Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI PUSKESMAS KADATUA TIMUR KABUPATEN BUTON SELATAN Budi Prasetyo; Nining Frianti; Muhamad Ikhsan; Ahmad Noor; Wa Ode Nursyuhada; La Ode Kiflin
Jurnal Mitrasehat Vol. 16 No. 2 (2026): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v16i2.733

Abstract

Latar belakang: Diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang serius pada balita karena dapat menyebabkan tingginya angka kesakitan dan kematian, terutama di wilayah kerja Puskesmas. Riwayat penyakit kronis, personal hygiene, dan sanitasi dapat memicu terjadinya diare. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita di Puskesmas Kadatua Timur, Kabupaten Buton Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 193 ibu yang memiliki anak balita, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Ada hubungan riwayat penyakit kronis dengan kejadian diare dengan nilai ρ = 0,000, ada hubungan personal hygiene ibu dengan kejadian diare dengan nilai ρ = 0,006, dan ada hubungan sanitasi dasar rumah dengan kejadian diare pada balita dengan nilai ρ = 0,003 di Puskesmas Kadatua Timur. Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara riwayat penyakit kronis, personal hygiene dan sanitasi dasar rumah dengan kejadian diare pada balita di Puskesmas Kadatua Timur, Kabupaten Buton Selatan. Disarankan kepada orang tua balita untuk menjaga personal hygiene dan sanitasi dasar rumah secara baik serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin bagi balita yang memiliki riwayat penyakit kronis guna mencegah terjadinya diare.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Trimester III Tentang Tanda Bahaya Kehamilan Di Wilayah Kerja Puskesmas Wajo Kota Baubau Nining Frianti; Nikmah Saro; Marwah Aisyah; Ahmad Noor; Jamalia Tabona
Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan (JIMPK)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jimpk.v6i1.2917

Abstract

Tanda bahaya kehamilan merupakan kondisi yang dapat mengancam keselamatan ibu dan janin apabila tidak dikenali dan ditangani secara cepat, khususnya pada trimester III. Gejala seperti perdarahan, nyeri perut hebat, penurunan gerakan janin, sakit kepala berat dan gangguan penglihatan dapat menimbulkan komplikasi serius, baik pada ibu maupun janin. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan ibu hamil trimester III tentang tanda bahaya kehamilan di wilayah kerja puskesmas wajo kota baubau. Peneltian menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil trimester III, dengan teknik total sampling karena jumlah populasi kurang dari 100 orang, sehingga diperoleh 47 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur, kemudian dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup. Kesimpulan penelitian ini adalah pengetahuan ibu hamil trimester III masih perlu ditingkatkan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan edukasi melalui pelayanan antenatal dan kelas ibu hamil sebagai upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu
Gambaran Kelengkapan Pengisian Partograf dalam Pemantauan Persalinan di Uptd Puskesmas Wajo Kota Baubau Tahun 2025 Nining Frianti; Ahmad Noor; Rahma Anggraini
Jurnal Kesehatan Amanah Vol. 10 No. 1 (2026): Mei: Jurnal Kesehatan Amanah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jka.v10i1.1211

Abstract

Partographs are an important instrument in labor monitoring that functions to detect complications early, monitor labor progress, and support appropriate clinical decision-making. However, incomplete filling of partographs is still a problem in various health service facilities and has the potential to affect the quality of midwifery services. This study aims to find out the completeness of filling in the partograph in childbirth monitoring at the Wajo Health Center UPTD Baubau City. This study uses a quantitative method with a descriptive design. The research population is all partograph documents for the period November 2025 to March 2026 as many as 40 documents. The sampling technique used total sampling and obtained 32 documents that met the research criteria. Data were collected using an observation checklist sheet and analyzed univariately through frequency and percentage distributions. The results showed that as many as 28 documents (87.5%) had not been fully filled out and only 4 documents (12.5%) had been filled in completely. The components with the highest level of completeness were uterine contractions (100%), drugs and fluids (96.9%), and labor progress (93.8%). Meanwhile, the components of maternal information (12.5%) and maternal condition (31.3%) had the lowest level of completeness. Most of the filling of partographs at the Wajo Health Center UPTD still does not meet the completeness standards. It is necessary to strengthen supervision, training, and periodic monitoring to improve the quality of childbirth documentation and support the safety of mothers and babies