Era digital membawa dampak signifikan terhadap pola asuh dan pendidikan anak, baik dalam aspek positif maupun negatif. Orang tua memiliki peran utama dalam membimbing anak agar tetap berpegang pada nilai-nilai Islam di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran orang tua dalam mendidik anak di era digital berdasarkan perspektif Al-Qur’an. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan (library research) dengan teknik analisis isi (content analysis) terhadap berbagai literatur yang relevan. Data ini diambil dari scholar dan sebanyak 10 jurnal yang dikaji. Data yang dikumpulkan dengan mengidentifikasi, memilah, mengorganisasikan data, dan menganalisis isi dari sumber tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam mengawasi, mendampingi, dan memberikan teladan kepada anak dalam penggunaan teknologi agar tidak terjerumus pada konten yang bertentangan dengan ajaran Islam. Al-Qur’an menekankan pentingnya pendidikan berbasis tauhid dan akhlak, sebagaimana tercantum dalam Q.S. At-Tahrim ayat 6, Q.S. Luqman ayat 13–19, serta Q.S. Al-Anfal ayat 28. Untuk itu, orang tua perlu menerapkan pola pengasuhan yang efektif, seperti responding (menanggapi), monitoring (mengawasi), mentoring (mendampingi), dan modelling (menjadi teladan). Dengan pemahaman yang baik terhadap prinsip-prinsip pendidikan dalam Islam, orang tua dapat mengembangkan strategi yang tepat dalam membimbing anak agar tetap berakhlak mulia dan mampu menghadapi tantangan era digital secara bijak. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa orang tua memegang peran kunci dalam membimbing anak agar terhindar dari dampak negatif teknologi, terutama yang bertentangan dengan ajaran Islam.