Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KESIAPAN PENGOPERASIAN STASIUN MANGKANG DI SEMARANG SEBAGAI STASIUN PENUMPANG DAN FASILITAS INTEGRASI THE OPERATIONAL READINESS OF MANGKANG STATION IN SEMARANG AS PASSENGER STATION AND INTEGRATION FACILITY Ellenlies Ellenlies
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 15 No. 3 (2013): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v15i3.1207

Abstract

Minimnya dana untuk pembangunan infrastruktur transportasi khususnya di kereta api, membutuhkan langkah cermat dalam perencanaan perkeretapian ke depan. Penelitian ini mencoba melihat kesiapan Stasiun Mangkang bila digunakan sebagai stasiun penumpang sekaligus bila diintegrasikan dengan Terminal Bus Mangkang. Penelitian dilakukan di Kota Semarang. Pengambilan jumlah sampel dilakukan dengan Simple Random Sampling dan pengambilan data dengan survei wawancara dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan 85% bersedia menggunakan Stasiun Mangkang bila menjadi stasiun penumpang, 87% menyatakan waktu perjalanan akan menjadi lebih cepat, 81% menyatakan biaya perjalanan akan berkurang. Selain itu juga digunakan analisis SWOT untuk melihat pilihan kebijakan yang direkomendasikan. Strategi SO antara lain dengan memanfaatkan infrastruktur, fasilitas yang ada, juga sumber daya manusia untuk bisa mempertahankan dukungan pemerintah daerah. Strategi WO antara lain dengan melakukan penelitian seksama mengenai hak milik tanah baik di Stasiun Mangkang dan Terminal Mangkang dengan didukung pemerintah daerah. Strategi ST antara lain dengan merencanakan dan menjalankan manajemen dan rekayasa lalu lintas yang layak diterapkan. Strategi WT antara lain dengan melakukan pendekatan persuasif ke masyarakat terkait penataan lahan.
PERSEPSI PENUMPANG TERHADAP PERALATAN KESELAMATAN DI DALAM KERETA API PASSENGER PERCEPTION OF THE EQUIPMENT SAFETY IN RAILWAYS Ellenlies Ellenlies; Erna Suharti
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 15 No. 2 (2013): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v15i2.1214

Abstract

Penelitian persepsi penumpang terhadap peralatan keselamatan di dalam kereta api dilakukan dalam rangka melihat sejauhmana masyarakat sebagai penumpang kereta api mengetahui tentang peralatan keselamatan yang ada di dalam kereta api. Penelitian dilakukan di DAOP 2 Bandung dengan survei wawancara kepada penumpang kereta api Argo Parahyangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi penumpang terhadap peralatan keselamatan di dalam kereta api dan upaya perbaikan peralatan keselamatan yang ada. Analisis dalam penelitian ini dengan metode deskriptif kualitatif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 150 responden 53%  takut terjadi kecelakaan ketika naik kereta api, 69 % responden tidak pernah melihat peralatan keselamatan di dalam kereta api, 55% responden tidak mengerti dan tidak mampu menggunakan peralatan keselamatan. 51% responden menginginkan menambah peralatan keselamatan untuk menambah rasa aman. Jenis peralatan keselamatan yang paling diinginkan adalah pemadam kebakaran (25%), alat P3K (13%), palu (11%), dan pintu otomatis (4%). Sebanyak 93% responden menginginkan adanya petunjuk penggunaan peralatan keselamatan. Mengenai letak peralatan keselamatan, 85% responden menginginkan di dekat jendela agar mudah dilihat. Sedangkan 87%  responden menginginkan denda uang untuk hukuman bagi yang mengambil peralatan keselamatan. Dari hasil survei juga didapatkan bahwa DAOP 2 Bandung telah memperbaiki peralatan keselamatan yang ada dengan inovasi pada pemadam kebakaran dengan cara dilempar untuk memadamkan api. Alat tersebut hanya dipegang oleh petugas yang berwenang dikarenakan harganya cukup mahal. Selain itu juga mengganti kaca kereta api dengan mika/akrilik agar tidak mudah pecah jika dilempar batu, kecuali untuk jendela darurat, dan menambah jumlah palu yang sudah banyak yang hilang.