M. Tajudin Zuhri
Universitas Garut

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Muhammad Abduh's Islamic Educational Thoughts And Its Relevance To Education In The Contemporary Era M. Tajudin Zuhri; Rohmatulloh Rohmatulloh; Ijudin Ijudin; Masripah Masripah; Lalan Sahlani
AL-WIJDÃN Journal of Islamic Education Studies Vol. 8 No. 3 (2023): Juli 2023
Publisher : Faculty of Islamic Sciences, Raden Rahmat Islamic University Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58788/alwijdn.v8i3.2806

Abstract

Muhammad Abduh was one of the leaders of the modernization of Islamic education. Muhammad Abduh's anxiety about the stagnation of Muslims made him excited and moved to modernize the Islamic education system to bring back the glory of Muslims. One of the things done by Muhammad Abduh was through reforming the Islamic education system and modernizing which was considered the most ideal step and effort in reforming the condition of Muslims at that time. This research attempts to unravel some of Muhammad Abduh's real thoughts and efforts in efforts to modernize and reform the Islamic education system and its relevance to contemporary-era education. By using the type of library research or literature. Muhammad Abduh's thoughts are very relevant to the world of contemporary education, i.e.: 1. Integration of general and religious knowledge in Islamic education, 2. Islamic education must cover all aspects which include cognitive, affective, and psychomotor, 3. Islamic education must activate students and emphasize students to have higher order thinking skills,4. Islamic education must pay attention to the psychological aspects of students   Keywords: Muhammad Abduh, Islamic education, contemporary education.
Pengaruh Pelaksanaan Kebijakan Pembinaan Guru Terhadap Tanggung Jawab Etika Profesi Guru Untuk Mewujudkan Kinerja Guru (Penelitian Di MA An Nur Malangbong Kabupaten Garut) Bahrum Musthopa Shaleh; Jusman Iskandar; Masripah Masripah; M. Tajudin Zuhri
Khazanah Akademia Vol. 7 No. 02 (2023): Khazanah Akademia
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jurnalkhazanahakademia.v7i02.154

Abstract

Salah satu masalah pendidikan yang dihadapi negara ini adalah kinerja instruktur yang buruk. Kondisi ini ditengarai antara lain disebabkan oleh rendahnya standar etika profesi guru akibat pelaksanaan program pengembangan guru yang tidak dilaksanakan secara maksimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menganalisis tentang pengaruh pelaksanaan kebijakan pembinaan guru terhadap tanggungjawab kode etik profesi guru untuk mewujudkan kinerja guru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknik sensus. 69 guru dari MA An-Nur Malangbong di Kabupaten Garut dijadikan sebagai sampel atau responden penelitian. Studi lapangan dan studi dokumentasi digunakan sebagai metode pengumpulan data. Sedangkan analisis statistik menggunakan model analisis rute merupakan metode analisis data yang digunakan untuk menjawab hipotesis penelitian. Hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan analisis jalur, yaitu dengan membandingkan thitung dan ttabel, menunjukkan bahwa H0 ditolak sedangkan H1 diterima karena nilai thitung > ttabel = thitung 6,3124 > ttabel = 1,9971.Hal ini menunjukan bahwa secara simultan maupun parsial variabel pelaksanaan kebijakan pembinaan gur berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap tanggungjawab kode etik profesi guru dalam mewujudkan kinerja guru di MA An-Nur Malangbong Kabupaten Garut. Temuan penelitian menunjukkan beberapa persoalan penting, antara lain persoalan penerapan kebijakan pembinaan guru yang tidak konsisten, kewajiban kode etik profesi guru, dan kinerja guru. Untuk mengatasi masalah ini, disarankan bahwa: (1) Pelaksanaan pembinaan guru harus sesuai, terarah, dan berjangka panjang, (2) kepala madrasah memberi penghargaan kepada guru yang melaksanakan tugasnya dengan baik, (3) kepala madrasah melalui lembaga memberikan pemahaman kepada guru tentang pentingnya proses pembelajaran.
Komunikasi Efektif Pendidik dan Peserta Didik dalam Pendidikan Islam (Studi Kasus di Sekolah Dasar Garut Islamic School Prima Insani) Dede Nurwahidah; M. Tajudin Zuhri; Nenden Munawaroh; Rani Nurani Dewi; Santi Rismayanti
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 1 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i1.225

Abstract

Sebagai institusi pendidikan yang berlandaskan Islam, SD Garut Islamic School Prima Insani berusaha untuk mengimplementasikan komunikasi yang tidak hanya sekadar memindahkan pengetahuan dari guru kepada siswa, tetapi juga memiliki tujuan penting lainnya yaitu penerapan nilai-nilai Islam untuk m encapai tujuan pendidikan Islam. Studi ini bertujuan untuk menguraikan jenis-jenis komunikasi efektif yang dilakukan di SD Garut Islamic School Prima Insani. Studi ini menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mengamati proses komunikasi yang berlangsung di sekolah dalam usaha mengembangkan dimensi kognitif, afektif, serta spiritual peserta didik. Data diperoleh melalui wawancara dengan kepala sekolah yang berperan sebagai pengambil keputusan dalam penerapan komunikasi efektif yang berlandaskan pada nilai-nilai Islam, serta dengan pendidik dan siswa yang berfungsi sebagai pelaku utama dalam melaksanakan komunikasi efektif di sekolah. Penelitian menunjukkan bahwa metode komunikasi yang efektif yang diterapkan di SD Garut Islamic School Prima Insani meliputi: 1). Komunikasi verbal islami yang umumnya dilakukan dalam rangkaian kegiatan (circle time). 2).Komunikasi nonverbal terlihat dalam aktivitas sapa pagi, 3) Komunikasi inspiratif yang mengandalkan keteladanan, dengan adanya acara motivasi keislaman yang mengajak siswa untuk memahami bahwa Rasulullah SAW adalah contoh terbaik, dan pendidik menjadi panutan bagi siswa di sekolah, 4) Komunikasi dua arah yang lazim diterapkan dalam proses belajar mengajar seperti adanya pertanyaan pemantik untuk memulai pelajaran maupun kegiatan sehari-hari lainnya, 5) Komunikasi kolaboratif yang berlandaskan musyawarah, bentuk komunikasi ini tampak dalam kegiatan classmeeting, serta pertemuan musyawarah kelas 6 secara rutin untuk membahas agenda akhir tahun kelas 6, 6). Komunikasi emosional dengan menerapkan prinsip-prinsip disiplin yang positif dalam aktivitas sehari-hari. Studi ini menunjukkan bahwa komunikasi yang didasarkan pada nilai-nilai Islam di SD Garut Islamic School Prima Insani memiliki dampak yang signifikan terhadap pembentukan kepribadian dan karakter siswa. Siswa tumbuh secara kognitif, afektif, dan spiritual melalui penggunaan pendekatan komunikasi dua arah, inspiratif, verbal, nonverbal, kolaboratif, dan emosional. Metode ini menciptakan lingkungan pendidikan Islam yang harmonis. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan bagi institusi pendidikan Islam lainnya untuk menerapkan metode komunikasi serupa
Implementasi Nilai-Nilai Islam Pada Budaya Kerja Yayasan Prima Insani Garut Afni Raisya Lestari; Mela Mulyani; Sri Wahyuni; M. Tajudin Zuhri; Nenden Munawaroh
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 1 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i1.254

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan dalam penerapan budaya kerja yang sesuai dengan nilai-nilai Islam di Yayasan Prima Insani Garut, seperti kedisiplinan, interaksi antarpegawai, dan kepatuhan terhadap aturan yang telah ditetapkan. Sebagai lembaga pendidikan berbasis Islam, Yayasan Prima Insani berusaha menciptakan lingkungan kerja yang religius dan profesional untuk mendukung proses pembelajaran serta pencapaian visi dan misi lembaga. Dalam konteks ini, penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi nilai-nilai Islam dalam budaya kerja di yayasan tersebut, yang mencakup kebiasaan, aturan, dan nilai-nilai Islami yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari para karyawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode wawancara, observasi langsung, dan analisis dokumen untuk mengumpulkan data dan analisis kualitatif deskriptif menggambarkan secara mendalam fenomena yang terjadi di Yayasan Prima Insani Garut terkait dengan penerapan nilai-nilai Islam dalam budaya kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya kerja di Yayasan Prima Insani didukung oleh kegiatan religius seperti shalat berjamaah, tilawah, pengisian mutabaah yaumiyah, serta program penghargaan bagi karyawan berprestasi. Budaya kerja ini terbukti memberikan dampak positif terhadap disiplin, profesionalisme, dan komitmen karyawan, serta mendukung terciptanya lingkungan kerja yang kondusif dan selaras dengan nilai-nilai Islam. Informasi didapatkan melalui wawancara dengan pimpinan dan karyawan Yayasan Prima Insani. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah pentingnya penerapan nilai-nilai Islam dalam budaya kerja untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lembaga pendidikan Islam. Budaya kerja yang berbasis nilai-nilai Islami tidak hanya mendukung tercapainya tujuan pendidikan tetapi juga membentuk identitas kelembagaan yang kuat, meningkatkan komitmen karyawan, dan menciptakan suasana kerja yang harmonis dan produktif.