Ifrohan Ifrohan
Institut Agama Islam Nusantara As-Siddiqiyyah

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendidikan Akhlak Anak dalam Perspektif Imam Al-Gazāli (Kajian Kitab Ayyuhā Al-Walad) Misbakul Munir; Ifrohan Ifrohan; Nurul Afifah
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i4.7694

Abstract

Pendidikan modern sering memprioritaskan hasil kognitif daripada perkembangan moral, yang mengarah pada krisis moral masyarakat. Ayyuhā al-Walad karya Imam Al-Gazāli menawarkan kerangka kerja sufistik-etis untuk mengatasi kesenjangan ini dengan menekankan pemurnian hati (tazkiyat al-nafs) dan harmoni sosial. Studi ini mengkaji model pendidikan moral Al-Gawalli dan penerapannya dalam konteks multikultural Palembang, yang bertujuan untuk menghidupkan kembali nilai-nilai etika dalam pendidikan kontemporer. Dengan menggunakan penelitian perpustakaan kualitatif, penelitian ini menganalisis data primer dari Ayyuhā al-Walad dan sumber sekunder tentang sejarah sosial-budaya Palembang melalui metode deskriptif-analitis dan analisis konten. Tasawwuf akhlāqi-amali Al-Gazāli mengintegrasikan disiplin spiritual (mujāhadah) dan interaksi sosial etis, mendorong "nol konflik" di Palembang melalui lembaga-lembaga lokal seperti rumah guru dan masjid. Penelitian ini menganjurkan untuk menanamkan pendidikan moral berbasis Sufi dalam kurikulum modern untuk menumbuhkan individu yang seimbang dan bertanggung jawab secara sosial.
Pendidikan Akhlak Anak dalam Perspektif Imam Al-Gazāli (Kajian Kitab Ayyuhā Al-Walad) Misbakul Munir; Ifrohan Ifrohan; Nurul Afifah
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i4.7694

Abstract

Pendidikan modern sering memprioritaskan hasil kognitif daripada perkembangan moral, yang mengarah pada krisis moral masyarakat. Ayyuhā al-Walad karya Imam Al-Gazāli menawarkan kerangka kerja sufistik-etis untuk mengatasi kesenjangan ini dengan menekankan pemurnian hati (tazkiyat al-nafs) dan harmoni sosial. Studi ini mengkaji model pendidikan moral Al-Gawalli dan penerapannya dalam konteks multikultural Palembang, yang bertujuan untuk menghidupkan kembali nilai-nilai etika dalam pendidikan kontemporer. Dengan menggunakan penelitian perpustakaan kualitatif, penelitian ini menganalisis data primer dari Ayyuhā al-Walad dan sumber sekunder tentang sejarah sosial-budaya Palembang melalui metode deskriptif-analitis dan analisis konten. Tasawwuf akhlāqi-amali Al-Gazāli mengintegrasikan disiplin spiritual (mujāhadah) dan interaksi sosial etis, mendorong "nol konflik" di Palembang melalui lembaga-lembaga lokal seperti rumah guru dan masjid. Penelitian ini menganjurkan untuk menanamkan pendidikan moral berbasis Sufi dalam kurikulum modern untuk menumbuhkan individu yang seimbang dan bertanggung jawab secara sosial.