Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

DERADIKALISASI PAHAM AGAMA MELALUI ORGANISASI EKSTRA KAMPUS DI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG Guntur Cahaya Kesuma; Amirudin Amirudin; Subandi Subandi; Dedi Lazwardi; Istihana Istihana
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol 4 No 2 (2019): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jf.v4i2.612

Abstract

The purpose of this paper is to describe holistically the role of extra-campus organizations, especially those at the Radin Intan Islamic State University in Lampung in suppressing radical understanding and fostering moderate Islamic values ​​in the academic environment. This paper is the result of research using a phenomenological approach, aimed at describing the situation or phenomenon that occurs. The method used is a qualitative method in the form of qualitative descriptive analysis. The conclusions of this research are as follows: (1) Understanding the concept of moderate Islamic values ​​that are non-violent (Rahmatan lil 'alamin) in tackling radical understanding at Raden Intan State Islamic University in Lampung using Tawasut, Tasamuh, Tawazun and I'tidal Amar Ma'ruf Nahi Munkar (2) Extra-campus student organizations have a very important role in counteracting radical understanding by socializing and implementing extra-campus student organizations activities that are based on moderate Islamic understanding and implementing the values ​​of Pancasila as the basis of state philosophy. 3) The impact of optimizing the implementation of moderate Islamic values ​​in the activities of extra-campus organizations is very high, this is obtained from the results of the questionnaire students' perceptions about the actualization of moderate Islam with a value of 91%. Tolerance is a characteristic of the Indonesian nation that must be developed in order to strengthen the value of fellow human beings and as an antidote to radical understanding.
GAYA KEPEMIMPINAN SITUASIONAL KEPALA SEKOLAH DI SDN 2 PERUMNAS WAY KANDIS Ridho Hamidan; Amirudin; Subandi
Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Al-Idarah Vol. 7 No. 01 (2022): Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Al-Idarah
Publisher : STIT PRINGSEWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54892/jmpialidarah.v7i01.161

Abstract

Abstrak:Fokus penenelitian ini tentang gaya kepemimpinan kepala sekolah SDN 2 Perumnas Waykandis Bandar Lampung . Tujuan diadakannya peneitian ini adalah untuk mengetahui gaya kepemimpinan kepala sekolah SDN 2 Perumnas Waykandis. Seperti sudah diketahui bahwa gaya kepemimpinan yang dimiliki oleh setiap kepala sekolah ialah berbeda-beda. Tidak ada gaya yag dikatakan paling tepat untuk diterakan mengingat beragamnya karakter masing-masing kepala sekolah hingga berbedanya tingkat kematangan atau maturity tiap-tiap bawahan. Sehingga sangat diperlukan kemampuan kepala sekolah untuk dapat mengetahui karakter atau kematangan masing-masing bawahan serta untuk memahami situasi agar kepala sekolah dapat memilih gaya kepemimpinan seperti apa yang tepat untuk diterapkan.Penelitian ini digali berdasarkan rumusan masalah meliputi: Bagaimana gaya kepemimpinan situasional kepala sekolah SDN 2 Perumnas Waykandisterhadap tingkat kematangan teaga pendidik. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research). Subjek dalam penellitian ini adalah kepala sekolah dan tenaga pendidik, dan objek penelitian ini adalah gaya kepemimpinan situasional kepala sekolah SDN 2 Perumnas Waykandis Bandar Lampung. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kepalasekolah SDN 2 Perumnas Waykandis dalam menghhadapi tingkat kematangan tenaga pendidik ialah menggunakan gaya kepemimpinan intruksional, untuk menghadapi tingkat kematangan kepala sekolah menggunakan gaya kepemimpinan konsultasi, untuk menghadapi tingkat kematangan kepala sekolah menggunakan gaya kepemimpinan partisipasi, dan untuk menghadapi pendidik tingkat kematangan kepala sekolah menggunakan gaya kepemimpinan delegasi. Semua gaya yang digunakan kepala sekolah dalam menghadapi tenaga pendidik mulai dari tingkat hingga sesuai dengan gaya kepemimpinan yang ada pada teori kepemimpinan situasional. Kepala sekolah juga menekankan pentinngnya pengawasan atau kontrol dalam menghadapi semua tingkat kematangan pendidik.
Penerapan Methaporical Thinking: Kemampuan Matematis Peserta Didik Bunga Nurwiyan Putri; Amirudin Amirudin; Dona Dinda Pratiwi
Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Vol 10, No 1 (2022): June 2022
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpms.v10i1.39177

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses belajar belajar di SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung yang menerapkan Metaphorical Thinking apakah memberi berdampak pada kemampuan komunikasi matematis peserta didk. Tidak hanya itu, peneliti juga memberikan soal kepada peserta didik untuk mengetahui hasil pre-survey sebelum dilakukannya treatment kepeda peserta didik. Peneliti juga mengadopsi Posttest Only Control Group Design yang akan diaopsi dalam proses belajar-mengajar di kelas. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan antara kemampuan koneksi matematis antara peserta didik yang yang treatmenat dengan menggunakan pendekatan Metaphorical Thinking serta kelas yang tidak dilakukan treatment. Hasil analisis juga menunjukan bahwa signifikansi 0,042 kurang dari 0,05 hal tersebut merepresentasikan bahwa kemampuan komunikasi matematis antara peserta didik yang menggunakan pendekatan Metaphorical Thinking lebih efektif. Sedangkan kemampuan peserta didik pada kelas kontrol menunjukan bahwa peserta didik tidak mengalami perubahan dalam proses pembelajaran
Potret Kenakalan Santri di Pondok Pesantren: Analisis Faktor, Bentuk dan Upaya Penanggulangannya Ahmad Zainul Abidin; Muhammad Akmansyah; Amirudin Amirudin
Hikmah Vol. 20 No. 1 (2023): Januari-Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Sumatera Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53802/hikmah.v20i1.203

Abstract

Islamic boarding schools are actually a place to educate the character of students, but they are also inseparable from the existence of delinquency at their age. Delinquency cannot be left alone, but requires a special policy to overcome it. Al-Hidayah Keputran Islamic Boarding School has implemented policies in dealing with student delinquency, but there are still cases of delinquency committed by students. The purpose of this study is to reveal the forms, factors, and role of Islamic boarding schools in overcoming it. This research is qualitative in nature, where the primary data sources are the leaders of the Islamic boarding school, teachers and students, and the secondary data are books and documents. The data collection tool uses interview, observation and documentation methods. The results of this study indicate that in terms of dealing with student delinquency, several policies are always applied so that students can comply with Islamic boarding school regulations and policies are adjusted to the forms of delinquency that occur, most of which are delinquency that violates the applicable rules. The results of the efforts made by the al-Hidayah Keputran Islamic boarding school in dealing with student delinquency were 80% successful where this was shown by the deterrent effect and the nature of discipline and making students who violated better, this was due to the students' fear of the consequences of the violations committed.
Potret Kenakalan Santri di Pondok Pesantren: Analisis Faktor, Bentuk dan Upaya Penanggulangannya Ahmad Zainul Abidin; Muhammad Akmansyah; Amirudin Amirudin
Hikmah Vol. 20 No. 1 (2023): Januari-Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Sumatera Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53802/hikmah.v20i1.203

Abstract

Islamic boarding schools are actually a place to educate the character of students, but they are also inseparable from the existence of delinquency at their age. Delinquency cannot be left alone, but requires a special policy to overcome it. Al-Hidayah Keputran Islamic Boarding School has implemented policies in dealing with student delinquency, but there are still cases of delinquency committed by students. The purpose of this study is to reveal the forms, factors, and role of Islamic boarding schools in overcoming it. This research is qualitative in nature, where the primary data sources are the leaders of the Islamic boarding school, teachers and students, and the secondary data are books and documents. The data collection tool uses interview, observation and documentation methods. The results of this study indicate that in terms of dealing with student delinquency, several policies are always applied so that students can comply with Islamic boarding school regulations and policies are adjusted to the forms of delinquency that occur, most of which are delinquency that violates the applicable rules. The results of the efforts made by the al-Hidayah Keputran Islamic boarding school in dealing with student delinquency were 80% successful where this was shown by the deterrent effect and the nature of discipline and making students who violated better, this was due to the students' fear of the consequences of the violations committed.
PENDIDIKAN AKHLAK BERBASIS AL-QUR’AN: ANALISIS NILAI-NILAI MORAL DALAM PERSPEKTIF TAFSIR TARBAWI Ayub Kumalla; Burhanudin Khairi; Ainal Ghani; Muhammad Akmansyah; Amirudin
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.36711

Abstract

This study examines the values of moral education contained in the Qur’an as a fundamental guide for shaping human character. The research aims to describe the concept of moral education (akhlak), clarify its objectives, and analyze Qur’anic verses relevant to moral development, particularly QS. Ali Imran:159, QS. Al-Hujurat:11, and QS. An-Nisa:148. This study employs a qualitative library research method by analyzing classical and contemporary tafsir sources as well as references related to Islamic education. The findings reveal that moral education in the Qur’an emphasizes noble character, including compassion, gentleness, mutual respect, avoidance of mockery, and refraining from speaking ill of others. These values play a crucial role in shaping individuals who are pious, responsible, and socially ethical. Furthermore, the Qur’an highlights moral principles as the foundation of societal harmony, where strong moral character contributes to the rise of a community, while moral decay leads to its decline. The study concludes that moral education must be implemented consistently through family, schools, and society to develop holistic individuals with strong spiritual and social integrity.
HAKEKAT PENDIDIKAN PERSPEKTIF HADITS NABI MUHAMMAD SAW M. Amin Nuromi; Shalicha Nafilata Erhassa; Rizki Ananda; Ainul Gani; Guntur Cahaya Kesuma; Amirudin
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 02 (2025): Volume 11 No. 02 Juni 2025
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i02.6362

Abstract

Pendidikan merupakan fondasi utama dalam pembentukan kepribadian dan peradaban manusia. Dalam perspektif Islam, pendidikan tidak hanya mencakup aspek intelektual, tetapi juga aspek spiritual, moral, dan sosial. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji hakekat pendidikan berdasarkan perspektif hadis Nabi Muhammad SAW dengan menyoroti perintah menuntut ilmu, keutamaan belajar dan mengajar, serta urgensi ilmu dalam kehidupan manusia. Melalui pendekatan studi literatur terhadap hadis-hadis yang relevan, penulis menemukan bahwa Rasulullah SAW sangat menekankan pentingnya proses pendidikan sebagai jalan menuju ketakwaan dan kesempurnaan manusia (insan kamil). Hadis-hadis tersebut menegaskan bahwa menuntut ilmu merupakan kewajiban setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan, bahkan dicontohkan untuk mencarinya hingga ke tempat yang jauh. Pendidikan, dalam hadis Nabi, dipandang sebagai jihad fi sabilillah, sarana untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat, serta menjadi amal jariah yang pahalanya terus mengalir. Selain itu, pengajar (alim) mendapat kedudukan tinggi karena mewarisi tugas para nabi. Rasulullah juga menggambarkan ilmu sebagai cahaya yang menerangi jalan hidup dan sebagai penjaga dari kesesatan, sedangkan orang bodoh yang memimpin tanpa ilmu akan menyesatkan umat. Dengan demikian, hakekat pendidikan dalam Islam menekankan pentingnya proses pembinaan yang berkelanjutan, yang mencakup pengembangan potensi jasmani, rohani, intelektual, dan spiritual manusia dalam rangka membentuk pribadi muslim yang berilmu, berakhlak, dan bertanggung jawab sebagai hamba dan khalifah Allah di bumi. Artikel ini juga mengajak umat Islam untuk memuliakan ilmu, memelihara eksistensi ulama, dan menanamkan budaya belajar sepanjang hayat sebagai bagian dari pengamalan ajaran Rasulullah SAW.
MUHADHARAH DALAM PENGEMBANGAN MAHARAH KALAM DI PESANTREN PTQA UMNIYATI Ghefira Zahira Shofa; Asti Fauziah; Yeni Lailatul Wahidah; Amirudin
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 In Press
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.9263

Abstract

Penelitian ini mengkaji penerapan metode muhadharah dalam mengembangkan keterampilan berbicara bahasa Arab (mahārah al-kalām) santri di Pesantren PTQA Umniyati Bandar Lampung, sebuah lembaga pendidikan Islam nonformal yang memadukan tahfizh dan pembelajaran bahasa Arab. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bahwa penelitian-penelitian sebelumnya umumnya berfokus pada capaian muhadharah, seperti kepercayaan diri dan kelancaran, tanpa memberikan deskripsi rinci tentang pelaksanaannya sehari-hari, faktor pendukung dan penghambat, atau respons psikologis santri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur dan proses muhadharah, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efektivitasnya, dan mengeksplorasi persepsi santri terhadap kegiatan tersebut. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi langsung, dan dokumentasi yang melibatkan satu instruktur dan tiga santri putri yang dipilih secara purposive sampling. Temuan penelitian menunjukkan bahwa muhadharah dilakukan secara sistematis melalui pembukaan, resitasi, penyampaian pidato, istinbāṭ, umpan balik, dan penutup, dan secara signifikan berkontribusi terhadap perkembangan linguistik, psikologis, dan retorika santri. Faktor pendukung meliputi bimbingan aktif dari instruktur, fasilitas yang memadai, dan lingkungan berbahasa Arab, sementara faktor penghambat meliputi keterbatasan kosakata, rasa gugup, keterbatasan waktu, dan ketidakkonsistenan kehadiran. Para santri merespons secara positif, menunjukkan antusiasme, rasa senang, dan motivasi yang meningkat untuk berbicara bahasa Arab. Hasil ini menunjukkan bahwa muhadharah berfungsi sebagai strategi pembelajaran performatif yang efektif untuk memperkuat kemampuan berbicara santri dan menumbuhkan rasa percaya diri di lingkungan pesantren.