Low Back Pain (LBP) merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang sering terjadi pada lansia, terutama akibat aktivitas fisik yang tidak ergonomis. Aktivitas fisik yang berlebihan atau kurang dapat memperburuk kondisi nyeri punggung bawah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara aktivitas fisik dengan karakteristik nyeri pada lansia penderita Low back pain Di Desa Krampilan Besuk. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 56 lansia penderita Low back pain diambil menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner PAL (physical activity level) untuk aktivitas fisik dan asessement nyeri untuk karakteristik nyeri. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank.Hasil penelitian menunjukkan dari 56 responden yang melakukan aktivitas fisik berat sebanyak 27 responden (48.2%), penyebab nyeri postur tubuh yang buruk sebanyak 22 responden (39.3%), frekuensi nyeri sering sebanyak 24 responden (24.9%), Lokasi nyeri pada pinggang kanan dan kiri sebanyak 25 responden (44.6%), intensitas nyeri sedang sebanyak 35 responden (62.5%), dan waktu nyeri di pagi hari sebanyak 28 rsponden (50%). Sehingga dapat di simpulkan bahwa adanya hubungan signifikan antara aktivitas fisik dengan karakteristik nyeri pada lansia penderita Low back pain Di Desa Krampilan Besuk, dengan nilai (p value = < 0,000 dengan nilai α = < 0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik nyeri pada lansia dengan low back pain sangat dipengaruhi oleh kualitas dan intensitas aktivitas fisik yang dilakukan. bahwa Aktivitas fisik yang tidak sesuai, baik terlalu berat maupun terlalu ringan, dapat memperburuk karakteristik nyeri seperti frekuensi, lokasi, intensitas, dan waktu kemunculan nyeri.
Copyrights © 2026