Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemeriksaan Kesehatan dan Pengobatan Dasar bagi Para Lansia di Klinik AGAPE HKBP Kedaton Mindo Lupiana; Roza Mulyani
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v2i1.238

Abstract

Lansia merupakan suatu proses tahap akhir dari kehidupan manusia yang akan dijalani oleh setiap orang. Menjadi tua merupakan suatu keadaan dimana seseorang akan mengalami kemunduran fisik, mental, sosial secara bertahap sehingga tidak dapat melakukan aktivitasnya sehari-hari atau terjadinya kemunduran fisik. Proses penuaan ditandai dengan perubahan degeneratif pada kulit, jantung, pembuluh darah, tulang, syaraf dan jaringan tubuh lainnya. Peningkatan jumlah penduduk lanjut usia dapat memberikan dampak positif dan negatif. Dampak positif yang muncul jika lansia sehat, aktif dan produktif sedangkan dampak negatifnya lansia dapat menjadi beban akibat masalah kesehatannya yang berakibat pada peningkatan biaya perawatan kesehatan, peningkatan kecacatan, kurangnya dukungan sosial dan lingkungan yang tidak kondusif serta menjadi beban bagi keluarga. Metode yang digunakan adalah pemeriksaan kesehatan dan pengobatan kepada lansia, penyuluhan tentang gizi pada lansia dan senam lansia. Program pemeriksaan kesehatan dan pengobatan dasar bagi lansia di Klinik Agape HKBP Kedaton berhasil meningkatkan kualitas hidup lansia melalui layanan kesehatan komprehensif dan berkelanjutan. Pemeriksaan kesehatan yang mencakup pengukuran tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat, serta edukasi mengenai gizi dan pola hidup sehat, membantu lansia mengelola penyakit dan mendorong perubahan positif dalam gaya hidup mereka. Kegiatan olahraga rutin seperti senam lansia dan gerak jalan santai juga memberikan manfaat signifikan bagi kesehatan fisik dan mental, memperkuat interaksi sosial, dan meningkatkan semangat hidup. Keberhasilan program ini menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam mendukung kesejahteraan lansia dan diharapkan dapat dilanjutkan di masa mendatang.
Program Edukasi MP-ASI untuk Meningkatkan Pemenuhan Gizi Balita di Desa Rejo Agung, Lampung Mindo Lupiana; Nawasari Indah Putri Sejati; Sefanadia Putri
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v3i1.389

Abstract

Kesehatan balita sangat dipengaruhi oleh kecukupan gizi yang diperoleh, terutama pada masa transisi dari ASI eksklusif menuju Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) sejak usia enam bulan. Kurangnya pemahaman ibu tentang pemberian MP-ASI yang tepat masih menjadi kendala di berbagai daerah, termasuk Desa Rejo Agung Tegineneng. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan ibu dalam menyediakan MP-ASI yang sesuai bagi anak balita guna menunjang tumbuh kembang optimal. Metode yang digunakan adalah penyuluhan gizi dan edukasi mengenai pemberian MP-ASI, disampaikan melalui ceramah interaktif, sesi diskusi, serta tanya jawab yang dilaksanakan di Posyandu Purworejo. Sasaran kegiatan meliputi ibu balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, dengan total peserta sebanyak 30 orang. Kegiatan ini juga disertai pre-test dan post-test guna mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan antusiasme dan pemahaman peserta terhadap pentingnya menu seimbang, frekuensi makan yang sesuai, serta bahaya pemberian MP-ASI terlalu dini atau terlambat. Para peserta juga aktif dalam diskusi, khususnya mengenai solusi praktis atas permasalahan makan balita. Kesimpulannya, kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan ibu tentang MP-ASI dan diharapkan berdampak positif terhadap pola asuh gizi anak. Ke depan, kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan agar manfaat edukasi dapat menjangkau lebih luas.