Ainul Gani
Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HAKEKAT PENDIDIKAN PERSPEKTIF HADITS NABI MUHAMMAD SAW M. Amin Nuromi; Shalicha Nafilata Erhassa; Rizki Ananda; Ainul Gani; Guntur Cahaya Kesuma; Amirudin
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 02 (2025): Volume 11 No. 02 Juni 2025
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i02.6362

Abstract

Pendidikan merupakan fondasi utama dalam pembentukan kepribadian dan peradaban manusia. Dalam perspektif Islam, pendidikan tidak hanya mencakup aspek intelektual, tetapi juga aspek spiritual, moral, dan sosial. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji hakekat pendidikan berdasarkan perspektif hadis Nabi Muhammad SAW dengan menyoroti perintah menuntut ilmu, keutamaan belajar dan mengajar, serta urgensi ilmu dalam kehidupan manusia. Melalui pendekatan studi literatur terhadap hadis-hadis yang relevan, penulis menemukan bahwa Rasulullah SAW sangat menekankan pentingnya proses pendidikan sebagai jalan menuju ketakwaan dan kesempurnaan manusia (insan kamil). Hadis-hadis tersebut menegaskan bahwa menuntut ilmu merupakan kewajiban setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan, bahkan dicontohkan untuk mencarinya hingga ke tempat yang jauh. Pendidikan, dalam hadis Nabi, dipandang sebagai jihad fi sabilillah, sarana untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat, serta menjadi amal jariah yang pahalanya terus mengalir. Selain itu, pengajar (alim) mendapat kedudukan tinggi karena mewarisi tugas para nabi. Rasulullah juga menggambarkan ilmu sebagai cahaya yang menerangi jalan hidup dan sebagai penjaga dari kesesatan, sedangkan orang bodoh yang memimpin tanpa ilmu akan menyesatkan umat. Dengan demikian, hakekat pendidikan dalam Islam menekankan pentingnya proses pembinaan yang berkelanjutan, yang mencakup pengembangan potensi jasmani, rohani, intelektual, dan spiritual manusia dalam rangka membentuk pribadi muslim yang berilmu, berakhlak, dan bertanggung jawab sebagai hamba dan khalifah Allah di bumi. Artikel ini juga mengajak umat Islam untuk memuliakan ilmu, memelihara eksistensi ulama, dan menanamkan budaya belajar sepanjang hayat sebagai bagian dari pengamalan ajaran Rasulullah SAW.
Pesan Eskatologis dalam Juz 'Amma: Kajian Hadis Tarbawi atas Refleksi Surat Al-Qari'ah dalam Pembentukan Karakter Muslim di Era Digital Hikma Apriyani; Zulkifli zulkifli; Ainul Gani; Muhammad Akmansyah; Erjati Abas
at-Tarbiyah al-Mustamirrah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : IAIN Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/atjpi.v6i1.14911

Abstract

Eschatological studies in Juz 'Amma, particularly reflections on Surah Al-Qari'ah, have profound relevance to the formation of Muslim character in the current digital era. This research aims to explore the eschatological messages contained in Surah Al-Qari'ah using the tarbawi hadith approach, in order to identify Islamic educational values that can shape the character of Muslims with noble morals amidst the rapid development of technology. The method used in this research is a literature study with a qualitative-descriptive approach. Data were obtained from primary sources, namely the Qur'an and Hadith, as well as secondary literature related to Islamic education and Muslim character. The research results show that the eschatological message in Surah Al-Qari'ah contains strong moral values, such as awareness of the afterlife, moral responsibility, and balance between this world and the hereafter. These values can be internalized in the character formation of Muslims in the digital era through the approach of tarbawi hadith, which emphasizes education based on morality and spirituality. By understanding the eschatological message in Surah Al-Qari'ah, Muslims in the digital era can be wiser in utilizing technology and maintaining moral integrity in their daily lives.
PENDIDIKAN HUMANIS DALAM HADITS NABI TERHADAP PRAKTIK TARBAWI RASULULLAH DALAM SHAHIH AL-BUKHARI Nabila Al Najla; Ainul Gani; Muhammad Akmansyah; Amirudin
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.13393

Abstract

This study examines the humanistic education model reflected in the prophetic traditions (hadith) of the Prophet Muhammad as documented in Sahih al-Bukhari, with a critical focus on the educational (tarbawi) practices of the Prophet. The research is grounded in the problem of the limited exploration of humanistic values within classical hadith sources, despite their significant relevance to contemporary educational challenges. The aim of this study is to identify, analyze, and conceptualize the principles of humanistic education embedded in the Prophet’s pedagogical approaches. This research employs a qualitative library-based methodology, utilizing hadith texts from Sahih al-Bukhari as primary sources and supported by relevant scholarly literature. Data were analyzed using descriptive-analytical and critical approaches to uncover patterns of educational interaction that emphasize dignity, compassion, justice, inclusivity, and respect for individual differences. The findings reveal that the Prophet’s educational practices demonstrate a strong humanistic orientation, characterized by dialogical communication, empathy toward learners, contextual understanding, and moral persuasion rather than coercion. These practices reflect a holistic educational model that integrates cognitive, affective, and ethical dimensions. The study concludes that the humanistic education model derived from prophetic traditions offers a valuable conceptual framework for developing Islamic education that is humane, inclusive, and responsive to contemporary educational needs.