Tati Sarihati
Langlangbuana

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Agile Governance Dalam Sistem Pelayanan Administrasi Kependudukan di Kabupaten Bandung I Gede Putra Muliawan; Tati Sarihati
Journal of Indonesian Rural and Regional Government Vol 10 No 1 (2026): Rural and Regional Government
Publisher : Magister Ilmu Pemerintahan Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa "APMD" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47431/jirreg.v10i1.728

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas implementasi prinsip Agile Governance dalam pelayanan administrasi kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bandung. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Evaluasi dilakukan berdasarkan tiga indikator utama dalam kerangka Key Performance Indicators (KPI), yaitu velocity (kecepatan proses layanan), lead time (waktu tunggu layanan), dan satisfaction (tingkat kepuasan masyarakat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Disdukcapil telah mengadopsi pendekatan agile melalui digitalisasi layanan dan percepatan proses, efektivitasnya belum merata di seluruh wilayah kerja. Hambatan teknis, struktural, dan kultural masih menjadi tantangan, terutama di wilayah perdesaan dengan keterbatasan infrastruktur dan literasi digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan Agile Governance berpotensi meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan publik, namun memerlukan strategi yang lebih komprehensif untuk menjamin pemerataan akses dan integrasi sistem secara menyeluruh.
Collabotarive Governance Dalam Pengembangan Desa Wisata Cibereum Kabupaten Ciamis Dian Kusdina; Tati Sarihati
Journal of Indonesian Rural and Regional Government Vol 10 No 1 (2026): Rural and Regional Government
Publisher : Magister Ilmu Pemerintahan Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa "APMD" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47431/jirreg.v10i1.762

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan collaborative governance dalam pengembangan Desa Wisata Cibereum, Kabupaten Ciamis. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Kerangka analisis mengacu pada model Ansell dan Gash (2008) yang mencakup lima dimensi utama: kondisi awal, sumber daya, desain kelembagaan, kepemimpinan, dan proses kolaborasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan wisata di Cibereum masih menghadapi tantangan dalam hal partisipasi masyarakat, dominasi aktor tertentu, dan belum optimalnya struktur kelembagaan. Kolaborasi antaraktor belum sepenuhnya terstruktur dan berorientasi pada konsensus, sehingga kepercayaan dan komitmen antar pihak masih perlu diperkuat. Masyarakat mulai merasakan manfaat ekonomi dari aktivitas wisata, namun belum memahami peran strategis mereka dalam pengelolaan dan keberlanjutan destinasi. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas kelembagaan lokal, pembentukan forum multipihak yang inklusif, serta fasilitasi dari aktor eksternal seperti LSM. Dengan penerapan collaborative governance yang efektif, Desa Wisata Cibereum berpotensi menjadi model pengembangan pariwisata berbasis komunitas yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.
Collaborative Governance Penanggulangan Bencana Banjir Bandang Di Desa Nyalindung Kecamatan Cipatat Kabupaten Bandung Barat Heru Mustoko; Tati Sarihati
Journal of Indonesian Rural and Regional Government Vol 10 No 1 (2026): Rural and Regional Government
Publisher : Magister Ilmu Pemerintahan Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa "APMD" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47431/jirreg.v10i1.763

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi collaborative governance dalam penanggulangan bencana banjir bandang di Desa Nyalindung, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, studi ini menemukan bahwa kolaborasi antaraktor termasuk pemerintah desa, BPBD, organisasi masyarakat, dan komunitas local, penelitian ini belum berjalan secara sistematis dan berkelanjutan. Praktik kolaboratif yang berlangsung masih bersifat reaktif, dengan keterlibatan masyarakat yang fluktuatif dan dominan pada tahap tanggap darurat. Berdasarkan kerangka teori Ansell dan Gash (2008), empat elemen utama collaborative governance dialog langsung, pembangunan kepercayaan, pemahaman bersama, dan saling ketergantungan belum terpenuhi secara optimal. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas kelembagaan lokal, pembentukan forum koordinasi lintas sektor, serta pelibatan aktif masyarakat dalam seluruh siklus penanggulangan bencana untuk membangun sistem yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.