Fanny Ayudia
Universitas Alifah Padang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Terapi Bermain Melipat Kertas (Origami) Terhadap Tingkat Perkembangan Motorik Halus Anak Usia Prasekolah Di Tk It Mutiara Kuranji Padang Devina Maharani; Fanny Ayudia; Rischa Hamdanesti
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Menulis - Juli
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i7.1301

Abstract

Motorik halus merupakan aspek penting tumbuh kembang anak prasekolah. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh terapi bermain melipat kertas (origami) terhadap perkembangan motorik halus anak usia prasekolah di TK IT Mutiara Kuranji Padang. Metode : Jenis penelitian kuantitatif dengan pre-eksperimen desain penelitian “pre-test and post-tes One Group Design”. Penelitian dilakukan di TK IT Mutiara Kuranji Padang. Penelitian dilaksanakan bulan Januari–Agustus 2025. Pengumpulan data 20 Mei - 20 Juni 2025. Populasi penelitian keseluruhan anak prasekolah TK IT Mutiara Kuranji sebanyak 118 anak dengan sampel 21 anak prasekolah. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Analisa data secara univariat dan bivariat. Hasil: penelitian didapatkan rata-rata perkembangan motorik halus anak prasekolah sebelum melipat kertas origami 0.62 dan sesudah melipat origami 2.14. Adanya pengaruh terapi bermain melipat kertas (origami) terhadap perkembangan motorik halus anak prasekolah, berdasarkan uji wilcoxon signed rank test p-value = 0,000. Kesimpulan: penelitian terapi bermain melipat kertas (origami) mempengaruhi perkembangan motorik halus anak usia prasekolah. Diharapkan terapi bermain melipat kertas (origami) dijadikan pembelajaran rutin di TK IT Mutiara Kuranji Padang.
Hubungan Dukungan Keluarga Dan Sikap Dengan Pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) Pada Wanita Usia Subur (WUS) Di Wilayah Kerja Puskesmas Ambacang Padang Regina Restu Amelia; Fanny Ayudia; Vania Aresti Yendrial
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Menulis - Juli
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i7.1351

Abstract

Kanker serviks merupakan kanker urutan kedua di Indonesia. Secara nasional Indonesia terjadi penurunan pemeriksaan IVA 8,3% tahun 2021 dan tahun 2022 menjadi 6,83%. Sumatera Barat pemeriksaan IVA tahun 2021 sebanyak 15% dan terjadi penurunan pada tahun 2022 sebesar 9,99%, ini masih dibawah target nasional 50%. Puskemas Ambacang merupakan cakupan pemeriksaan IVA terendah di Kota Padang Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan sikap dengan pemeriksaan inspeksi visual asam asetat (IVA) pada wanita usia subur (wus) di wilayah kerja Puskesmas Ambacang Padang tahun 2025. Jenis penelitian analitik dengan desain cross sectional study. Penelitian dilaksanakan Maret s/d Agustus tahun 2025. Pengumpulan data tanggal 14 s/d 25 April 2025. Populasi seluruh wanita usia subur yang berada di Kelurahan Pasar Ambacang wilayah kerja Puskesmas Ambacang Padang bulan Januari 2025 berjumlah 556 orang dengan sampel 85 wanita usia subur. Teknik pengambilan sampel proportional random sampling. Penelitian menggunakan kuesioner dengan cara angket. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 61,2% belum pernah melakukan pemeriksaan IVA, 47,1% keluarga tidak mendukung dalam pemeriksaan IVA, 52,9% sikap negatif. Ada hubungan dukungan keluarga dengan pemeriksaan IVA (pvalue=0,000) dan ada hubungan sikap dengan pemeriksaan IVA (pvalue= 0,000). Kesimpulan penelitian adanya hubungan sikap dan dukungan keluarga dengan pemeriksaan IVA. Melalui Pimpinan Puskesmas, diharapkan pihak Puskesmas dapat meningkatkan lagi kegiatan program pemeriksaan IVA dan petugas kesehatan dapat memberikan informasi kepada wanita usia subur untuk melakukan pemeriksaan IVA secara dini di Puskesmas.