Achmad Kusyairi
Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Edukasi Teknik Spinal Anastesi Dan Teknik Desarda Menggunakan Media Video Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Pasien Hernia Inguinal Lateral Di Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso Chelfin Ainun Nafis; Achmad Kusyairi; Rizki Yulia Purwitaningtyas
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2050

Abstract

Hernia inguinalis lateral merupakan salah satu kasus bedah terbanyak setelah apendisitis dan dapat menyebabkan kecemasan tinggi pada pasien, terutama saat fase pre-operatif. Ketidaktahuan pasien tentang prosedur operasi dan anestesi menjadi salah satu penyebab meningkatnya kecemasan. Pemberian edukasi melalui media video tentang teknik spinal anestesi dan teknik Desarda diharapkan dapat mengurangi tingkat kecemasan pasien sebelum menjalani operasi. Mengetahui pengaruh edukasi teknik spinal anestesi dan teknik Desarda menggunakan media video terhadap tingkat kecemasan pasien hernia inguinalis lateral di Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel terdiri dari 30 pasien pre-operasi hernia inguinalis lateral yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner APAIS sebelum dan sesudah intervensi edukasi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Matched Pairs. Sebelum diberikan edukasi, sebanyak 14 responden (46,6%) mengalami kecemasan sedang, 13 responden (43,3%) mengalami kecemasan berat, dan 3 responden (10%) mengalami kecemasan sangat berat. Setelah diberikan edukasi, terjadi penurunan tingkat kecemasan secara signifikan, dengan 28 responden (93,3%) mengalami kecemasan ringan dan 2 responden (6,6%) mengalami kecemasan sedang. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value sebesar 0,002 (p < 0,05). Edukasi mengenai teknik spinal anestesi dan teknik Desarda menggunakan media video terbukti efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan pasien pre-operasi hernia inguinalis lateral.
Analisis Dukungan Keluarga Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Penurunan Kecemasan Pasien Dengan Penyakit Paru Obstruktif Kronik Di Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso Munawarah; Hendrik Probo Sasongko; Achmad Kusyairi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2059

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) adalah kondisi dengan hambatan aliran udara progresif yang menyebabkan gejala seperti sesak napas, batuk kronis, dan produksi dahak berlebih. Kondisi ini sering menimbulkan kecemasan pada pasien, sehingga dukungan keluarga dan kualitas pelayanan kesehatan menjadi faktor penting untuk mengurangi kecemasan tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dan kualitas pelayanan terhadap penurunan kecemasan pasien PPOK yang dirawat inap di Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso. Penelitian menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional, dilaksanakan pada periode 1 Juni hingga 15 Juli 2025. Sampel terdiri dari 30 responden yang diambil secara accidental sampling dari populasi 32 pasien PPOK rawat inap di rumah sakit tersebut. Data dianalisis dengan uji chi-square dan Fisher’s Exact Test untuk menguji hubungan antar variabel. Hasil menunjukkan bahwa 21 responden (70%) mendapatkan dukungan keluarga yang baik, dan 19 responden (63,3%) menilai kualitas pelayanan sangat baik. Sebanyak 22 responden (73,3%) tidak mengalami kecemasan selama perawatan. Analisis statistik mengungkapkan adanya hubungan signifikan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan (p = 0,005; Fisher’s Exact Test = 0,001) serta antara kualitas pelayanan dengan tingkat kecemasan (p = 0,001; Fisher’s Exact Test = 0,001). Kesimpulannya, dukungan keluarga dan kualitas pelayanan yang baik berperan penting dalam menurunkan kecemasan pasien PPOK selama perawatan. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran keluarga dan pelayanan kesehatan berkualitas dalam mendukung kesejahteraan psikologis pasien PPOK.
Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Karakteristik Nyeri Pada Lansia Penderita Low Back Pain Di Desa Krampilan Besuk Heni Wahyuni; Achmad Kusyairi; Iin Aini Isnawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i2.2129

Abstract

Low Back Pain (LBP) merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang sering terjadi pada lansia, terutama akibat aktivitas fisik yang tidak ergonomis. Aktivitas fisik yang berlebihan atau kurang dapat memperburuk kondisi nyeri punggung bawah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara aktivitas fisik dengan karakteristik nyeri pada lansia penderita Low back pain Di Desa Krampilan Besuk. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 56 lansia penderita Low back pain diambil menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner PAL (physical activity level) untuk aktivitas fisik dan asessement nyeri untuk karakteristik nyeri. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank.Hasil penelitian menunjukkan dari 56 responden yang melakukan aktivitas fisik berat sebanyak 27 responden (48.2%), penyebab nyeri postur tubuh yang buruk sebanyak 22 responden (39.3%), frekuensi nyeri sering sebanyak 24 responden (24.9%), Lokasi nyeri pada pinggang kanan dan kiri sebanyak 25 responden (44.6%), intensitas nyeri sedang sebanyak 35 responden (62.5%), dan waktu nyeri di pagi hari sebanyak 28 rsponden (50%). Sehingga dapat di simpulkan bahwa adanya hubungan signifikan antara aktivitas fisik dengan karakteristik nyeri pada lansia penderita Low back pain Di Desa Krampilan Besuk, dengan nilai (p value = < 0,000 dengan nilai α = < 0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik nyeri pada lansia dengan low back pain sangat dipengaruhi oleh kualitas dan intensitas aktivitas fisik yang dilakukan. bahwa Aktivitas fisik yang tidak sesuai, baik terlalu berat maupun terlalu ringan, dapat memperburuk karakteristik nyeri seperti frekuensi, lokasi, intensitas, dan waktu kemunculan nyeri.