Betty Nurhayati
Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Waktu dan Kecepatan Sentrifugasi Sampel Lipemik terhadap Derajat Aglutinasi pada Hasil Uji Crossmatch Metode Gel Puja Mardiana Alizia; Eem Hayati; Adang Durachim; Betty Nurhayati
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2026): May : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i2.1204

Abstract

Lipemia merupakan salah satu penyebab interferensi pra-analitik pada pemeriksaan kompatibilitas darah metode gel karena partikel lipid dapat mengganggu migrasi sel darah merah dan mengaburkan visualisasi aglutinasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi waktu dan kecepatan sentrifugasi terhadap derajat aglutinasi pada sampel lipemik dalam pemeriksaan crossmatch metode gel. Penelitian menggunakan desain eksperimental laboratorik dengan pendekatan post-test only. Sampel yang digunakan berupa plasma lipemik dengan kadar trigliserida >200 mg/dL. Variasi waktu sentrifugasi yang diterapkan adalah 3 menit, 10 menit, dan 15 menit, sedangkan variasi kecepatan adalah 3000 rpm dan 4000 rpm. Pemeriksaan crossmatch dilakukan pada komponen mayor, minor, dan autokontrol, dengan penilaian derajat aglutinasi secara semi-kuantitatif. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji GLM Univariate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada 3 menit seluruh sampel mayor masih menunjukkan hasil positif pada kedua kecepatan. Pada 10 menit, hasil tetap positif dengan dominasi aglutinasi lemah (+1). Pada 15 menit terjadi peningkatan hasil negatif hingga 40% dengan sisa positif didominasi aglutinasi lemah. Secara deskriptif terdapat kecenderungan penurunan aglutinasi seiring peningkatan waktu, namun perbedaan kecepatan tidak menunjukkan pola berbeda. Uji statistik menunjukkan tidak ada pengaruh signifikan waktu, kecepatan, maupun interaksi keduanya terhadap derajat aglutinasi (p > 0,05).