Ali Formen
Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Negeri Semarang

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Dinamika Kolaborasi Sekolah dan Orang Tua dalam Membentuk Perilaku Parenting melalui Program SOT Sindi Alifia Athifah; Ali Formen
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8344

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kolaborasi antara sekolah dan orang tua melalui program Sekolah Orang Tua (SOT) dalam membentuk perilaku parenting di TK Adzkia. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan satu kepala sekolah, tiga guru, dan empat orang tua. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman serta diuji keabsahannya melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum program SOT, praktik pengasuhan belum sepenuhnya selaras dengan prinsip pendidikan anak usia dini. Setelah program dilaksanakan, terjadi peningkatan komunikasi dua arah, partisipasi orang tua, serta perubahan perilaku parenting yang lebih positif. Program SOT berperan sebagai sarana kolaboratif yang berkelanjutan dalam menyelaraskan praktik pengasuhan antara rumah dan sekolah, serta menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kualitas pengasuhan dan kemitraan pendidikan.
Strategi Pembelajaran untuk Mengembangkan Kemampuan Menunggu Giliran (Turn-Taking) di Satuan PAUD Malika Faniyatul Arifiyah; Ali Formen
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8232

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan strategi pembelajaran yang efektif dalam mengembangkan kemampuan menunggu giliran (turn-taking) pada anak usia dini melalui tinjauan sistematis. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review dengan pedoman PRISMA 2020, yang menyeleksi 17 artikel dari 654 publikasi tahun 2010–2025. Hasil penelitian menunjukkan empat strategi utama yang konsisten meningkatkan kemampuan menunggu giliran, yaitu permainan tradisional, bermain peran, kegiatan kolaboratif berbasis proyek, serta intervensi regulasi emosi. Permainan tradisional dan role play terbukti paling dominan dalam meningkatkan kesabaran, kepatuhan aturan, dan interaksi prososial anak. Temuan juga mengidentifikasi hambatan yang sering dihadapi guru, seperti regulasi emosi anak yang rendah, kebiasaan instan dari rumah, keterbatasan media, dan tingginya rasio siswa. Sebagai  kontribusi baru, penelitian ini merupakan pemetaan komprehensif yang mensintesis strategi, efektivitas, dan hambatan pengembangan turn-taking pada anak usia dini dalam suatu kerangka analisis tematik terpadu. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran berbasis aktivitas terstruktur berperan penting dalam mengembangkan kemampuan menunggu giliran pada anak usia dini.
Avoidance Response due to Literacy Unpreparedness terhadap Perilaku Fase Falik Anak Annis Nabila; Ali Formen
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8294

Abstract

Rendahnya literasi pendidikan seksual pada anak usia dini memicu kebingungan ibu saat menghadapi perilaku eksplorasi tubuh anak pada fase falik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam faktor-faktor penyebab kebingungan ibu dalam menghadapi perilaku fase falik pada anak usia 3 tahun di lingkungan domestik Kabupaten Banyumas. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal longitudinal diterapkan selama tiga bulan melalui observasi partisipatif pasif dan wawancara mendalam semi-terstruktur. Hasil menunjukkan kebingungan ibu berdimensi kognitif dan afektif, dipicu oleh ketiadaan kerangka konseptual fase falik serta kuatnya nilai tabu dalam budaya. Pola respons yang terbentuk dikonstruksi sebagai Avoidance Response due to Literacy Unpreparedness (ARLU), yakni respons menghindar akibat ketidaksiapan literasi yang bergeser secara organis menuju respons semi-edukatif tanpa intervensi formal. Temuan ini memperkaya diskursus teoretis keilmuan PAUD mengenai dinamika psikoseksual pada tahap awal, serta mengimplikasikan perlunya program literasi pengasuhan berbasis budaya lokal untuk mempercepat transisi menuju respons edukatif yang lebih sehat.
Pandangan dan Praktik Keterlibatan Orang Tua Gen Z dalam Pendidikan Anak Usia Dini: Studi Fenomenologi Adela Safitri; Ali Formen
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2026): Desember In Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i2.2565

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan antara pandangan dan praktrik keterlibatan orang tua Gen Z  dalam pendidikan anak usia dini. Fokus penelitian meliputi pemahaman orang tua tentang peran mereka sebagai pendidik pertama, faktor yang memengaruhi keterlibatan, hambatan yang dihadapi, serta bentuk keterlibatan di rumah dan sekolah dalam konteks penggunaan teknologi. Metode penelitian kualitatif dengan jenis fenomenologi melalui wawancara mendalam digunakan untuk mengumpulkan data dari orang tua Gen Z yang memiliki anak usia dini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua Gen Z memandang keterlibatan dalam pendidikan anak sebagai fondasi penting bagi perkembangan anak.  Teknologi dan lingkungan sosial berperan signifikan dalam membentuk perspektif mereka, sedangkan keterbatasan waktu akibat tuntutan pekerjaan dan kurangnya panduan pengasuhan menjadi hambatan utama. Bentuk keterlibatan yang dominan meliputi pendampingan belajar di rumah, komunikasi intensif dengan pihak sekolah, dan pemanfaatan platform digital sebagai sarana pendukung pembelajaran. Temuan ini memperkuat teori keterlibatan orang tua dan memperluas pemahaman tentang dinamika generasi muda dalam konteks digital. Implikasi praktis penelitian ini penting bagi pengembangan kurikulum PAUD dan pelatihan orang tua.
Manajemen Penjaminan Mutu pada Satuan PAUD Inklusif : Studi Kasus Najlaa Salsabila Ainahag Arifin; Ali Formen
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2026): Desember In Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i2.2581

Abstract

Penjaminan mutu pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) inklusif merupakan proses yang mengintegrasikan aspek manajerial dan penyelenggaraan layanan inklusif. Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen mutu PAUD inklusif yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, serta faktor pendukung dan penghambat di TK Azasa (nama lembaga samaran). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Partisipan penelitian terdiri atas satu kepala sekolah dan satu guru kelas yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Kriteria pemilihan partisipan meliputi keterlibatan secara langsung dalam perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi program penjaminan mutu pendidikan inklusif di TK Azasa.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa penjaminan mutu dilaksanakan melalui adaptasi pembelajaran, integrasi aspek inklusif dalam evaluasi dan dokumentasi, serta kolaborasi antara guru, kepala sekolah, orang tua, dan tenaga profesional. Faktor pendukung meliputi pelatihan guru, komitmen sekolah, modifikasi pembelajaran, dan dukungan orang tua, sedangkan hambatan utama adalah keterbatasan sumber daya manusia dan kebutuhan peningkatan kompetensi guru. Penelitian menyimpulkan bahwa adaptasi pembelajaran, kolaborasi, dan evaluasi berkelanjutan menjadi kunci keberhasilan penjaminan mutu pada satuan PAUD inklusif.