Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Identifikasi Methicillin – Resistant Staphylococcus Aureus (MRSA) pada Tenaga Kesehatan di Ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Dr. J.H Awaloei Manado Eka Julistri Ume; Olivia A. Waworuntu; Heriyannis Homenta
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 4 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i4.2468

Abstract

Methicillin-Resistant Staphylococcus Aureus (MRSA) merupakan patogen penyebab Healthcare-Associated Infections (HAIs) yang resisten terhadap antibiotik beta-laktam, termasuk metisilin. Selain itu, penggunaan antibiotik spektrum luas di ICU dapat berkontribusi pada peningkatan beban resistensi antimikroba, yang mendukung munculnya Mikroorganisme Multidrug-Resisten (MDR), termasuk MRSA. Kontaminasi silang antara pasien dan tenaga kesehatan menjadi faktor risiko utama untuk kolonisasi MRSA. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya MRSA pada tenaga kesehatan di ruang ICU Rumah Sakit Dr. J.H Awaloei Manado. Penelitian ini menggunakan desain observasional deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel diambil dari tenaga kesehatan di ruang ICU Rumah Sakit Dr. J. H. Awaloei Manado dan diuji untuk mengidentifikasi keberadaan MRSA menggunakan media MSA, uji katalase, koagulase, dan uji sensitivitas antibiotik. Dari 22 sampel yang diidentifikasi ditemukan bakteri Staphylococcus aureus (63,6%), Staphylococcus sp., (27,3%), Streptococcus sp., (9,09%) dan uji sensitivitas satu (4,54%) sampel yang resisten terhadap antibiotik cefoxitin. Simpulan dari penelitian ini yaitu ditemukan MRSA pada tenaga kesehatan di ruang ICU RS. Dr. J.H Awaloei Manado sebanyak 1(4,54%) dari 22 sampel. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa adanya MRSA pada tenaga kesehatan di ruang ICU rumah sakit ini mengindikasikan perlunya pengawasan yang lebih ketat terhadap infeksi MRSA, serta penerapan kebijakan pengendalian infeksi yang lebih efektif. Tindakan preventif seperti peningkatan kebersihan tangan, penggunaan alat pelindung diri yang lebih baik, dan pengelolaan antibiotik yang bijaksana dapat membantu mencegah penyebaran MRSA dan mengurangi infeksi nosokomial di rumah sakit, serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan secara keseluruhan.
Identifikasi Pola Bakteri Aerob Pada Pasien Dengan Kateter Urin dan Uji Sensitivitas Antibiotik di Intensive Care Unit (ICU) RS. Dr. Jh Awaloei Preisilia Tesalonika Palit; Fredine Esther Silvana Rares; Heriyannis Homenta
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 4 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i4.2489

Abstract

Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan salah satu infeksi nosokomial yang sering terjadi, terutama pada pasien yang menggunakan kateter urin di unit perawatan intensif (ICU). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola bakteri aerob pada pasien dengan kateter urin serta menguji sensitivitas antibiotik di RS Dr. JH Awaloei. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional dengan pendekatan potong lintang, dengan sampel sebanyak 16 pasien yang menggunakan kateter urin di ICU. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri yang paling banyak ditemukan adalah Staphylococcus sp. (44,44%), diikuti oleh Streptococcus sp. (33,33%) dan Bacillus sp. (22,22%). Ketiga jenis bakteri ini menunjukkan resistansi terhadap antibiotik Aztreonam, namun umumnya sensitif terhadap Meropenem dan Chloramphenicol. Selain itu, antibiotik seperti Cefuroxime, Cefoperazone, Ceftriaxone, dan Cefotaxime menunjukkan tingkat resistensi yang tinggi. Penelitian ini mengimplikasikan pentingnya pengelolaan dan pemantauan yang lebih baik terhadap penggunaan kateter urin di ICU guna mencegah terjadinya infeksi saluran kemih dan perkembangan resistensi antibiotik yang semakin meningkat di rumah sakit.