Bambang Joyo Supeno
Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Investasi Dalam Hukum dan Perekonomian Sri Retno Widyorini; Bambang Joyo Supeno; Yasminingrum Yasminingrum
Hukum dan Dinamika Masyarakat Vol 22, No 2 (2024): HUKUM DAN DINAMIKA MASYARAKAT
Publisher : Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus (UNTAG) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/hdm.v22i2.5246

Abstract

Pertumbuhan ekonomi suatu bangsa akan dinilai dari pertumbuhan ekonominya. Pertumbuhan ekonomi membutuhkan modal, karena modal adalah faktor utama untuk melakukan kegiatan dalam berusaha, disamping juga diperlukan managemen dalam pengelolaannya. Salah satu sumber modal dalam pengembangann usaha diperoleh dari adanya penanaman modal melalui kegiatan investasi, terutama penanaman modal asing. Iklim berusaha yabngb sejuk,  nyaman dan aman akan sangat bgerpengaruh terhadap keberhasilan negara dalam menarik investor untuk datang menanamkan modalnya di Indoinesia. Namun ada beberapa kendala yang menjadi hambatan terhadap kepercayaan investor asing. Diantara hambatan tersebut adalah regulasi, SDM, birokrasi dan juga faktor sosial budaya dari masyarakat Indonesia. Oleh karena itulah maka diperlukan adanya kepastian hukum agar tercipta iklim berusaha yang kondusif yang bisa memberikan kenyaman investor khususnya investor asing ketika datang untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Investasi yang berhasil akan menjadi promosi untuk menarik investor asing lainnya ke Indonesia, sehinngga hilirisasinya akan memberikan kesejahteraan masya
A Legal Study of the Implementation of the Collective Music Royalty Management System in Indonesia Sri Retno Widyorini; Husnia Hilmi Wahyuni; Bambang Joyo Supeno
UNTAG Law Review Vol 9, No 2 (2025): UNTAG Law Review
Publisher : Faculty of Law Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/ulrev.v9i2.6721

Abstract

The collective management system regulated by Law Number 28 of 2014 concerning Copyright, Government Regulation Number 56 of 2021, and various ministerial regulations is designed to protect the economic rights of creators, related rights owners, and users of musical works through a royalty collection and distribution mechanism. However, its implementation has given rise to various normative issues, ranging from overlapping authority between LMK and LMKN, unclear licensing mechanisms, and minimal transparency in royalty distribution. This culminated in a number of creators filing judicial review lawsuits against PP 56/2021 and Permenkumham 27/2025, objecting to the system's inconsistency with copyright protection principles. This study aims to legally examine the implementation of the collective music royalty management system in Indonesia and assess its compliance with the principles of justice, legal certainty, and transparency. This study uses a normative legal approach supported by philosophical and conceptual analysis. The results of this study found that the implementation of the collective royalty management system still faces various ineffectiveness, including potential conflicts of interest, administrative burdens, and a lack of institutional accountability. This situation indicates the need for regulatory reformulation and strengthening of institutional governance so that the royalty management system can operate fairly, transparently, and sustainably to support the national music industry ecosystem.