Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Model Blended Learning sebagai Inovasi Pembelajaran Sekolah Dasar di Era Society 5.0 Sabilla Irwina Safitri; Arna Saskia
Jurnal Ilmiah Madrasah Vol 1, No 1 (2024): JIMAD (Februari-Mei)
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jimad.v1i1.20553

Abstract

Model Blended Learning sebagai Inovasi Pembelajaran Sekolah Dasar di Era Society 5.0. Pendidikan di era society 5.0 dihadapkan pada tantangan modernisasi teknologi yang semakin berkembang pesat. Inovasi pembelajaran untuk mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran ialah model blended learning. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan blended learning di SD/MI. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Systematic Literature Review (SLR). Pengumpulan data dilakukan dengan mendokumentasi dan mereview artikel terkait dengan judul makalah ini yang diterbitkan dalam kurun waktu 2017-2021. Artikel yang digunakan terindeks SCOPUS, SINTA, DOI, dan Google Scholar. Adapun hasil kajian penelitian ini menunjukkan penerapan blended learning dalam pembelajaran meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa sehingga blended learning bisa dijadikan inovasi pembelajaran sekolah dasar.
Rekonstruksi Rekonstruksi Konsep Falah dalam Ekonomi Islam Berbasis Interdisipliner: Sintesis antara Tafsir Kontemporer, Psikologi Positif, dan Teori Pembangunan Inklusif Kumaidi Kumaidi; Syukri Iska; Arna Saskia
Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam Vol. 11 No. 06 (2025): JIEI : Vol. 11, No. 06, 2025
Publisher : ITB AAS INDONESIA Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jiei.v11i06.18509

Abstract

Abstrak Konsep falah sebagai kesejahteraan holistik dalam ekonomi Islam memerlukan rekonstruksi konseptual yang responsif terhadap kompleksitas tantangan pembangunan modern. Penelitian ini bertujuan merumuskan kerangka kesejahteraan Islami yang komprehensif melalui sintesis interdisipliner antara tafsir kontemporer, psikologi positif, dan teori pembangunan inklusif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan yang menganalisis literatur akademik bereputasi periode 2021-2025 melalui teknik analisis konten tematik. Rekonstruksi konsep falah menghasilkan framework yang mengintegrasikan empat dimensi fundamental: spiritual yang termanifestasi melalui praktik shukr dan akhlaq dengan dampak terukur terhadap kesehatan mental; psikologis yang konvergen dengan konstruk flourishing dalam psikologi positif; material melalui instrumen keuangan syariah yang meningkatkan kesejahteraan ekonomi; dan sosial yang menekankan kualitas relasi interpersonal. Model integrasi keuangan sosial Islam terbukti 12% lebih efektif dalam pengentasan kemiskinan, sementara ekspansi perbankan Islam berkontribusi positif terhadap pembangunan manusia jangka panjang. Sintesis interdisipliner menghasilkan framework kesejahteraan Islami yang operasional untuk implementasi kebijakan ekonomi berbasis nilai-nilai Islam yang holistik dan inklusif. Kata kunci: Ekonomi Islam; Falah; Kesejahteraan holistik; Pembangunan inklusif; Psikologi positif Abstract The concept of falah as holistic wellbeing in Islamic economics requires conceptual reconstruction responsive to the complexity of modern development challenges. This research aims to formulate a comprehensive Islamic wellbeing framework through interdisciplinary synthesis between contemporary tafsir, positive psychology, and inclusive development theory. The research employs a qualitative approach with library research methods analyzing reputable academic literature from 2021-2025 period through thematic content analysis techniques. Reconstruction of falah concept generates a framework integrating four fundamental dimensions: spiritual manifested through shukr and akhlaq practices with measurable impacts on mental health; psychological convergent with flourishing constructs in positive psychology; material through Islamic financial instruments enhancing economic wellbeing; and social emphasizing interpersonal relationship quality. Integrated Islamic social finance model proves 12% more effective in poverty alleviation, while Islamic banking expansion contributes positively to long-term human development. Interdisciplinary synthesis produces operational Islamic wellbeing framework for implementing holistic and inclusive value-based Islamic economic policies.