Irja Putra Pratama
Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Internalisasi Nilai Moderasi Beragama dalam Kultur Madrasah Aliyah: Pendekatan Participatory Action Research atas Klarifikasi Kognitif, Refleksi Dialogis, dan Pembiasaan Praksis Irja Putra Pratama; Aristophan Firdaus; Ari Azhari; Davi Putra Setiawan
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 2 Mei 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i2.1082

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai moderasi beragama pada siswa Madrasah Aliyah Negeri 1 Lubuklinggau melalui pendekatan Participatory Action Research. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melibatkan siswa, guru Pendidikan Agama Islam, wali kelas, pembina kegiatan keagamaan, serta unsur pimpinan madrasah sebagai partisipan. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, diskusi kelompok terarah, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman awal siswa tentang moderasi beragama masih bersifat umum dan belum sepenuhnya terhubung dengan praktik kehidupan sehari-hari. Melalui tindakan edukatif-partisipatif, pemahaman siswa berkembang menjadi lebih kontekstual, terutama dalam memahami komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, serta sikap akomodatif terhadap budaya lokal. Internalisasi nilai moderasi berlangsung melalui tiga mekanisme pedagogis, yaitu klarifikasi kognitif, refleksi dialogis, dan pembiasaan praksis. Penelitian ini menegaskan bahwa moderasi beragama tidak cukup ditanamkan melalui penyampaian materi, tetapi juga perlu dibangun melalui dialog, refleksi pengalaman, keteladanan guru, serta budaya madrasah yang mendukung sikap keagamaan yang moderat, toleran, dan inklusif.
Theo-Anthropocentric Religious Moderation Education in an Indonesian Islamic Boarding School Muslih Hidayat; Irja Putra Pratama; Eko Purnomo; Nurul Hidayah; Hamidah Mohamad
GHAITSA : Islamic Education Journal Vol. 7 No. 1 (2026): February
Publisher : Yayasan Darusssalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/ghaitsa.v7i1.2189

Abstract

This study examines the theo-anthropocentric approach as a model of religious moderation education at Askaril Ikhlas Blower Islamic Boarding School, Aceh, Indonesia. The study is grounded in the need to strengthen students’ moral character, religious commitment, tolerance, and social responsibility amid moral decline, social conflict, and the challenges of globalization and digital transformation. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through semi-structured interviews, observation, and documentation involving foundation administrators, boarding school leaders, religious teachers, dormitory supervisors, and students. The findings reveal that religious moderation is internalized through learning activities, worship habituation, student coaching, exemplary behavior, social interaction, and daily boarding school culture. The theo-anthropocentric approach is reflected in three main dimensions: divine awareness, humanitarian values, and environmental responsibility. Divine values are developed through Qur’anic learning, prayer discipline, dhikr, and religious guidance; humanitarian values are strengthened through tolerance, cooperation, compassion, and social care; while environmental responsibility is practiced through cleanliness, water conservation, and care for nature. The study also identifies tazkiyatun nafs through takhalli, tahalli, and tajalli as a spiritual strategy for transforming religious moderation from a cognitive concept into moral and social practice. This study contributes a holistic framework for religious moderation education that integrates faith, humanity, social ethics, and ecological awareness within Islamic boarding school life.