Mukamad Rifqi Afianto Arrohman
Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Non-Performing Loan dan BOPO terhadap Return on Assets dengan Firm Size sebagai Variabel Moderasi pada Perusahaan Perbankan Mukamad Rifqi Afianto Arrohman; M. Mustaqim; Cynthia Eka Violita; Devika Cherly Putrihadiningrum
Jambura Accounting Review Vol. 7 No. 2 (2026): Jambura Accounting Review - August 2026
Publisher : Program Studi S1 Akuntansi Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37479/jar.v7i2.323

Abstract

Novelty penelitian ini terletak pada pengujian Firm Size sebagai variabel moderasi dalam hubungan NPL dan BOPO terhadap ROA, mengingat penelitian terdahulu masih menunjukkan hasil yang inkonsisten baik pada pengaruh NPL dan BOPO maupun peran Firm Size terhadap kinerja keuangan. Penelitian ini memberikan perspektif baru dengan mengintegrasikan risiko kredit, efisiensi operasional, dan ukuran perusahaan dalam satu model untuk menjelaskan profitabilitas bank konvensional. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Non-Performing Loan (NPL) dan Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) terhadap Return on Assets (ROA) dengan Firm Size sebagai variabel moderasi pada bank konvensional yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Sampel terdiri atas 14 bank yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan Moderated Regression Analysis (MRA) dengan bantuan EViews. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NPL dan BOPO berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA. Firm Size terbukti memoderasi hubungan antara NPL dan BOPO terhadap ROA. Temuan ini menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berperan penting dalam memperkuat pengaruh faktor internal terhadap profitabilitas perbankan. Implikasi penelitian menegaskan pentingnya pengendalian risiko kredit, peningkatan efisiensi operasional, dan pengelolaan ukuran perusahaan sebagai strategi untuk meningkatkan kinerja keuangan bank secara berkelanjutan.