p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal bit-Tech eCo-Fin
Iwan Irawan
Universitas Bina Nusantara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Nilai-Nilai Pancasila dalam Etika Manajemen Sumber Daya Manusia: Sebuah Tinjauan Sistematis dalam Konteks Indonesia Iwan Irawan
eCo-Fin Vol. 6 No. 3 (2024): eCo-Fin
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/ef.v6i3.1780

Abstract

Penerapan nilai-nilai Pancasila dalam manajemen sumber daya manusia (SDM) di Indonesia menghadapi tantangan signifikan, terutama di tengah arus globalisasi dan digitalisasi yang pesat. Meskipun Pancasila telah lama diakui sebagai landasan etika bangsa, integrasinya dalam praktik manajemen SDM modern masih terbatas dan sulit diterapkan dalam konteks kerja yang semakin kompetitif. Nilai-nilai seperti keadilan sosial, kemanusiaan, persatuan, dan demokrasi kerap terabaikan karena fokus organisasi lebih diarahkan pada produktivitas dan hasil. Persoalan semakin kompleks dengan berkembangnya teknologi digital dalam manajemen SDM, yang memunculkan tantangan baru terkait etika, khususnya dalam hal privasi data dan perlindungan hak-hak karyawan. Organisasi menghadapi dilema antara memanfaatkan teknologi untuk efisiensi kerja dan menjaga prinsip-prinsip etika yang selaras dengan nilai Pancasila. Untuk menjawab tantangan ini, diperlukan pendekatan sistematis yang mampu mengoperasionalisasikan nilai-nilai Pancasila dalam praktik SDM. Pendekatan ini bertujuan menjembatani kesenjangan antara idealisme nasional yang diusung oleh Pancasila dan praktik organisasi yang ada, agar tercipta keseimbangan antara etika nasional dan tuntutan globalisasi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini meninjau berbagai literatur dan menganalisis tantangan yang ada guna merumuskan strategi praktis penerapan Pancasila dalam manajemen SDM. Temuan menunjukkan bahwa meskipun nilai-nilai Pancasila diakui, kekurangan pedoman konkret menjadi hambatan utama dalam implementasinya. Hasil penelitian ini menekankan pentingnya pendidikan karakter berbasis Pancasila dan pengembangan kebijakan digital yang etis sebagai dasar untuk memperkuat loyalitas karyawan dan melindungi hak-hak mereka. Dengan implementasi yang lebih sistematis, organisasi di Indonesia diharapkan dapat memperkuat identitas nasional sambil beradaptasi dengan tuntutan global, sehingga memberikan kontribusi signifikan pada pengembangan SDM yang berkelanjutan, etis, dan berwawasan kebangsaan.
Penerapan Etika Pancasila dalam Pengembangan Kecerdasan Buatan yang Bertanggung Jawab di Indonesia Iwan Irawan
bit-Tech Vol. 7 No. 2 (2024): bit-Tech
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/bt.v7i2.1740

Abstract

Tantangan dalam mengintegrasikan prinsip-prinsip etika berbasis Pancasila ke dalam pengembangan Kecerdasan Buatan (AI) di Indonesia menjadi fokus utama kajian ini. Masalah yang diangkat adalah kebutuhan akan kerangka kerja etika yang mampu menyeimbangkan standar global AI dengan nilai-nilai lokal yang berakar pada Pancasila, terutama dalam konteks sosial-budaya Indonesia yang beragam. Kajian ini bertujuan mengembangkan kerangka kerja etika AI yang didasarkan pada tiga pilar utama nilai Pancasila: keadilan sosial, keberagaman, dan akuntabilitas moral. Pilar-pilar ini dianggap krusial untuk memastikan bahwa pengembangan AI di Indonesia berlangsung secara inklusif, menghormati keberagaman budaya, serta menegakkan transparansi dan tanggung jawab moral. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis, di mana berbagai sumber nasional dan internasional terkait etika AI, Pancasila, dan regulasi AI dianalisis. Artikel dari basis data akademik terkemuka dikaji untuk memperoleh wawasan mendalam. Literatur yang dipilih dianalisis secara kritis guna membangun kerangka kerja konseptual yang mengintegrasikan prinsip-prinsip Pancasila dalam pengembangan dan kebijakan AI di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan prinsip keadilan sosial dalam AI memungkinkan teknologi ini dikembangkan tanpa memperparah ketidaksetaraan sosial. Pilar keberagaman menekankan pentingnya menghormati dan mencerminkan keanekaragaman budaya Indonesia dalam desain dan implementasi AI. Akhirnya, akuntabilitas moral menjamin bahwa pengembangan AI dilakukan dengan mekanisme akuntabilitas yang jelas, terutama dalam hal privasi dan transparansi data. Temuan ini memberikan landasan yang kuat untuk pengembangan AI yang bertanggung jawab di Indonesia dengan mengedepankan prinsip-prinsip etika lokal sesuai nilai-nilai Pancasila.