Sri Wahyuni
Universitas Garut

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Nilai-Nilai Islam Pada Budaya Kerja Yayasan Prima Insani Garut Afni Raisya Lestari; Mela Mulyani; Sri Wahyuni; M. Tajudin Zuhri; Nenden Munawaroh
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 1 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i1.254

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan dalam penerapan budaya kerja yang sesuai dengan nilai-nilai Islam di Yayasan Prima Insani Garut, seperti kedisiplinan, interaksi antarpegawai, dan kepatuhan terhadap aturan yang telah ditetapkan. Sebagai lembaga pendidikan berbasis Islam, Yayasan Prima Insani berusaha menciptakan lingkungan kerja yang religius dan profesional untuk mendukung proses pembelajaran serta pencapaian visi dan misi lembaga. Dalam konteks ini, penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi nilai-nilai Islam dalam budaya kerja di yayasan tersebut, yang mencakup kebiasaan, aturan, dan nilai-nilai Islami yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari para karyawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode wawancara, observasi langsung, dan analisis dokumen untuk mengumpulkan data dan analisis kualitatif deskriptif menggambarkan secara mendalam fenomena yang terjadi di Yayasan Prima Insani Garut terkait dengan penerapan nilai-nilai Islam dalam budaya kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya kerja di Yayasan Prima Insani didukung oleh kegiatan religius seperti shalat berjamaah, tilawah, pengisian mutabaah yaumiyah, serta program penghargaan bagi karyawan berprestasi. Budaya kerja ini terbukti memberikan dampak positif terhadap disiplin, profesionalisme, dan komitmen karyawan, serta mendukung terciptanya lingkungan kerja yang kondusif dan selaras dengan nilai-nilai Islam. Informasi didapatkan melalui wawancara dengan pimpinan dan karyawan Yayasan Prima Insani. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah pentingnya penerapan nilai-nilai Islam dalam budaya kerja untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lembaga pendidikan Islam. Budaya kerja yang berbasis nilai-nilai Islami tidak hanya mendukung tercapainya tujuan pendidikan tetapi juga membentuk identitas kelembagaan yang kuat, meningkatkan komitmen karyawan, dan menciptakan suasana kerja yang harmonis dan produktif.
Sejarah Kepemimpinan Ali Bin Abi Thalib: Analisis Peranannya dalam Perkembangan Peradaban Islam Mela Mulyani; Sri Wahyuni; Afni Raisya Lestari; M. Tajudin Zuhri; Nenden Munawaroh; Masripah Masripah
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 2 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i2.345

Abstract

Latar belakang permasalahan yang muncul yaitu adanya kebutuhan untuk memahami model kepemimpinan yang ideal dalam konteks pemerintahan Islam, khususnya di tengah tantangan sosial-politik yang dihadapi umat Islam pada masa Khalifah Ali bin Abi Thalib. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dinamika kepemimpinan Ali bin Abi Thalib serta kontribusinya terhadap pembentukan fondasi peradaban Islam dalam bidang hukum, keilmuan, dan etika kepemimpinan. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka untuk menggali sumber-sumber klasik dan kontemporer tentang kepemimpinan Ali. Sumber data penelitian ini diambil dari literatur klasik seperti Nahjul Balaghah, kitab-kitab sejarah, serta referensi kontemporer yang relevan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa dokumentasi terhadap karya-karya ilmiah dan teks sejarah, sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis isi untuk menginterpretasikan nilai-nilai kepemimpinan yang terkandung dalam sumber-sumber tersebut. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kepemimpinan Ali bin Abi Thalib berlandaskan pada prinsip keadilan, kesederhanaan, keberanian moral, dan komitmen terhadap ilmu serta hukum Islam. Kontribusi dari hasil penelitian adalah memberikan perspektif historis dan normatif yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam membangun kepemimpinan Islam yang adil dan berintegritas di era kontemporer.
Sejarah Kepemimpinan Utsman Bin Affan: Analisis Peranannya dalam Perkembangan Peradaban Islam Sri Wahyuni; Afni Raisya Lestari; Mela Mulyani; M Tazudin Zuhri; Nenden Munawaroh; Masripah Masripah
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 2 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i2.346

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami kepemimpinan Utsman bin Affan sebagai fase krusial dalam sejarah Islam yang mencakup pencapaian besar serta konflik internal yang kompleks. Masa pemerintahannya mencatat ekspansi wilayah yang luas, kodifikasi Al-Qur'an menjadi mushaf standar, serta peletakan dasar administrasi pemerintahan yang lebih terstruktur. Namun, periode ini juga ditandai oleh ketegangan sosial dan politik yang memuncak pada tragedi pembunuhannya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis secara historis-analitis peran dan kontribusi Utsman bin Affan terhadap perkembangan peradaban Islam, dengan menyoroti capaian-capaian, tantangan internal yang dihadapi, serta warisan kepemimpinannya yang berdampak jangka panjang dalam bidang intelektual, geopolitik, administratif, dan sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan historis-analitis. Data diperoleh dari sumber primer berupa kitab-kitab sejarah klasik Islam dan hadis, serta sumber sekunder seperti buku, artikel jurnal ilmiah, dan karya akademik lain yang membahas periode Khulafaur Rasyidin, khususnya kepemimpinan Utsman bin Affan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, dengan analisis isi terhadap narasi sejarah dari berbagai sumber, serta interpretasi kontekstual terhadap dinamika sosial-politik masa kepemimpinannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kepemimpinan Utsman bin Affan diwarnai konflik dan tantangan internal, ia menghasilkan warisan penting bagi perkembangan Islam, termasuk kodifikasi mushaf Al-Qur'an, administrasi pemerintahan, dan ekspansi wilayah. Konflik yang terjadi mencerminkan dilema antara idealisme moral dan realitas politik yang masih relevan hingga masa kini. Kontribusi penelitian ini memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai kompleksitas kepemimpinan dalam Islam, serta pelajaran historis yang bernilai dalam membentuk wawasan kepemimpinan yang adil, bijaksana, dan adaptif dalam menghadapi dinamika sosial-politik umat dan negara.