Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS BAHAN TAMBAHAN PANGAN RHODAMIN B, SAKARIN, NATRIUM BENZOAT DAN TOTAL MIKROBA PADA ES CAMPUR DI SEKITARUPN VETERAN JAWA TIMUR Butsainah Abidah Dzakiyyah; Ulya Sarofa; Sri Winarti
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol. 9 No. 6 (2024): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63071/9xaf8g28

Abstract

Es campur merupakan salah satu minuman yang biasanya bisa ditambahkan dengan bahan tambahan makanan. Selain itu, keamanan pangan juga dapat ditinjau dari tingkatan total mikroba pada es campur. Penyebab dari banyaknya mikroba yang tumbuh pada produk es campur salah satunya adalah pada proses pembuatannya tanpa dilakukan pemanasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kadar pestisida berbahaya rhodamin b, kadar pemanis sakarin, kadar pengawet natrium benzoat dan penentuan total mikroba dalam es campuran yang dijual di sekitar UPN Veteran Jawa Timur. Data hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel dan analisis deskriptif. Hasil penelitian diketahui terdapat 2 sampel es campur yang mengandung rhodamin B, 9 sampel yang mengandung natrium benzoat yang memenuhi persyaratan ambang batas dan 3 sampel yang mengandung sakarin yang memenuhi persyaratan ambang batas. Hasil uji total mikroba yaitu 7 sampel dari 17 es campur sampel memiliki total nilai mikroba yang tidak memenuhi persyaratan batas maksimal, yaitu melebihi 10-4
KARAKTERISTIK TERASI NABATI BERBAHAN DASAR KEDELAI MENGGUNAKAN KULTUR CAMPURAN Lactobacillus plantarum FNCC 1012 DAN Bacillus amyloliquefaciens FNCC 0079 Imana Yusnita Simamora; Sri Winarti; Yushinta Aristina Sanjaya
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol. 9 No. 6 (2024): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63071/rh0mvh67

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang karakteristik terasi nabati berbahan dasar kedelai menggunakan kultur campuran Lactobacillus plantarum FNCC 1012 dan Bacillus amyloliquefaciens FNCC 0079. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dari penambahan jenis starter serta lama fermentasi terhadap mutu terasi nabati berbahan dasar kedelai. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial 2 faktor dengan 2 kali ulangan. Faktor I jenis starter (Lactobacillus plantarum FNCC 1012, Bacillus amyloliquefaciens FNCC 0079, dan campuran Lactobacillus plantarum FNCC 1012 dengan Bacillus amyloliquefaciens FNCC 0079) dan faktor II lama fermentasi (4, 9, dan 14 hari). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA (Analysis of Variance) taraf kepercayaan 95%. Apabila terdapat perbedaan yang nyata dilakukan uji lanjut dengan metode DMRT (Duncan Multiple Range Test) 95%. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan terbaik berdasarkan uji organoleptik aroma (4.90), rasa (4.85) dan warna (4.65) yaitu pada perlakuan jenis starter campuran dengan lama fermentasi 4 hari. Perlakuan tersebut menghasilkan terasi nabati dengan karakteristik total bakteri asam laktat (BAL) 9,01 Log CFU/g, kadar air 6,30%, kadar abu 7,42%, kadar protein terlarut 17,93% dan kadar asam glutamat 0,20%.
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN SENSORIS TEH CELUP BERBAHAN DASAR DAUN KOPI ROBUSTA DENGAN PERBEDAAN LAMA BLANCHING DAN PROPORSI CAMPURAN DAUN MINT DAN KAYU SECANG Kanaya Putri Tinnezia; Sri Winarti; Rahmawati
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol. 9 No. 6 (2024): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63071/kj5pw987

Abstract

Daun kopi merupakan limbah hasil pemangkasan yang masih memiliki kandungan senyawa bioaktif yang potensial. Daun kopi memiliki rasa pahit, sehingga ditambahkan daun mint yang dapat memperbaiki atribut rasa dan aroma, serta kayu secang untuk memberikan warna yang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama blanching daun kopi dan proporsi daun mint : kayu secang terhadap karakteristik fisikokimia dan sensoris teh celup. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dua faktor dengan 2 kali ulangan. Faktor 1 adalah lama blanching (5; 10, 15 menit) dan faktor II adalah proporsi daun mint : kayu secang (25%:75%, 50%:50%, 75%:25%, 100%:0% dan 0%:100%). Data dianalisis dengan analisis sidik ragam (ANOVA), uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) dilakukan jika terdapat perbedaan nyata antar perlakuan pada taraf kepercayaan 95%. Perlakuan terbaik adalah lama blanching daun kopi 5 menit dan proporsi daun mint : kayu secang (25%:75%) menghasilkan teh celup yang memiliki karakteristik fisikokimia: kadar air 6,13%, kadar abu 5,03%, aktivitas antioksidan 81,74%, kadar total fenol 10,38 mg GAE/g, kadar total tanin 1,21 mg TAE/g, uji hedonik warna 4,5 (agak suka), aroma 4,2 (agak suka), rasa 3,6 (agak suka), nilai warna L*(21,8), a*(1,5), b* (6,2), dan kadar kafein 4,04 mg/g.