Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRATEGI GURU PAI DALAM MENCEGAH PRILAKU BULLYING DI MIS BUKIT LAWANG Rizky Alfi Syahrin; Masrianto Masrianto
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 4 (2025): APRIL 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku Bullying memiliki dampak negatif di segala aspek kehidupan seperti fisik, psikologis maupun sosial individu, khususnya remaja. Dampak Bullying adalah suatu bentuk perilaku yang timbul sebagai hasil dari ada nya stimulus dan respon. peristiwa Bullying terjadi saat kegiatan belajar mengajar berlangsung di sekolah dengan bentuk verbal maupun non-verbal. Peristiwa Bullying terjadi karena ketidakmampuan korban untuk memberi perlawanan. Peristiwa Bullying yang dilakukan dalam bentuk ejekan buruk yang menyebabkan korban akan merasa trauma, diganggu aktivitasnya ketika dikelas, kemuadian dengan kekerasan fisik seperti dipukul dan lain sebagainya. Salah satu yang dapat berperan dalam membentuk moral, akhlak atau perilaku yang baik pada siswa adalah guru PAI Metode dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif lapangan atau (field reseach). Metode penelitian kualitatif merupakan metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah. Untuk mendapatkan data-datanya yang dibutuhkan dalam penelitian ini digunakan riset lapangan melalui observasi, wawancara dan dokementasi Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Bentuk -bentuk prilaku bullying yang terjadi di MIS Bukit Lawang adalah bullying verbal dan bullying fisik. Prilaku bullying verbal dalam bentuk menghina, mengejek, sindiran, kata kata buruk dan lainnya yang biasanya akan mengakibatkan pada kondisi Kesehatan mental dan psikologis korban yang terganggu. Prilaku bullying secara fisik antara lain memukul, memegang pundak dan badan, menginjak kaki. Bahwa memang bullying secara fisik seperti memukul, menendang, menjambak, mendorong, dan lainnya. Bullying fisik dilihat dari adanya luka atau cedera fisik yang terjadi kepada korban prilaku bullying. Terdapat beberapa strategi yang dilakukan guru PAI dalam mencegah prilaku bullying. Beberapa hal yang dilakukan adalah Membangkitkan Kesadaran Dan Pemahaman Tentang Bullying. Sosialisasi anti bullying dan Membuat Mekanisme Untuk Mencegah Dan Mengelola Bullying di Madrasah. Beberapa kendala yang dihadapi dalam mencegah prilaku bullying adalah Siswa Cenderung Selalu Mengulang Prilaku Bullying. Selajutnya Dukungan serta partisapasi orang tua. Sering kali terjadi Orang tua lah yang memberi stimulasi kepada anak untuk melakukan bullying kepada teman. Terakhir ialah media sosial yang berisi konten dan komentar negatif.
Arah dan Tantangan Kebijakan Pendidikan Islam Berbasis Studi Literatur Rizky Alfi Syahrin; Juliani Juliani; Silvi Sahpitri; Yulia Rama Salsabilla
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/4ksf0543

Abstract

Pendidikan Islam merupakan bagian integral dari sistem pendidikan nasional yang memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter, moral, dan kompetensi peserta didik. Perkembangan global serta tuntutan era Society 5.0 mendorong perlunya kebijakan pendidikan Islam yang adaptif, inovatif, dan berorientasi masa depan tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis arah dan tantangan kebijakan pendidikan Islam di Indonesia berdasarkan kajian literatur. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai sumber berupa buku, artikel jurnal ilmiah, dan regulasi kebijakan pendidikan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arah kebijakan pendidikan Islam mengalami pergeseran menuju penguatan kualitas pendidikan, integrasi nilai keislaman dan ilmu pengetahuan, digitalisasi pembelajaran, serta penguatan moderasi beragama. Namun demikian, implementasi kebijakan tersebut masih menghadapi berbagai tantangan, seperti ketimpangan mutu antar lembaga pendidikan Islam, keterbatasan kompetensi pendidik, lemahnya manajemen pendidikan, serta kesenjangan antara kebijakan normatif dan praktik di lapangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebijakan pendidikan Islam memerlukan penguatan pada aspek perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi agar mampu menjawab tantangan zaman dan berkontribusi optimal dalam pembangunan masyarakat madani Indonesia.