Wida Widaningsih
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sundanese culture-based character learning program "Gelar Nyunda" (Case study at SDN 172 Andir Kidul, Bandung City) Wida Widaningsih; Y. T. Herlambang
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 2 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i2.86745

Abstract

The issue of low psychological well-being in elementary schools, mainly due to physical, verbal, and social bullying, is a concern in the 2023 Education Report Card report. This research aims to create a more positive school climate by strengthening character based on Sundanese local culture. Values such as silih asih, silih asah, and silih asuh are integrated into the “Gelar Nyunda” co-curricular program, which is designed using a deep learning approach. The program combines traditional games (Kaulinan Barudak) and colossal angklung performances as a medium for character internalization in a fun and contextual way. The research employed a qualitative approach with a case study design over one year (July 2023-August 2024). Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. Participants consisted of students in grades III and VI, principals, teachers, and homeroom teachers. The results showed that the “Gelar Nyunda” program received a positive response; students seemed enthusiastic, physically and emotionally active, and exhibited a change in attitude, becoming more polite and empathetic. The findings suggest that a culture-based approach, rooted in local context, is effective in shaping character and enhancing the climate of wellbeing in elementary schools.    Abstrak Permasalahan rendahnya kesejahteraan psikologis di sekolah dasar, terutama akibat perundungan fisik, verbal, dan sosial, menjadi perhatian dalam laporan Rapor Pendidikan tahun 2023. Penelitian ini bertujuan menciptakan iklim sekolah yang lebih positif melalui penguatan karakter berbasis budaya lokal Sunda. Nilai-nilai seperti silih asih, silih asah, dan silih asuh diintegrasikan dalam program ko-kurikuler “Gelar Nyunda” yang dirancang menggunakan pendekatan deep learning. Program ini menggabungkan permainan tradisional (Kaulinan Barudak) dan pertunjukan angklung kolosal sebagai media internalisasi karakter secara menyenangkan dan kontekstual. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus selama satu tahun (Juli 2023–Agustus 2024). Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Partisipan terdiri dari murid kelas III dan VI, kepala sekolah, guru, dan wali kelas. Hasil menunjukkan bahwa program “Gelar Nyunda” mendapat respons positif; murid tampak antusias, aktif secara fisik dan emosional, serta menunjukkan perubahan sikap menjadi lebih santun dan empatik. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan berbasis budaya lokal efektif dalam membentuk karakter dan meningkatkan iklim well being di sekolah dasar. Kata Kunci: budaya Sunda; kearifan lokal; pembelajaran ko-kurikuler; penguatan karakter
Urgency of early traffic education: A systematic review of Indonesian policy implementation Wida Widaningsih; Deni Darmawan; Khammateliev Dostnazar Omonovich; Burieva Kibrio Ergashevna
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 2 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i2.84129

Abstract

The high rate of traffic accidents in Indonesia involving children underscores the urgent need for preventive strategies, such as early traffic education, which is not yet systematically integrated into the national curriculum. This study systematically reviews existing policies and the implementation of early traffic education in Indonesia, comparing them with international best practices to propose an integrated framework for improvement. A systematic literature review was conducted on sources from 2019 to 2025, utilizing VOSviewer for a bibliometric analysis to map thematic clusters from relevant articles. The analysis revealed four dominant themes, with a central finding being the lack of structural integration of traffic education in Indonesian schools, which contrasts sharply with the successful interactive models abroad. The findings underscore the urgency of embedding traffic education into the formal curriculum as a component of character building. Key recommendations include formulating a national policy, enhancing teacher training with active learning methods, developing contextual media, and fostering cross-sectoral collaboration to cultivate a sustainable road safety culture.   Abstrak Tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia yang melibatkan anak-anak menyoroti kebutuhan mendesak akan strategi preventif seperti pendidikan lalu lintas usia dini, yang belum terintegrasi secara sistematis ke dalam kurikulum nasional. Penelitian ini bertujuan meninjau secara sistematis kebijakan dan implementasi pendidikan lalu lintas usia dini di Indonesia, membandingkannya dengan praktik terbaik internasional untuk mengusulkan kerangka kerja terpadu. Kajian literatur sistematis dilakukan terhadap sumber dari tahun 2019 hingga 2025, dengan memanfaatkan VOSviewer untuk analisis bibliometrik guna memetakan klaster tematik dari artikel relevan. Analisis mengungkapkan empat tema dominan, dengan temuan utama berupa tidak adanya integrasi struktural pendidikan lalu lintas di sekolah Indonesia, yang sangat kontras dengan model interaktif yang berhasil di luar negeri. Temuan ini menggarisbawahi urgensi untuk memasukkan pendidikan lalu lintas ke dalam kurikulum formal sebagai komponen pembentukan karakter. Rekomendasi utama mencakup perumusan kebijakan nasional, peningkatan pelatihan guru dengan metode pembelajaran aktif, pengembangan media kontekstual, dan pembinaan kolaborasi lintas sektor untuk menumbuhkan budaya keselamatan jalan yang berkelanjutan. Kata Kunci: budaya keselamatan jalan; integrasi kurikulum; pendidikan lalu lintas usia dini