Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGOLAHAN KELAPA PARUT KERING (DESICCATED COCONUT) DI PT. KOKONAKO INDONESIA PULAU PALAS INDRAGIRI HILIR RIAU Nuroso, Agus; Syafarina, Yusi
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Pertanian Prodi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. KOKONAKO INDONESIA Pulau Palas adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri pertanian salah satu produknya adalah kelapa parut kering (Desiccated Coconut). Untuk menghasilkan mutu yang baik dari kelapa parut kering perlu mengetahui proses pengolahan secara tepat. Proses Pengolahan kelapa parut kering di PT.Kokonako Indonesia adalah sebagai berikut penerimaan bahan baku, pengupasan tempurung, Pengupasan kulit ari, pencucian, penyortiran, pemarutan, sterilisasi, pengeringan, pengemasan, yang di proses dengan tingkat ke higienisan yang tinggi.
PENGARUH PENAMBAHAN PATI SAGU DENGAN KONSENTRASI BERBEDA TERHADAP KUALITAS NUGGET TEMPE AbdulAziz, A A; Nuroso, Agus
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Pertanian Prodi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.028 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan pati sagu sebagai bahan pengikat terhadap kualitas nugget tempe, dan mengetahui tingkat penerimaan panelis terhadap uji organoleptik nugget tempe.
PENGARUH VARIASI KADAR AIR ADONAN TERHADAP SIFAT FISIK DAN TINGKAT KESUKAAN MUTIARA PATI GARUT (Maranta arundinaceae L.) REHIDRASI Nuroso, Agus
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Pertanian Prodi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang muncul pada pembuatan mutiara pati dengan bahan baku pati garut adalah perbedaan gelatinisasi, yaitu perbedaan kebutuhan air dan panas untuk gelatinisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan mutiara pati dengan bahan baku pati garut serta untuk menentukan kadar air adonan yang tepat sehingga dihasilkan mutiara pati garut rehidrasi dengan sifat fisik dan tingkat kesukaan yang disukai panelis.Dalam penelitian ini dilakukan pembuatan mutiara pati garut rehidrasi dengan variasi kadar air adonan 45 %, 47.5 % dan 50 %. Analisa yang dilakukan yaitu solid loss, total cooking loss, tekstur, swelling index serta uji kesukaan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa makin kecil kadar air adonan, maka solid loss kecil, total cooking loss kecil, tekstur makin keras dan makin disukai panelis. Mutiara pati garut rehidrasi yang disukai panelis adalah mutiara pati garut dengan kadar air adonan 45 % dengan nilai solid loss 1,46 % bk, total cooking loss 1,74 % bk, tekstur 3,95 N, deformasi 45,08 %.
STUDI PEMBUATAN TEPUNG PISANG Nuroso, Agus
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Pertanian Prodi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.143 KB)

Abstract

sumber karbohidrat lokal) untuk meningkatkan ketahanan pangan yang berasal dari pisang, mengetahui proses pembuatan tepung, mempromosikan pengolahan produk pangan yang berasal dari buah pisang menjadi tepung sehingga dapat memasuki dunia usaha, merupakan bahan alternatif tepung terigu, menambah pengetahuan dan memperkaya keilmuan tentang pengolahan. Buah pisang mempunyai kandungan karbohidrat 19,5 % - 21,5% dan dapat diolah menjadi produk setengah jadi yaitu tepung pisang. Karena buah tersebut tidak tahan lama maka ada suatu kebutuhan yang mendesak untuk menerapkan suatu teknologi yang tepat guna dan cara pengawetan, penyimpanan dan pengolahan buah. Teknologi dan cara pengolahan tersebut diperlukan untuk meningkatkan produksi bagi perusahaan kecil maupun menengah baik dalam kualitas maupun kuantitas sehingga mampu bersaing dengan pengusaha besar.
PENGOLAHAN TEPUNG DAN MIE SUKUN Nuroso, Agus
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Pertanian Prodi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengolahan tepung dan mie sukun bertujuan untuk menggali komoditas pangan harapan ( sumber karbohidrat lokal ) untuk meningkatkan ketahanan pangan yang berasal dari sukun, mengetahui proses pembuatan mie, mempromosikan pengolahan prodok pangan yang berasal dari buah sukun menjadi suatu olahan mie sehingga dapat memasuki dunia usaha, merupakan bahan arternatif pembuatan mie pada umunnya yang dikonsumsi (tepung terigu), menambah pengetahuan dan memperkaya keilmuan tentang pengolahan. Buah sukun merupakan karbohidrat yang cukup tinggi (27,12%) dan dapat diolah menjadi produk setengah jadi yaitu tepung sukun. Proses pembuatan mie dengan menggunakan tepung sukun hampir sama olahannya dengan produk mie pada umumnya (tepung terigu). Mie sukun merupakan salah satu makanan alternative produk mie yang dapat dipasarkan. Dalam usaha produk mie sukun cukup menjanjikan membantu perekonomian keluarga, rumah tangga dan atau masyarakat untuk skala industri.
STUDI PEMBUATAN YANGKO Nuroso, Agus
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Pertanian Prodi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari proses pembuatan yangko adalah dapat mengetahui dan memahami proses pembuatan Yangko sehingga dihasilkan yangko dengan Tekstur lunak, Warnanya cukup terang/cukup muda, Rasanya manis, Memiliki aftertaste agak lengket di gigi, manis terasa lama, berkesan gurih, aroma menarik. Oleh karena itu diperlukan inovasi produk. Inovasi ini dapat berupa perkembangan produk Yangko yang memiliki berbagai macam jenis seperti rasa coklat, rasa strawberry, kacang, keju, maupun rasa buah-buahan. Produk yangko yang prima memerlukan ketelitian sejak pengadaan bahan dasar, tahap pembuatannya sampai pada distribusinya. Oleh karena itu, pengolahannya harus tepat, baik perbandingan bahan – bahannya maupun langkah – langkah pembuatannya, serta hasilnya juga harus berpenampilan menarik. Proses pembuatan Yangko dibagi menjadi dua tahap yaitu pembuatan tepung beras ketan dan pemasakan. Dalam pembuatan Yangko, gula pasir dilarutkan dalam air mendidih. Proses pembuatan yangko meliputi pemilihan bahan dasar, pencampuran dengan bahan lain, pemasakan, pengemasan, dan pelabelan.
PEMBUATAN DODOL SUSU Nuroso, Agus
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Pertanian Prodi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.892 KB)

Abstract

Susu dapat diolah menjadi berbagai produk olahan, diantaranya dodol susu. Dodol susu adalah salah satu produk olahan susu dengan penambahan gula, tepung ketan, tepung tapioca, dan santan melalui proses pemanasan pada susu segar atau yang kurang segar. Jadi dodol susu merupakan salah satu solusi untuk mengatasi berlimpahnya produksi susu disuatu daerah. Proses pengolahannyapun tidak sulit dan prospek pemasarannya cukup menjanjikan, mengingat dodol disukai anak-anak maupun orang dewasa.Dodol merupakan campuran dari susu dengan tepung beras ketan, santan kelapa dan gula sehingga dihasilkan produk makanan yang kenyal dengan rasa manis denga aroma susu. Pembuatan dodol susu bertujuan untuk penganekaragaman pangan, meningkatkan nilai ekonomis, memperpanjang masa simpan, serta mempertahankan dan memperbaiki mutu gizi susu.Dodol termasuk salah satu bahan pangan, maka keamanan dan keawetan harus terjamin, dimana dodol tidak beracun, tidak mengandung bakteri dan logam yang berbahaya, serta tidak mengandung jamur.
PENGOLAHAN TEPUNG DAN MIE SUKUN Nuroso, Agus
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.586 KB) | DOI: 10.32520/jtp.v1i1.35

Abstract

Pengolahan tepung dan mie sukun bertujuan untuk menggali komoditas pangan harapan ( sumber karbohidrat lokal ) untuk meningkatkan ketahanan pangan yang berasal dari sukun, mengetahui proses pembuatan mie, mempromosikan pengolahan prodok pangan yang berasal dari buah sukun menjadi suatu olahan mie sehingga dapat memasuki dunia usaha, merupakan bahan arternatif pembuatan mie pada umunnya yang dikonsumsi (tepung terigu), menambah pengetahuan dan memperkaya keilmuan tentang pengolahan. Buah sukun merupakan karbohidrat yang cukup tinggi (27,12%) dan dapat diolah menjadi produk setengah jadi yaitu tepung sukun. Proses pembuatan mie dengan menggunakan tepung sukun hampir sama olahannya dengan produk mie pada umumnya (tepung terigu). Mie sukun merupakan salah satu makanan alternative produk mie yang dapat dipasarkan. Dalam usaha produk mie sukun cukup menjanjikan membantu perekonomian keluarga, rumah tangga dan atau masyarakat untuk skala industri.
STUDI PEMBUATAN TEPUNG PISANG Nuroso, Agus
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol 1 No 2 (2012)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.42 KB) | DOI: 10.32520/jtp.v1i2.39

Abstract

Pengolahan tepung pisang bertujuan untuk menggali komoditas pangan (sumber karbohidrat lokal) untuk meningkatkan ketahanan pangan yang berasal dari pisang, mengetahui proses pembuatan tepung, mempromosikan pengolahan produk pangan yang berasal dari buah pisang menjadi tepung sehingga dapat memasuki dunia usaha, merupakan bahan alternatif tepung terigu, menambah pengetahuan dan memperkaya keilmuan tentang pengolahan. Buah pisang mempunyai kandungan karbohidrat 19,5 % - 21,5% dan dapat diolah menjadi produk setengah jadi yaitu tepung pisang. Karena buah tersebut tidak tahan lama maka ada suatu kebutuhan yang mendesak untuk menerapkan suatu teknologi yang tepat guna dan cara pengawetan, penyimpanan dan pengolahan buah. Teknologi dan cara pengolahan tersebut diperlukan untuk meningkatkan produksi bagi perusahaan kecil maupun menengah baik dalam kualitas maupun kuantitas sehingga mampu bersaing dengan pengusaha besar.
STUDI PEMBUATAN YANGKO Nuroso, Agus
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol 1 No 2 (2012)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.196 KB) | DOI: 10.32520/jtp.v1i2.41

Abstract

Tujuan dari proses pembuatan yangko adalah dapat mengetahui dan memahami proses pembuatan Yangko sehingga dihasilkan yangko dengan Tekstur lunak, Warnanya cukup terang/cukup muda, Rasanya manis, Memiliki aftertaste agak lengket di gigi, manis terasa lama, berkesan gurih, aroma menarik. Oleh karena itu diperlukan inovasi produk. Inovasi ini dapat berupa perkembangan produk Yangko yang memiliki berbagai macam jenis seperti rasa coklat, rasa strawberry, kacang, keju, maupun rasa buah-buahan. Produk yangko yang prima memerlukan ketelitian sejak pengadaan bahan dasar, tahap pembuatannya sampai pada distribusinya. Oleh karena itu, pengolahannya harus tepat, baik perbandingan bahan – bahannya maupun langkah – langkah pembuatannya, serta hasilnya juga harus berpenampilan menarik. Proses pembuatan Yangko dibagi menjadi dua tahap yaitu pembuatan tepung beras ketan dan pemasakan. Dalam pembuatan Yangko, gula pasir dilarutkan dalam air mendidih. Proses pembuatan yangko meliputi pemilihan bahan dasar, pencampuran dengan bahan lain, pemasakan, pengemasan, dan pelabelan.