Febby Irianti Deski
Universitas Alifah Padang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EDUKASI DAN PENERAPAN TEKNIK GUIDED IMAGERY BAGI PENDERITA HIPERTENSI SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN TEKANAN DARAH Febby Irianti Deski; Vania Aresti Yendrial
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan (JPIK) Vol. 5 No. 1 (2026): JPIK - Juni 2026 Volume 5 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Alifah Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jpik.v5i1.127

Abstract

Hypertension, or high blood pressure, is a global health problem that requires serious attention. It is known as the silent killer because it often presents no symptoms, causing many individuals to remain unaware of their condition until complications occur. If left uncontrolled, hypertension can lead to severe complications such as stroke, heart attack, pulmonary edema, hearing impairment, and even death. This community service program aimed to improve the ability of individuals with hypertension to control their blood pressure independently through the implementation of the guided imagery technique as a non-pharmacological intervention. The program was conducted on January 9 and 13, 2026, in the Kuranji Community Health Center (Puskesmas Kuranji) Working Area, involving 30 participants. The activities included health education on hypertension, followed by demonstration, mentoring, and hands-on practice of the guided imagery technique. Educational sessions were delivered using leaflets, a laptop, and a projector through lectures, demonstrations, discussions, and question-and-answer sessions. The program was implemented successfully and proceeded smoothly. The evaluation results showed that participant engagement reached 85%, understanding of the educational material was 80%, and participants' skills in performing the guided imagery technique reached 80%. These findings indicate that the implementation of the guided imagery technique can serve as an effective non-pharmacological approach to enhance the ability of individuals with hypertension to manage their blood pressure independently.    
Efektifitas Foot Spa Diabetic terhadap Peningkatan Perfusi Perifer pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Vania Aresti; Febby Irianti Deski
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (JAKMW)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v5i2.1710

Abstract

Penderita DM tipe 2 umumnya mengalami komplikasi ulkus diabetikum yang sebagian besar muncul di tungkai kaki.  Peripheral artery disease (PAD) merupakan faktor resiko terjadinya ulkus, gangren, dan penyembuhan luka yang lambat akibat sirkulasi darah yang tidak lancar pada ekstermitas yang dapat menyebabkan amputasi ekteremitas bawah pada penderita DM. Intervensi keperawatan untuk pasien yang mengalami penurunan sensasi di kaki antara lain manajemen sensasi perifer dan perawatan kaki. Bentuk perawatan kaki antara lain adalah latihan kaki dan menggunakan air hangat. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Foot Spa Diabetic terhadap nilai ankle brachial index pada pasien diabetes melitus (DM) tipe II Di Kelurahan Korong Gadang Wilayah Kerja Puskesmas Kuranji. Jenis penelitian yang digunakan pre eksperimen dengan desain one group pre-post test design . Metode penelitian menggunakan design purposive sampling . Jumlah sample sebanyak 32 orang. Instrumen penelitian yaitu lembar observasi untuk mengobvservasi intervensi Spa kaki diabetik (senam kaki diabetes, skin cleansing, foot massage). Selain itu untuk mengukur sirkulasi darah perifer responden digunakan juga sphygmomanometer dan stetoskop. Data dianalisis secara univariat untuk melihat distribusi data dan secara bivariat menggunakan uji Shapiro-Wilk untuk uji normalitas. Selanjutnya digunakan uji paired sample t-test jika data berdistribusi normal atau uji wilcoxon signed rank test jika data tidak berdistribusi normal dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Penelitian ini dilakukan selama 10 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata nilai ABI sebelum diberikan foot spa diabetic adalah 0,85. Rerata nilai ABI sesudah diberikan foot spa diabetic adalah 0,96. Ada pengaruh foot spa diabetic dengan nilai ABI pada pasien diabetes melitus tipe II Di Kelurahan Korong Gadang Wilayah Kerja Puskesmas Kuranji . Hasil penelitian menunjukan rata-rata nilai ABI sebelum diberi perlakuan adalah 0,85 dan setelah diberikan perlakuan 0,96 didapatkan hasil selisih -0,104. Setelah dilakukan uji statistik Paired T-test didapatkan nilai p value (0,000) < 0,05. Kesimpulan penelitian ini ada pengaruh foot spa diabetic terhadap Nilai Ankle Brachial Index pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Di Kelurahan Korong Gadang Wilayah Kerja Puskesmas Kuranji.
Hubungan Perilaku Bullying Dengan Kesehatan Mental Pada Remaja Di Smp N 28 Padang Tahun 2025 Hilwa Afrilia; Syalvia Oresti; Febby Irianti Deski
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Menulis - Juli
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i7.1302

Abstract

Masa remaja merupakan fase kritis dalam perkembangan psikososial, di mana individu rentan mengalami gangguan kesehatan mental akibat berbagai faktor, salah satunya perilaku bullying. Kejadian bullying di lingkungan sekolah masih sering ditemukan, baik dalam bentuk fisik, verbal, maupun psikologis, yang dapat berdampak pada penurunan kepercayaan diri, prestasi belajar, serta kesehatan mental remaja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan perilaku bullying dengan kesehatan mental pada remaja di SMPN 28 Padang. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan Cross-Sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa di SMPN 28 Padang yang berjumlah 288 orang, dengan sampel sebanyak 74 responden yang dipilih menggunakan teknik Simple Random Sampling berdasarkan rumus Slovin. Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2025. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 10–12 Juni 2025 menggunakan kuesioner Olweus Bully Victim Questionnaire (OBVQ) dan Mental Health Continuum Short Form (MHC-SF). Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 37,8% responden memiliki tingkat perilaku bullying kategori sedang dan 44,6% responden memiliki kesehatan mental kategori sedang. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,002 (p < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku bullying dengan kesehatan mental pada remaja di SMPN 28 Padang. Disarankan agar pihak sekolah menjadikan hasil penelitian ini sebagai bahan masukan dalam upaya meningkatkan kesehatan mental siswa melalui pencegahan bullying, pemberian edukasi dan penyuluhan, serta meningkatkan keterlibatan guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan suportif.