p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Mitrasehat
Endah Tri Wulandari
Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi/Fakultas Kesehatan, Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH DEMONSTRASI PEMBIDAIAN TERHADAP KETERAMPILAN DALAM MENGHADAPI RISIKO BENCANA GEMPA BUMI Intania Rizkita Dewi; Endah Tri Wulandari; Muhaji
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 2 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i2.565

Abstract

Latar belakang: Cedera yang sering terjadi saat gempa bumi adalah patah tulang. Pertolongan pertama yang terlambat ataupun salah mengakibatkan korban mengalami kerusakan tubuh, kecacatan, bahkan kematian. Pembidaian merupakan salah satu pertolongan pertama yang bertujuan untuk mengistirahatkan tulang yang patah dan mencegah rasa nyeri. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh demonstrasi pembidaian terhadap keterampilan dalam menghadapi risiko bencana gempa bumi di Panti Asuhan Abdul Alim Muhammadiyah Imogiri Bantul. Metode: Desain penelitian ini menggunakan pre eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest. Teknik sampling menggunakan total sampling dengan jumlah responden 29 orang. Instrumen pada penelitian ini menggunakan lembar observasi keterampilan pembidaian dan uji hipotesis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Didapatkan responden terbanyak berdasarkan penilaian pembidaian sebelum diberikan intervensi didapatkan tidak terampil sebanyak 29 orang (100%), setelah diberikan intervensi didapatkan terampil sebanyak 9 orang (31.0%) dan cukup terampil sebanyak 20 orang (69.0%). Hasil uji Wilcoxon didapatkan nilai p-value 0.000 < 0,05. Kesimpulan: Terdapat pengaruh demonstrasi pembidaian terhadap keterampilan dalam menghadapi risiko bencana gempa bumi di Panti Asuhan Abdul Alim Muhammadiyah Imogiri Bantul
STUDI KASUS: MANAJEMEN AIRWAY PASIEN RIWAYAT MEROKOK PADA OPEN REDUCTION INTERNAL FIXATION DENGAN ANESTESI UMUM Maretha Asih Rossiana; Nia Handayani; Endah Tri Wulandari
Jurnal Mitrasehat Vol. 16 No. 1 (2026): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v16i1.571

Abstract

Latar belakang: Tingginya prevalensi merokok pada pasien yang menjalani tindakan Open Reduction Internal Fixation (ORIF) dengan anestesi umum meningkatkan risiko gangguan jalan napas, sehingga diperlukan manajemen airway yang tepat untuk mencegah komplikasi dan menjaga keselamatan pasien. Tujuan: Untuk mengetahui manajemen airway pasien riwayat merokok yang dilakukan Open Reduction Internal Fixation (ORIF) menggunakan anestesi umum di RSUD Sleman. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan pendekatan multiple case study, melibatkan tiga pasien dengan riwayat merokok yang menjalani tindakan Open Reduction Internal Fixation (ORIF) dengan anestesi umum di RSUD Sleman, yang dipilih menggunakan teknik nonprobability sampling dengan metode purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi menggunakan format pengkajian asuhan kepenataan anestesi sesuai standar IPAI sebagai instrumen utama, serta didukung data sekunder yang diperoleh dari rekam medis pasien. Analisis data dilakukan melalui individual case analysis dan cross case analysis. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen airway menggunakan LMA pada tiga pasien dengan riwayat merokok yang menjalani Open Reduction Internal Fixation (ORIF) dengan anestesi umum berhasil mengatasi risiko anestesi, termasuk kesulitan intubasi, gangguan respirasi dan kardiovaskular, serta kegawatan jalan napas pasca operasi, dengan hasil akhir kondisi vital stabil dan jalan napas paten. Kesimpulan: Manajemen airway pada pasien dengan riwayat merokok yang menjalani prosedur Open Reduction Internal Fixation (ORIF) dengan anestesi umum efektif melalui penggunaan Laryngeal Mask Airway (LMA).