Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Measuring TPACK and HOTS of Teacher Professional Education Students Based on Lesson Plans Nur Wakhidah; Juhaeni Juhaeni; Safaruddin Safaruddin; Erman Erman; Shaouna Shoaib Lodhi
Journal of Innovation in Educational and Cultural Research Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Yayasan Keluarga Guru Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46843/jiecr.v6i1.1796

Abstract

The manifestation of the technological age is that humans use technology, so education must prepare professional teachers who understand technology. Technology, content, and pedagogic-based learning occurred during COVID-19, known as technological pedagogical content knowledge (TPACK). TPACK research, so far as expertise using questionnaires, rarely studied TPACK designed by teachers. This quantitative study aims to determine the ability of TPACK in lesson plans (LP) of teacher professional education (TPE) students at UIN Sunan Ampel and its effect on HOTS. Data was collected by scoring LP based on TPACK and HOTS instruments. Data on students' ability to design lesson plans were analyzed using SEM path analysis with AMOS application to measure the influence of the TPACK component (TK, CK, PK, TPK, TCK, PCK) for TPACK and HOTS. The results showed that TPACK components ((pedagogic ability (PK) and technology-based pedagogic ability (TPK)) indirectly affect TPACK. Technology-based content capability (CTK) and TPK directly affect TPACK. The TPACK component involves HOTS in a negative direction except for content capability (CT), which affects HOTS positively.
Pengaruh Penggunaan Alat Peraga dalam Pembelajaran Struktur Lapisan Bumi terhadap Hasil Belajar Siswa Verga Zidny; Erman Erman; Enny Susiyawati
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 5 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i5.3263

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan alat peraga dalam pembelajaran struktur lapisan bumi terhadap hasil belajar kognitif siswa kelas VII SMP. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pre-experimental design melalui one group pretest-postest design. Subjek dalam penelitian ini adalah 33 siswa kelas VII SMP Negeri di Sidoarjo. Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes mencakuppretest dan posttest sebanyak 25 butir soal pilihan ganda dalam bentuk test berbasis paper and pencil test. Data hasil belajar telah dilakukan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov untuk melihat apakah data berdistribusi  normal  atau  tidak.  Lalu,  hasil  tes  dianalisis  menggunakan  uji  N-Gain  untuk  mengukur peningkatan hasil belajar siswa dan uji-t berpasangan pada data hasil belajar sebelum dan sesudah dilakukan perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan terhadap hasil belajar siswa setelah penggunaan alat peraga struktur lapisan bumi, terlihat dalam Effect Size berkategori tinggi sebesar 3,4 dan dalam uji N-Gain didapatkan nilai rata-rata 64% atau 0.64 pada tingkat signifikasi 5% atau 0.05 yang tergolong dalam kategori sedang. Berdasarkan hasil tersebut, menunjukkan bahwa penggunaan alat peraga lapisan bumi dapat meningkatkan hasil belajar kognitif siswa.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY BERMUATAN ESD (EDUCATION FOR SUSTAINABLE DEVELOPMENT) UNTUK MEMBENTUK SUSTAINABILITY AWARENESS MURID Wahyu Satriyo Wibowo; Erman Erman
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i2.9956

Abstract

The low level of sustainability awareness in Indonesia, as reflected in the 2024 Environmental Performance Index ranking, which places Indonesia at the bottom of the national ranking, demands systematic innovation in science learning. The main problem identified is the lack of explicit integration of sustainable development concepts into the secondary science curriculum, resulting in limited student sensitivity to ecological issues. This quantitative research, using a pre-experimental one-shot case study design, aims to measure the effectiveness of the guided inquiry learning model containing Education for Sustainable Development (ESD). The research stages were carried out through initial observations, designing a teaching module based on environmental pollution issues, and collecting data using a questionnaire from thirty-four seventh-grade students in East Java. The results showed that all learning sessions were implemented perfectly with a 100% success rate. Quantitative findings prove that students' sustainability awareness is in the high category in all three main aspects, with an average score of 3.07 for practical awareness, 3.24 for behavioral and attitudinal awareness, and 3.34 for emotional awareness. The main conclusion confirms that the integration of ESD within a guided inquiry framework significantly builds students' emotional sensitivity and ecological responsibility. This strategy effectively transforms theoretical material into a comprehensive environmental character to support the achievement of the global sustainable development agenda in a collaborative and real manner. ABSTRAK Rendahnya tingkat kesadaran keberlanjutan di Indonesia, sebagaimana tercermin dalam peringkat Environmental Performance Index 2024 yang menempatkan posisi nasional di urutan bawah, menuntut adanya inovasi sistematis dalam pembelajaran sains. Masalah utama yang diidentifikasi adalah belum terintegrasinya konsep pembangunan berkelanjutan secara eksplisit dalam kurikulum IPA di tingkat menengah, sehingga kepekaan siswa terhadap isu ekologis masih sangat terbatas. Penelitian kuantitatif dengan desain pre-experimental one-shot case study ini bertujuan mengukur efektivitas model pembelajaran guided inquiry bermuatan Education for Sustainable Development (ESD). Tahapan penelitian dilaksanakan melalui observasi awal, perancangan modul ajar berbasis isu pencemaran lingkungan, serta pengumpulan data menggunakan angket kepada tiga puluh empat murid kelas VII di Jawa Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sesi pembelajaran terlaksana secara sempurna dengan persentase keberhasilan seratus persen. Temuan kuantitatif membuktikan bahwa sustainability awareness murid berada pada kategori tinggi pada ketiga aspek utama, dengan skor rata-rata kesadaran praktik sebesar 3,07, kesadaran perilaku dan sikap sebesar 3,24, serta kesadaran emosional mencapai nilai tertinggi senilai 3,34. Simpulan utama menegaskan bahwa integrasi ESD dalam kerangka inkuiri terbimbing secara signifikan mampu membangun kepekaan emosional dan tanggung jawab ekologis siswa. Strategi ini efektif mentransformasi materi teoritis menjadi karakter peduli lingkungan yang komprehensif demi mendukung pencapaian agenda pembangunan berkelanjutan global secara kolaboratif dan nyata.