Siti Rahmawati
Universitas Negeri Semarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Hak Anak dalam Adaptasi Sosial Siswa Hasil Perkawinan Campuran di Lingkungan Sekolah Indonesia Makkah Siti Rahmawati; Eko Handoyo; Edi Waluyo
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 2 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i2.380

Abstract

Perlindungan hak anak, khususnya bagi anak hasil perkawinan campuran lintas negara, menjadi isu yang mendesak di era globalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan sosial yang dihadapi anak-anak tersebut dan menganalisis peran Sekolah Indonesia Makkah dalam memenuhi hak mereka. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus, dilaksanakan di Sekolah Indonesia Makkah yang merupakan institusi pendidikan bagi siswa dengan latar belakang multikultural. Partisipan penelitian terdiri dari lima siswa, dua guru, satu kepala sekolah, dan dua orang tua. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Pengambilan data dilakukan selama empat tahapan, termasuk wawancara dan observasi, yang berlangsung selama empat minggu. Teknik analisis data mengikuti model interaktif Miles & Huberman, yang mencakup reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam bahasa, konflik identitas, serta kurangnya dukungan sistemik dari sekolah. Meskipun terdapat program inklusi, kebutuhan spesifik anak-anak dari keluarga campuran belum sepenuhnya terpenuhi, yang menghambat proses adaptasi sosial mereka. Kesimpulan penelitian menegaskan perlunya pendekatan yang lebih holistik dan sistemik dalam memenuhi hak anak, agar mereka dapat beradaptasi dengan baik di lingkungan pendidikan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa siswa hasil perkawinan campuran menghadapi tantangan signifikan dalam adaptasi sosial, terutama terkait bahasa dan identitas budaya. Hal ini menghambat interaksi sosial dan partisipasi mereka di lingkungan sekolah