Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Terapi Musik Klasik Mozart Terhadap Emesis Gravidarum Pada Ibu Hamil TM 1 Di Puskesmas Lubuk Buaya Kota Padang Fatmi Nirmala; Binarni Suhertusi
Jurnal Bidan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jbmc.v5i1.2320

Abstract

Emesis gravidarum merupakan gejala mual dan muntah yang sering dialami oleh ibu hamil pada trimester pertama. Berdasarkan data Puskesmas Lubuk Buaya Kota Padang tahun 2024, tercatat sebanyak 471 dari 910 kunjungan ibu hamil (48,6%) mengalami emesis gravidarum dan 10% di antaranya membutuhkan tindakan medis. Salah satu penatalaksanaan non-farmakologis yang aman, murah, dan efektif untuk meredakan gejala ini adalah terapi musik klasik Mozart. Musik Mozart dengan tempo 60–80 ketukan per menit mampu menstimulasi gelombang alfa otak, mengaktifkan sistem saraf parasimpatis, serta merangsang pelepasan endorfin yang memberikan efek relaksasi dan kenyamanan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi musik klasik Mozart terhadap penurunan tingkat emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di Puskesmas Lubuk Buaya Kota Padang. Metode: Jenis penelitian ini adalah pra-eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest design. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2024 hingga Februari 2025 di Puskesmas Lubuk Buaya Kota Padang. Populasi penelitian adalah ibu hamil trimester I dengan sampel sebanyak 30 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi dilakukan dengan mendengarkan musik klasik Mozart berdurasi 20–30 menit menggunakan headphone (volume 50 dB), diberikan 2 kali sehari (pagi dan sore) selama 3 hari. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji non-parametrik Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Sebelum intervensi, sebagian besar responden mengalami emesis gravidarum tingkat sedang sebanyak 16 orang (53,3%), tingkat berat 12 orang (40,0%), dan tingkat ringan 2 orang (6,7%), dengan rata-rata skor 2,33. Setelah diberikan intervensi, sebagian besar responden mengalami emesis gravidarum tingkat ringan yaitu 20 orang (66,7%) dan tingkat sedang 10 orang (33,3%), dengan rata-rata skor turun menjadi 1,33. Sebanyak 28 responden (93,3%) mengalami penurunan tingkat emesis gravidarum. Hasil uji statistik Wilcoxon menunjukkan nilai p-value = 0,0001 (< α = 0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan dari pemberian terapi musik klasik Mozart terhadap penurunan frekuensi emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di Puskesmas Lubuk Buaya Kota Padang. Petugas kesehatan dan bidan disarankan untuk menerapkan terapi musik klasik Mozart sebagai salah satu alternatif penatalaksanaan non-farmakologis untuk mengurangi keluhan mual muntah pada ibu hamil
Edukasi Tentang Kompres Air Rebusan Daun Binahong Dalam Upaya Mempercepat Penyembuhan Luka Perineum Pada Ibu Postpartum Di Puskesmas Lubuk Buaya Padang Binarni Suhertusi; Fatmi Nirmala Sari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 5 No. 8 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v5i8.2318

Abstract

Infeksi pada masa nifas, khususnya yang disebabkan oleh luka perineum, merupakan salah satu pemicu utama komplikasi hingga kematian ibu. Terapi nonfarmakologis dengan memanfaaatkan tanaman herbal seperti daun binahong (Anredera cordifolia) yang kaya akan flavonoid, saponin, dan asam askorbat terbukti dapat mengaktifkan pembentukan kolagen dan mempercepat proses penyembuhan luka perineum. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan sosialisasi kepada ibu postpartum mengenai penggunaan kompres air rebusan daun binahong sebagai upaya mempercepat penyembuhan luka perineum di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Buaya Kota Padang. Kegiatan dilaksanakan dari bulan Desember 2025 hingga Januari 2026 dengan frekuensi seminggu sekali, melibatkan 32 orang ibu postpartum. Metode yang digunakan meliputi edukasi melalui sosialisasi, ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini adalah seluruh rangkaian kegiatan (100%) dapat terlaksana sesuai dengan perencanaan, serta seluruh peserta berpartisipasi aktif dalam sesi ceramah dan diskusi. Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kemandirian ibu postpartum dalam merawat luka perineum secara komplementer serta mendukung penurunan angka kesakitan dan infeksi di wilayah kerja puskesmas.