangka pendek dan kontribusi relatif antara produksi kelapa sawit Indonesia, harga minyak kelapa sawit (CPO) global, dan deforestasi di Indonesia selama periode 2016–2025. Metode yang digunakan adalah Vector Autoregression (VAR) untuk mengestimasi interdependensi simultan antar variabel, dilengkapi dengan uji kausalitas Granger, Impulse Response Function (IRF), dan Forecast Error Variance Decomposition (FEVD).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat hubungan kausal jangka pendek yang signifikan dari harga CPO dan produksi sawit terhadap deforestasi, tetapi tidak sebaliknya; (2) estimasi VAR mengungkap bahwa kenaikan harga CPO periode sebelumnya meningkatkan deforestasi saat ini sebesar 45,623 hektar, sementara peningkatan produksi sawit berkontribusi sebesar 5120,4 hektar; (3) deforestasi berpengaruh positif terhadap harga CPO dan produksi, namun efeknya bersifat temporer; (4) hasil FEVD menunjukkan bahwa dalam jangka panjang, sekitar 39,4% variasi deforestasi dijelaskan oleh harga CPO dan produksi, sementara deforestasi sendiri menjelaskan 28,9% variasi harga CPO dan 39,4% variasi produksi. Implikasi kebijakan dari temuan ini menekankan pentingnya pendekatan terintegrasi yang menggabungkan pengendalian harga komoditas, intensifikasi produksi berkelanjutan, dan penguatan tata kelola lahan untuk menekan deforestasi tanpa mengorbankan stabilitas ekonomi sektor sawit.