Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Community-Based Research-Based Moringa Corn Milk Innovation for the Prevention of Anemia in Adolescent Girls in Orphanages Meta Rikandi; Asmeri Lamona; Chintia Pratama Putri; Suci Sintia Dewi; Silvia Nengcy; Esiska Afifah; Thalia Natami; Linda Wati
Turast: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol 13, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/turast.v13i2.12537

Abstract

Anemia in adolescent girls remains a public health problem that impacts cognitive function, productivity, and future reproductive health. Adolescent girls in orphanages are a high-risk group due to limited access to nutritious food and low nutritional literacy. This paper is a research-based community service project that uses a Community-Based Research (CBR) approach to develop an anemia prevention intervention model through the integration of nutrition education and local food innovation in the form of moringa-corn milk. The activity was carried out in an orphanage in Padang City on September 4–14, 2025, involving 24 caregivers and 30 adolescent girls. The CBR stages included needs assessment, co-designed intervention, collaborative implementation, and participatory evaluation and sustainability strengthening. Nutrition education was provided to the caregivers with pre- and post-tests, followed by training on making moringa-corn milk and testing its acceptability among the adolescent girls. The results showed a significant increase in the caregivers' knowledge, marked by an increase in the good knowledge category from 17% to 46%. Organoleptic testing showed that 40% of the adolescents said they somewhat liked the product and 26.67% said they really liked it. These results show that moringa-corn milk innovation is well accepted and has the potential to be an economical and applicable alternative source of iron. The novelty of this program lies in the integration of nutrition education, community empowerment, and CBR-based local food innovation, thereby increasing community capacity while strengthening the sustainability of anemia prevention interventions in adolescent girls in orphanages.
Hubungan Pola Asuh Dengan Kejadian Memilih Makanan (Picky Eater) Pada Anak Usia Pra Sekolah Di TK Nur Ilaahi Kota Padang Ririn; Afrira Esa Putri; Linda Wati
Jurnal Bidan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jbmc.v4i2.2095

Abstract

Pola asuh orang tua merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi perilaku makan anak, termasuk kejadian memilih makanan (picky eater) pada anak usia pra-sekolah. Perilaku picky eater dapat berdampak pada pemenuhan gizi anak dan berisiko menyebabkan masalah gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan kejadian memilih makanan (picky eater) pada anak usia pra-sekolah di TK Nur Ilaahi Kota Padang. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan korelasional dan metode cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak usia pra-sekolah di TK Nur Ilaahi Kota Padang, dengan jumlah sampel sebanyak 40 responden yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Parenting Feeding Style Questionnaire (PFSQ) untuk mengukur pola asuh orang tua dan Child Eating Behavior Questionnaire (CEBQ) untuk menilai kejadian picky eater. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua menerapkan pola asuh permisif (42,5%) dan sebagian besar anak mengalami picky eater (75,0%). Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,004 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan kejadian memilih makanan (picky eater) pada anak usia pra-sekolah. Pola asuh permisif dan otoriter cenderung berhubungan dengan kejadian picky eater, sedangkan pola asuh demokratis lebih banyak ditemukan pada anak yang tidak mengalami picky eater. Disimpulkan bahwa pola asuh orang tua berperan penting dalam membentuk perilaku makan anak. Oleh karena itu, diperlukan edukasi kepada orang tua dan pihak sekolah mengenai pola asuh yang tepat serta strategi pengelolaan perilaku picky eater untuk mendukung pemenuhan gizi dan tumbuh kembang anak secara optimal.