Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor Determinan Analisis Niat Siswi Mengkonsumsi Tablet Tambah Darah Di SMP Negeri 14 Bandar Lampung Dewi Sri Sumardilah; Bertalina Bertalina; Nawasari Indah Putri Sejati
Journal of Dietetics Science Vol. 2 No. 1 (2026): Journal of Dietetics Science
Publisher : Nutrition Department, Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jds.v2i1.5637

Abstract

Iron deficiency anemia remains a nutritional problem among adolescent girls, due to low iron intake from daily food and monthly blood loss due to menstruation. To prevent anemia, the Indonesian government has implemented an iron supplementation program through weekly iron supplementation tablets (TTD) for female students since 2014. However, compliance with iron supplementation remains low due to low intention, thus suboptimal program effectiveness. Intention to consume iron supplementation is influenced by adolescents' attitudes, subjective norms, and behavioral control. This study aims to determine the relationship between attitudes, subjective norms, and behavioral control with iron supplementation intention in adolescent girls. This study used a cross-sectional approach at SMP Negeri 14 Bandar Lampung. Respondents were 224 female students in grades VII, VIII, and IX, with a sample size determined using the Slovin formula and drawn using stratified random sampling. The dependent variable was intention to consume iron supplementation, while the independent variables were attitude, subjective norms, and behavioral control. Data were analyzed using the chi-square test. The results showed that 51.3% of female students had a strong intention to drink iron tablets. There was a significant relationship between attitude (p = 0.000; OR = 3.1), subjective norm (p = 0.015; OR = 2.2) and students' intention to drink iron tablets. Furthermore, there was no significant relationship between behavioral control (p = 0.077) and students' intention to drink iron tablets. It is recommended that schools, through teachers and school health workers, facilitate the provision of iron tablets in sufficient quantities and increase supervision during joint iron tablet drinking activities at school.
Program Edukasi MP-ASI untuk Meningkatkan Pemenuhan Gizi Balita di Desa Rejo Agung, Lampung Mindo Lupiana; Nawasari Indah Putri Sejati; Sefanadia Putri
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v3i1.389

Abstract

Kesehatan balita sangat dipengaruhi oleh kecukupan gizi yang diperoleh, terutama pada masa transisi dari ASI eksklusif menuju Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) sejak usia enam bulan. Kurangnya pemahaman ibu tentang pemberian MP-ASI yang tepat masih menjadi kendala di berbagai daerah, termasuk Desa Rejo Agung Tegineneng. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan ibu dalam menyediakan MP-ASI yang sesuai bagi anak balita guna menunjang tumbuh kembang optimal. Metode yang digunakan adalah penyuluhan gizi dan edukasi mengenai pemberian MP-ASI, disampaikan melalui ceramah interaktif, sesi diskusi, serta tanya jawab yang dilaksanakan di Posyandu Purworejo. Sasaran kegiatan meliputi ibu balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, dengan total peserta sebanyak 30 orang. Kegiatan ini juga disertai pre-test dan post-test guna mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan antusiasme dan pemahaman peserta terhadap pentingnya menu seimbang, frekuensi makan yang sesuai, serta bahaya pemberian MP-ASI terlalu dini atau terlambat. Para peserta juga aktif dalam diskusi, khususnya mengenai solusi praktis atas permasalahan makan balita. Kesimpulannya, kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan ibu tentang MP-ASI dan diharapkan berdampak positif terhadap pola asuh gizi anak. Ke depan, kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan agar manfaat edukasi dapat menjangkau lebih luas.