Esa Nur Wahyuni
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, Malang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Media Pembelajaran Dongeng dalam Meningkatkan Keterampilan Berbicara Peserta Didik Kelas 1 MIS Darussalam Khoirun Nisa; Elma Yuniarti; Esa Nur Wahyuni
Jurnal Ilmiah Madrasah Vol 2, No 1 (2025): JIMAD: Jurnal Ilmiah Madrasah
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1886/jimad.v2i1.26240

Abstract

Dongeng merupakan sebuah media yang digunakan untuk menarik minat peserta didik dalam kegiatan belajar sehingga siswa dapat berfikir, dan melepaskan imajinasinya, dengan begitu dapat melatih keterampilan peserta didik untuk berbicara di kelas, dongeng sendiri merupakan sebuah cerita fiksi yang dimana terdapat banyak jenis dan sangat beragam. Dongeng disebut juga dunia dalam kata yang bermakna kehidupan yang di tuliskan di dalam kata-kata. Dongeng sudah tentu berbentuk cerita tetapi cerita belum tentu dongeng. Dongeng dapat menjadi bagian dari aspek perkembangan anak. Sebagian besar peserta didik sangat menyukai dongeng, karena dongeng merupakan salah satu aspek yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak. Dongeng bisa di jadikan sebagai motivasi yang dapat mendorong anak untuk gemar membaca. Tujuan dari penulisan penelitian ini yaitu sebagai evaluasi media pembelajaran dongeng dalam meningkatkan keterampilan berbicara pada peserta didik kelas 1 dan menjadi motivator pendorong bagi MIS 1 Darussalam dalam menerapkan dan memperbaiki, disini juga akan dipaparkan bagaimana cara meningkatkan kemampuan berbicara menggunakan media pembelajaran dongeng kelas 1 MIS Darussalam dan faktor kelebihan dan kelemahan terhadap media tersebut. metode penelitian pendekatan kualitatif deskriptif. Jenis penelitian ini yaitu penelusuran kepustakaan, atau bibliografi. Dalam pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan dongeng sebagai media pembelajaran peserta didik lebih semangat dan antusias dalam proses pembelajaran, pembelajaran menjadi lebih bermakna karena peserta didik dapat dengan mudah memahami pembelajaran dengan mendengarkan dongeng, kemudian peserta didik dapat menambah kosakata serta melatih keterampilan peserta didik dengan menceritakan Kembali cerita yang sudah mereka dengarkan kepada teman satu kelas.
Internalisasi Nilai Keberanian Berbasis Budaya Madura Untuk Mencegah Perilaku Perundungan Siswa di Sekolah Dasar Yuliana Izdihar Firdaus; Esa Nur Wahyuni; Muh Hambali
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4b (2025): Edisi Khusus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4b.4226

Abstract

The prevalence of bullying at SDIT ABFA Pamekasan indicates a lack of students’ understanding of cultural philosophies that can prevent such behavior. This study arises from the urgency of increasing bullying cases in elementary schools and the need for preventive approaches that are culturally grounded. The purpose of this research is to analyze students’ understanding of the value of courage based on Madurese culture, to examine the process of internalizing these values, and to identify their impact on both perpetrators and victims of bullying. This study employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews with teachers, the principal, students, and parents, as well as documentation. The data were analyzed using Miles and Huberman’s interactive model, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The validity of the data was ensured through triangulation of sources, techniques, and time. The results revealed that: (1) for perpetrators, courage based on Madurese culture is interpreted as a means to uphold self-respect and avoid humiliation; whereas for victims, courage means staying calm and not retaliating against the bully. (2) The internalization of courage values occurs through three stages: providing understanding, habituating positive attitudes, and applying them in daily life. This study contributes to bullying prevention efforts in elementary schools through a culturally rooted approach that strengthens students’ character based on Madurese values of courage.